Investasi USD155 Juta, PT Unilever Oleochemical Indonesia Ekspansi Fasilitas Produksi di KEK Sei Mangkei
Lewat investasi senilai USD155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun, fasilitas ini memproduksi fatty alcohol, salah satu bahan baku industri oleokimia untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari.
•
4 Menit Baca
Oleh:
Tautan telah disalin! Tempelkan ke stiker tautan di Bio atau Story Anda.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang Saat Meresmikan Ekspansi Fasilitas Produksi UOI di Sumatera Utara (26/8) (Humas KEK)
Dalam Artikel Ini
PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) meresmikan ekspansi fasilitas produksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 26 Agustus 2026. Lewat investasi senilai USD155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun, fasilitas ini memproduksi fatty alcohol, salah satu bahan baku industri oleokimia untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari.
Sebagai salah satu investor utama (anchor investor) di KEK Sei Mangkei, hingga 2026, investasi kumulatif UOI di KEK Sei Mangkei telah mencapai sekitar Rp9,31 triliun. Kontribusi UOI juga tercermin melalui kinerja ekspornya. Pada semester I 2026, ekspor UOI tercatat sekitar Rp7,14 triliun, atau lebih dari 50% dari total ekspor pelaku usaha di KEK Sei Mangkei yang mencapai Rp13,78 triliun pada periode yang sama. Produk seperti fatty acid, glycerin, dan soap noodles buatan UOI telah menjangkau pasar 42 negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, dan Prancis.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyampaikan bahwa ekspansi UOI mencerminkan investasi yang terus didorong Pemerintah, yaitu investasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mendukung penciptaan lapangan kerja dan ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang. Foto: Dewan Nasional KEK.
“Ekspansi UOI menunjukkan bahwa KEK Sei Mangkei telah berkembang melampaui sekadar lokasi investasi menjadi sebuah ekosistem industri yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Di dalam kawasan ini, UOI memainkan peran penting sebagai salah satu investor utama,” ujar Rizal dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (27/8).
Ia menambahkan, Pemerintah menyambut baik keberlanjutan ekspansi UOI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri hilir Indonesia. Pemerintah juga akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif serta memastikan KEK memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor dalam mengembangkan usahanya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan penguatan hilirisasi perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur dan energi yang memadai untuk meningkatkan daya saing industri di kawasan.
Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan tambahan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun.
“Dengan adanya ketersediaan gas dan listrik yang cukup, ketersediaan bahan baku, serta posisi yang strategis, kita dapat meningkatkan daya saing di pasar global,” ujar dia.
Selain penguatan jaringan gas, pemerintah juga terus meningkatkan ketersediaan energi listrik di Sumatera Utara melalui pengembangan pembangkit energi terbarukan. Penguatan infrastruktur energi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing KEK Sei Mangkei sebagai bagian dari rantai pasok global.
Komitmen Unilever
Chief Supply Chain Officer Unilever, Willem Uijen menegaskan komitmen Unilever untuk terus memperkuat basis manufaktur di tanah air.
“Sebagai perusahaan yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 90 tahun, Unilever sepenuhnya mendukung visi nasional tersebut. Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat manufaktur global, seperti sumber daya melimpah, SDM kompetitif, ekosistem kewirausahaan yang kuat, dan infrastruktur modern,” ujar Willem.
Hingga 2026, KEK Sei Mangkei telah mencatatkan investasi kumulatif sekitar Rp33,15 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 16.191 orang, serta melibatkan 29 pelaku usaha. Peresmian ekspansi UOI memperkuat posisi KEK Sei Mangkei sebagai salah satu ekosistem industri hilir strategis di Indonesia. Dengan investasi yang terus berkembang, kawasan ini diharapkan semakin mampu mendorong peningkatan nilai tambah komoditas, ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan nasional.
Kantor Unilever di BSD Green Office. Foto: Dokumentasi Unilever.
Dihubungi terpisah, Pengamat Ekonomi dan Rektor Universitas Paramadina Didik Rachbini menuturkan Investasi yang dilakukan UOI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional. Kehadiran investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong pengolahan komoditas menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Pengembangan investasi di KEK Sei Mangkei juga memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam. Dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas kawasan, proses pengolahan dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber bahan baku sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang pengembangan rantai pasok industri.
“Selain menciptakan nilai tambah melalui kegiatan hilirisasi, investasi UOI berpotensi memberikan dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (28/8)
Ia menuturkan aktivitas industri dapat mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa lokal, serta membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk masuk ke dalam rantai pasok industri.