Banyak manusia menjalani hidup dengan setelan otomatis dan monoton. Mereka mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk bekerja atau bersenang demi hidup.
Ia tak menuntut tempat tertinggi, cukup di ujung daun, di helai rumput nan rapuh, di kaca jendela yang merembeskan butiran rindu.
Tempat manusia diingat bukan karena gedung yang ia tinggikan, tetapi karena martabat kehidupan yang ia muliakan.
Menampilkan 12 dari 3 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.