Layanan distal adalah titik buta yang diam-diam menggerus UMKM — dan hampir tidak pernah masuk rapat evaluasi
Ada keluhan yang berulang saya dengar dari pemilik usaha kecil dan menengah. Sudah susah payah mencari orang yang bagus, begitu ketemu dan mulai bisa diandalkan, tiba-tiba dia pamit. Sementara karyawan yang kerjanya biasa saja justru bertahan bertahun-tahun.
Pembayaran menyusul sore hari, atau esok, atau kapan pun perputaran uang memungkinkan. Bagi ekonom yang terbiasa membaca kontrak, transaksi semacam itu nyaris mustahil dijelaskan: tidak ada agunan, tidak ada penegakan hukum, tidak ada bank yang menjamin.
Di banyak ruang rapat, ada satu keyakinan yang nyaris tak terbantahkan: untuk menang, perusahaan harus merekrut orang-orang terbaik — sebanyak mungkin, di sebanyak mungkin posisi. Keyakinan ini popular dengan sebutan war for talent, perang memperebutkan talenta.
Di hampir setiap sudut kota di Indonesia, selalu ada warung, toko roti, bengkel, atau gerai batik yang sudah berdiri puluhan tahun. Pelanggannya setia, namanya melekat di ingatan, dan kehadirannya seolah menjadi bagian dari lanskap kota itu sendiri.
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap disebut sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan lebih dari 65 juta unit UMKM menyumbang sekitar 61 persen PDB nasional dan menyerap lebih dari 117 juta tenaga kerja.
Menampilkan 12 dari 6 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.