Ringkasan Eksekutif: Swasembada Pangan, Menguatkan Ketahanan Bangsa
Swasembada beras menjadi awal dari penguatan fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Diperlukan stabilitas dan kontinuitas agar berdampak luas
Swasembada beras menjadi awal dari penguatan fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Diperlukan stabilitas dan kontinuitas agar berdampak luas
Satu tahun Pemerintahan Prabowo Subianto mulai membuat capaian strategis. Salah satunya di sektor pangan dengan tiga program utama, yaitu memperkuat ketahanan pangan nasional, mempercepat swasembada beras, dan membangun ekosistem peternakan rakyat.
Fokusnya adalah mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan produksi dalam negeri, serta membangun infrastruktur dan regulasi yang mendukung. Semuanya bermuara pada kemandirian dan penguatan ketahanan sektor pangan.
Hal ini bisa dicapai dengan satu langkah awal melalui kebijakan swasembada beras yang dicapai dengan beberapa program.
Capaian swasembada beras 2025 bukti kemandirian pangan nasional. Di sisi lain, Bulog juga berperan sebagai stabilisator dengan pengadaan, penyaluran bantuan, dan SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan).
Pemerintah juga bersiap menuju tercapainya swasembada jagung. Hal ini memicu pemerintah merevitalisasi ekosistem industri peternakan di Indonesia. Karena dengan stabilitas produksi jagung, maka rencana berikutnya untuk merealisasikan pembangunan industri pakan ternak di tanah air akan memiliki pijakan lebih kuat.
Pengembangan peternakan ayam merupakan bagian dari percepatan hilirisasi pangan nasional.
Pembangunan Ekosistem Peternakan
Revitalisasi Ekosistem Peternakan
Pemerintah memproyeksikan, ekosistem terintegrasi ini akan menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja baru dalam empat tahunan ini mendatang, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.