MKI Dorong Kolaborasi Pemerintah, Investor, dan Industri Perkuat Ketahanan Energi
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan ketersediaan energi yang andal, efisien, terjangkau, dan mampu memenuhi kebutuhan perekonomian nasional yang terus berkembang.
•
4 Menit Baca
Oleh:
Tautan telah disalin! Tempelkan ke stiker tautan di Bio atau Story Anda.
MKI menghadirkan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD City, Jakarta, pada 22-24 September 2026 (Dokumen MKI)
Dalam Artikel Ini
Penguatan ketahanan energi nasional membutuhkan kerja sama yang semakin erat antara pemerintah, perusahaan utilitas, investor, penyedia teknologi, serta pengguna energi dari sektor industri. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan ketersediaan energi yang andal, efisien, terjangkau, dan mampu memenuhi kebutuhan perekonomian nasional yang terus berkembang.
Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan sebagai organisasi yang mewakili industri ketenagalistrikan Indonesia, pihaknya menilai sinergi antar pelaku menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan sektor energi.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan dan regulasi yang memberikan kepastian bagi pengembangan sektor energi. Di sisi lain, perusahaan utilitas perlu memastikan keandalan infrastruktur dan layanan energi, sementara investor dapat mendukung kebutuhan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kolaborasi juga diperlukan untuk mendorong pemanfaatan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem energi. Penyedia teknologi bersama pelaku industri dapat mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna energi, termasuk dalam upaya meningkatkan efisiensi konsumsi energi dan mendukung proses transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, ketahanan energi diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pasokan listrik, tetapi juga memperkuat daya saing industri nasional. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha juga menjadi modal penting untuk menciptakan ekosistem ketenagalistrikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan energi, serta tantangan ekonomi dan energi global.
Hadirkan MKI Electricity Connect
Arsyadany mengatakan untuk memperkuat ketahanan energi, MKI menghadirkan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD City, Jakarta, pada 22-24 September 2026 dengan fokus pada ketahanan energi dan sistem ketenagalistrikan di tengah lonjakan kebutuhan listrik kawasan ASEAN.
Acara yang digelar melalui kemitraan Clarion Events Asia dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) tersebut akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, serta penyedia teknologi untuk membahas tantangan pasokan listrik dan percepatan transformasi energi. Kegiatan tahun ini mengangkat tema "Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience". Lebih dari 11.000 profesional industri, 280 peserta pameran internasional, dan lebih dari 200 pemimpin pemikiran dari ASEAN serta berbagai negara dijadwalkan hadir.
Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadapi tantangan ketenagalistrikan tersebut. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), batu bara masih menjadi salah satu sumber energi utama Indonesia ketika kebutuhan listrik terus meningkat akibat digitalisasi, perkembangan industri manufaktur berat, serta ekspansi pusat data berskala besar atau hyperscale data center.
Pertumbuhan permintaan tersebut membuat kebutuhan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan tambahan kapasitas pembangkit. Pengembangan jaringan listrik dan investasi juga perlu mengikuti pertumbuhan konsumsi dengan tetap menjaga keandalan dan keterjangkauan pasokan.
Dia mengatakan MKI Electricity Connect dan Enlit Asia diarahkan untuk mendukung target transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku dalam ekosistem energi ASEAN.
Momentum Strategis
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, Electricity Connect 2026 bersama Enlit Asia menjadi momentum strategis bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan sektor energi Indonesia. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, PT PLN (Persero), pelaku industri, akademisi, serta investor dalam membahas tantangan dan peluang sektor ketenagalistrikan di masa mendatang.
“Electricity Connect 2026 bersama Enlit Asia merupakan momentum strategis bagi pemerintah, PLN, pelaku industri, akademisi, dan investor untuk bersama-sama membentuk masa depan energi Indonesia,” ujar Tri.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kebijakan dan pengembangan sektor ketenagalistrikan dapat berjalan secara terintegrasi serta mampu menjawab kebutuhan energi nasional.
Tri mengatakan, salah satu isu utama yang akan menjadi pembahasan dalam forum tersebut adalah percepatan transisi energi. Indonesia membutuhkan sistem ketenagalistrikan yang semakin efisien dan andal sekaligus mampu mendukung peningkatan pemanfaatan energi bersih. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan penyedia teknologi menjadi penting untuk mempercepat transformasi sektor energi.
Selain transisi energi, digitalisasi sistem ketenagalistrikan juga menjadi perhatian. Perkembangan teknologi digital dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem listrik, memperkuat keandalan jaringan, serta membantu pengelola dalam mengantisipasi perubahan pola konsumsi energi. Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.
Hadapi Perubahan
Portfolio Director Enlit Asia Simon Hoare mengatakan sektor ketenagalistrikan ASEAN tengah menghadapi perubahan besar karena negara-negara di kawasan harus memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik sekaligus menjalankan target dekarbonisasi.
"Sektor ketenagalistrikan ASEAN tengah mengalami salah satu transformasi terbesar dalam sejarahnya. Negara-negara di kawasan kini harus menyeimbangkan peningkatan kebutuhan listrik dengan target dekarbonisasi yang ambisius, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan sistem ketenagalistrikan," ujar dia.
Menurut dia, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect menjadi ruang bagi pembuat kebijakan, perusahaan utilitas, investor, dan perusahaan teknologi untuk bertukar pengetahuan serta membangun kerja sama dalam menghadapi perubahan sektor energi kawasan.