Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Kegagalan adalah batu loncatan lain menuju kehebatan." (Oprah Winfrey - Presenter Televisi AS & Pengusaha)
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: Daya Saing Industri Padat Karya Perlu Dipertimbangkan
Pelaku usaha industri padat karya meminta pemerintah dan DPR memperhatikan aspek daya saing industri padat karya dalam penyusunan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang rencananya akan disahkan pada 8 Oktober 2026. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan mencegah semakin banyaknya pekerja informal.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menyatakan, pelindungan terhadap hak pekerja tetap penting, tetapi harus dirumuskan secara adil dan proporsional agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha.
Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai pengaturan ketenagakerjaan perlu mempertimbangkan kondisi persaingan global, khususnya dengan negara-negara yang menjadi basis produksi alas kaki di kawasan Asia.
Wacana Ojol Akan Berstatus Pekerja Platform di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan: Perlindungan Tenaga Kerja atau Bumerang?
Di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan, kembali mengemuka isu agar mitra driver ojol dapat berubah statusnya menjadi pekerja perusahaan aplikasi.
Di satu sisi, perubahan status dinilai dapat memperkuat perlindungan pengemudi. Namun, di sisi lain, terdapat kekhawatiran terhadap fleksibilitas kerja, beban biaya perusahaan, hingga potensi berkurangnya jumlah pengemudi yang dapat diserap platform.
Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai model hubungan kerja karyawan konvensional sulit diterapkan pada pengemudi ojol. Pasalnya, karakter pekerjaan ojol yang dinamis dari sisi jam kerja dan jumlah pesanan dinilai berbeda dengan pola kerja karyawan pada umumnya.
Usulan Kenaikan Plafon KUR Rp2 Miliar Perlu Diikuti Penguatan Ekosistem Usaha
Usulan kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai perlu diikuti dengan strategi pengembangan usaha agar pembiayaan yang lebih besar benar-benar mendorong pelaku usaha naik kelas.
Direktur Next Indonesia Center Herry Gunawan menilai, kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari maksimal Rp500 juta menjadi hingga Rp2 miliar dapat dilakukan sepanjang pemerintah memiliki kemampuan untuk menyalurkannya. Namun, menurutnya, peningkatan plafon pembiayaan perlu diikuti dengan upaya menjaga keberlanjutan usaha pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Punya Potensi Jumbo, Namun Perbankan Butuh Kepastian Regulasi Soal Pasar Karbon
Kendati digadang-gadang punya potensi besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi, kalangan perbankan masih menanti kepastian regulasi dalam pengembangan ekosistem pasar karbon di Tanah Air. Kejelasan regulasi itu antara lain menyangkut seputar batas emisi, tingkat harga, jangka waktu implementasi, dan lain-lain.
PMI Sektor Manufaktur Kembali Catatkan Ekspansi Tertinggi
Berdasarkan rilis S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,4. Angka tersebut naik dari fase kontraksi di level 49,8 pada bulan Agustus. Jika dilhat di tingkat regional Asia, dinamika industri manufaktur Indonesia terjadi di tengah lanskap Asia yang secara umum juga mencatatkan performa positif. India tampil sebagai motor penggerak utama dengan lonjakan PMI paling tinggi di antara negara lainnya, yakini meningkat dari 52,8 (Agustus) menjadi 55,1 (September). Sementara itu, Thailand menunjukkan dinamika yang relatif stabil dengan indeks yang naik dari 53,8 menuju 54,3, mengindikasikan masih kuatnya permintaan di kawasan tersebut.
Seminar "How Corporate Demand Can Shape Indonesia's Green Power Transition" akan diselenggarakan Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 14.00-15.55 WIB di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Hadir memberikan kata sambutan Managing Director WRI Indonesia Arief Wijaya, Chief of Staff & Strategic Initiatives Asia Clean Energy Coalition (ACEC) Mia Nguyen. Selain itu juga hadir sebagai panelis antara lain Executive Vice President of Commercial Product Development PT PLN (Persero) Raditya Hari Nugraha dan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Amiruddin, Chief Executive Officer Climate Group Helen Clarkson.
Indonesia International Sustainability Forum akan diselenggarakan Selasa-Rabu pada 6-7 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Hadir memberikan sambutan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara Rosan P Roeslani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Turut hadir pula Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR