Momentum Perkuat Manajemen Krisis Pariwisata

Momentum Perkuat Manajemen Krisis Pariwisata

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Momentum Perkuat Manajemen Krisis Pariwisata
Dalam Artikel Ini

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Bertahanlah, menderitalah, tempatkan dirimu pada situasi di mana kamu merasa tidak sanggup lagi, lalu dorong dirimu lebih jauh." Rafael Nadal - Petenis dunia

Rawan Bencana, Indonesia Perlu Perkuat Manajemen Krisis Pariwisata

  • Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dalam dua hari terakhir turut memberikan tekanan terhadap aktivitas industri pariwisata. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat manajemen krisis dalam industri pariwisata nasional.
  • Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mendorong adanya mekanisme informasi yang terintegrasi antara maskapai, pengelola bandara, pemerintah, travel agent, hotel, tour operator, dan masyarakat. 

Naik USD 1,2 Miliar, RI Butuh Strategi Amankan Devisa Jangka Panjang

  • Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Senin (7/9/2026), Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat USD 146,5 miliar, meningkat USD 1,2 miliar dibandingkan posisi akhir Juli 2026 sebesar USD 145,3 miliar. Ekonom menilai kenaikan cadangan devisa RI bukan hanya perlu dicermati dari sisi nilai, melainkan juga dari sumber kenaikan. Secara teoretis, sumber devisa RI dapat berasal dari surplus perdagangan hasil produk yang semakin kompetitif, maupun dari aliran investasi portofolio. Persoalannnya adalah kenaikan berasal dari capital inflow ke surat utang, SBN maupun SRBI. Kenaikan ini bagus, signifikan, tetapi harus hati-hati karena berasal dari capital inflow, bukan export revenue

Telkom Pacu Data Center dan Fiber Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memperkuat transformasi bisnis dengan mengarahkan pertumbuhan tidak hanya dari bisnis seluler, tetapi juga infrastruktur digital, data center, fiber, serta layanan B2B. Strategi tersebut berjalan bersamaan dengan penataan portofolio dan disiplin alokasi modal untuk menjaga pertumbuhan serta profitabilitas sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, dua bisnis telah didivestasi, delapan ditutup, dan dua dikonsolidasikan. Lebih dari 94% belanja modal atau capital expenditure (Capex) dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur. Dian mengatakan penyederhanaan tersebut juga mengubah pola pengelolaan bisnis Telkom dari struktur yang sebelumnya banyak berbasis customer-facing unit dan functional unit menjadi pelaporan berbasis lima segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others and Ancillary.

Kuasai 53,41% Pasar Pala Dunia, Indonesia Bidik Uni Eropa dan Jepang

  • Dengan menguasai 53,41% pangsa pasar global, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di pasar pala dunia. Faktor kualitas menjadi tantangan dalam memasuki pasar baru. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai ekspor pala Indonesia dengan kode Harmonized System (HS) 090811 dan 090812 meningkat dari USD111,36 juta pada 2024 menjadi USD133,01 juta pada 2025. Pada tahun yang sama, Indonesia tercatat menguasai 53,41% pangsa pasar pala global.

Peran Lulusan STEM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

  • Di Indonesia, jumlah lulusan pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, enjinering, dan matematika (STEM) masih tergolong rendah. Padahal, penguasaan STEM menjadi dasar yang penting dalam mengisi roda perekonomian nasional dan menghadapi persaingan global yang semakin ketat di tengah perkembangan teknologi. Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dari Pusdatin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sekitar 72,45% atau 1.845.931 orang lulusan pendidikan tinggi berasal dari bidang Non-STEM.

Rapat Paripurna DPR RI Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 akan diselenggarakan di DPR pada Selasa, 8 September 2026 pukul 09.30 WIB. Adapun rencananya ada 5 agenda pembahasan antara lain Laporan Komisi I DPR RI tentang Persetujuan terhadap Penjualan Barang Milik Negara Berupa 1 (Satu) Unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara-364, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan; dan Pendapat Fraksi-Fraksi terhadap RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria Usul inisiatif Badan Legislasi DPR RI dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU Usul DPR RI.

Kementerian PPN/Bappenas-ADBI Joint Conference akan disiarkan secara langsung di YouTube Bappenas RI dan Zoom Meeting link.bappenas.go.id/JointConference-BappenasADBI pada 8-9 September 2026. Sejumlah pembicara yang akan terlibat antara lain Dean and CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro, Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Weekday Bright

Rekomendasi SUAR