Rangkuman Eksekutif: Berharap Pertumbuhan dari Investasi Danantara
investasi yang dituju BPI Danantara diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi
investasi yang dituju BPI Danantara diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi
Sepanjang tahun 2026, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merencanakan investasi hingga US$14 miliar (hampir Rp235 triliun - Rp720 triliun) untuk proyek strategis nasional, terutama hilirisasi.
Dana ini difokuskan pada sektor energi, pangan, infrastruktur, dan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Detail Rencana Investasi BPI Danantara 2026:
Investasi ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan nilai tambah industri.
Selain itu juga ada proyek non-energi, seperti:
Diharapkan dari investasi ini bisa memantik pertumbuhan ekonomi yang signifikan untuk mengejar target laju pertumbuhan ekonomi 8%.
Danantara juga baru saja melakukan groundbreaking serentak untuk 6 proyek hilirisasi fase pertama pada awal Februari 2026 di 13 lokasi berbeda.
Proyek-proyek tersebut memiliki tujuan utama sebagai berikut:
Investasi fase pertama ini bernilai total US$ 7 miliar (sekitar Rp118 triliun) dan merupakan bagian dari rencana besar Danantara untuk menyelesaikan total 18 proyek hilirisasi hingga pertengahan 2026
Danantara secara strategis memacu investasi pada sektor garam dan peternakan ayam sebagai bagian dari 6 proyek hilirisasi fase pertama yang diresmikan serentak pada 6 Februari 2026.
Produksi Garam Industri (Gresik & Sampang)
Investasi ini bertujuan untuk mencapai swasembada garam nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor garam industri.
Fasilitas Baru: Pembangunan pabrik pengolahan garam modern dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar dan Segoromadu, Gresik.
Kapasitas Produksi: Diharapkan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380.000 ton per tahun.
Kolaborasi Strategis: Proyek ini merupakan kerja sama antara PT Garam dengan sektor swasta (seperti Unilever) untuk memastikan penyerapan hasil produksi.
Peternakan Ayam Terintegrasi
Danantara mengalokasikan investasi sebesar Rp20 triliun (sekitar US$1,1 miliar) untuk membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir.
Dukungan Program Pemerintah: Fokus utama adalah menjamin pasokan protein (daging ayam dan telur) untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembangunan Infrastruktur: Mencakup pembangunan 12 unit pabrik pakan serta fasilitas produksi Day Old Chick (DOC) di 6 lokasi utama, termasuk Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan NTB.
Pemberdayaan Peternak: Investasi ini diarahkan untuk memperkuat peternak kecil melalui Koperasi Desa Merah Putih agar mereka tetap kompetitif dan mendapatkan kepastian akses modal serta pakan.
Melalui kedua proyek ini, Danantara diproyeksikan akan membuka sekitar 6.000 lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian industri nasional.