Pelukan Cucu Lepas Stres Retno Marsudi

Pelukan Cucu Lepas Stres Retno Marsudi

"Kebenaran mungkin saja kalah di satu titik, tetapi kebenaran tidak akan pernah salah."

Pelukan Cucu Lepas Stres Retno Marsudi
Dalam Artikel Ini

Siapa tak kenal Retno Marsudi? Namanya melekat dalam memimpin diplomasi Indonesia di dunia internasional. Mantan Menteri Luar Negeri RI yang kini mengemban amanat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bidang Air ini dikenal tangguh saat berjibaku dengan rumitnya persoalan dunia.

Dibalik ketegasannya, Retno ternyata punya cara tersendiri untuk meretas lelah dan menjaga jiwanya tetap tenang. Di tengah kesibukannya, kehadiran empat cucu laki-laki dari dua putra kandungnya menjadi penawar stres paling ampuh. 

“Salah satu kunci saya untuk melepas stress itu, adalah cucu saya. Pada saat saya capek, pada saat saya stress biasanya saya minta bocil-bocil untuk main dan berkunjung ke rumah,” kata dia dalam sesi wawancara khusus dengan SUAR di Jakarta, Selasa (28/8). 

Bersama cucu tercinta, Retno dapat meninggalkan sejenak kesibukannya untuk membaur, memposisikan dunianya menjadi sama dengan sang cucu. Momen mereka bermain bersama momen sederhana yang diakuinya sangat membantu menyegarkan pikiran. 

“Yang sering saya lakukan adalah, bermain, menyanyi, lompat-lompat bersama seperti saya seumur mereka. Dan itu dalam banyak hal sangat membantu saya,” kata dia.

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bidang Air, Retno Marsudi bersama cucu-cucunya saat jongging (30/4/2026). (Foto: Instagram Pribadi)

Rutin olahraga 

Di antara kesibukan dan perhatian kepada isu-isu kompleks, Retno mengatakan bahwa dirinya juga selalu menyisihkan waktu untuk berolahraga. “Saya suka berenang, jalan cepat atau jogging,” katanya seraya menambahkan bahwa kegiatan itu konsisten dilakukannya.

“Hampir tiap hari,” kata dia. 

Bagi Retno, olahraga tidak hanya menjadi cara untuk menjaga tubuh tetap sehat, melainkan juga menjadi ruang untuk memetik kebahagiaan dan menyegarkan pikiran. “Kalau saya bisa olahraga, saya merasa bahagia,” kata Retno sembari tersenyum senang.

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bidang Air, Retno Marsudi saat jalan santai di Kazakhtan, (16/4/2026). (Foto: Instagram)

Membaca

Selain berolahraga, aktivitas wajib Retno berikutnya adalah membaca sambil menikmati secangkir kopi hangat. Dengan berbagai tanggung jawab yang diembannya, Retno secara rutin membaca berbagai literatur dengan berbagai topik, mulai dari isu air, hingga dinamika politik dunia. 

“Hobi saya satu lagi yaitu membaca. Jadi apa yang saya lakukan setiap hari, pagi dan malam? penelitian,” kata dia. 

Menariknya, Retno adalah seorang peminum kopi berat. Ritual minum kopinya dilakukan saat membaca pagi, serta usai makan siang. 

“Jadi rutin saya, setelah sholat subuh, saya biasanya olahraga. Setelah olahraga, saya melakukan penelitian sambil kopi. Saya tuh peminum kopi. Agak berat. Setiap kali saya baca, harus ada kopi,” ujarnya. 

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bidang Air, Retno Marsudi saat menjadi pembicara di Antalya Diplomacy Forum, Turki (12/4/2026). (Foto: Instagram)

Pegang teguh nilai

Prinsip hidupnya pun tak kalah menarik untuk diamati. Lahir dan tumbuh dari keluarga biasa, Retno merasa bahwa tindakan dan prinsip hidup merupakan modal utama dalam perjuangannya. 

“Yang dapat menjaga saya adalah nilai dan prinsip hidup saya. Karena kalau tanpa nilai dan prinsip hidup yang benar, saya bisa masuk jurang,” kata dia

Oleh karenanya, Retno selalu berusaha memegang nilai kebenaran, kemanusiaan, dan keadilan dalam mengambil setiap keputusan. 

“Kebenaran mungkin saja kalah di satu titik, tetapi kebenaran tidak akan pernah salah,” kata dia.

Salah satunya saat ia menerima tanggung jawab untuk memperoleh vaksin COVID-19 bagi masyarakat Indonesia pada 2020 lalu. Di tengah situasi dunia yang dilanda pandemi COVID-19 yang baru dialami, Retno konsisten menyuarakan pentingnya akses vaksin yang merata bagi setiap negara tanpa terkecuali, terutama negara berkembang.

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bidang Air, Retno Marsudi saat hiking di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (27/11/2025). (Foto: Instagram)

Ketenangan dan pendekatan yang santun

Ketika tekanan pekerjaan sangat besar, Retno bagikan bahwa ia tidak pernah lupa untuk kembali mengadu kepada Sang Pencipta. Ia mengambil wudhu untuk berkomunikasi dan mengadukan persoalannya. Ketenangan dan pendekatan yang santun ini juga ia terapkan dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Ia meyakini, hidup tidak pernah lepas dari masalah dan tantangan, baik di pekerjaan maupun di rumah. “Kuncinya bukan menghindari masalah tersebut, melainkan bagaimana kita mengelolanya melalui komunikasi yang baik,” katanya. 

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Glowlight

Rekomendasi SUAR