Achmad Fachrodji Hidupkan Balai Pustaka, Jangan Takut Istirahat dan Budidaya Pendidikan

Achmad Fachrodji Hidupkan Balai Pustaka, Jangan Takut Istirahat dan Budidaya Pendidikan

Achmad Fachrodji Hidupkan Balai Pustaka, Jangan Takut Istirahat dan Budidaya Pendidikan
Dalam Artikel Ini

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Achmad Fachrodji Hidupkan Balai Pustaka dengan Pantun

  • Di bawah kepemimpinan Achmad Fachrodji, PT Balai Pustaka (Persero) berhasil bangkit dari keterpurukan finansial serta ancaman utang pajak puluhan tahun berkat strategi kedisiplinan tinggi, modernisasi infrastruktur, dan pendekatan komunikasi yang unik. Lewat pemanfaatan seni pantun sebagai jurus marketing yang luwes serta penyesuaian karya klasik untuk segmen Gen Z dan Alpha, penerbit bersejarah ini mampu merevitalisasi produknya sekaligus merebut kembali pangsa pasar di era modern.
Achmad Fachrodji menyambut SUAR di Kafe Sastra Balai Pustaka. (Foto: Uswatun Hasanah / SUAR)

North London Legends vs United Legends: Laga nostalgia yang mempertemukan para legenda sepak bola London Utara (North London Legends) dan Manchester United (United Legends) siap digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (10/10/2026) mulai pukul 18.00 WIB. Mengusung tajuk "Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns 2026", duel ini menghidupkan kembali rivalitas klasik Arsenal dan Manchester United era 1990-2010an dengan menghadirkan bintang-bintang ternama seperti Thierry Henry, Emmanuel Adebayor, Robert Pires, dan Patrick Vieira di kubu London Utara, serta Edwin Van Der Sar, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Carlos Tevez, hingga Dimitar Berbatov di kubu United. Guna mengantisipasi kepadatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, serta armada angkutan umum menuju lokasi, sembari mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk mengalihkan rute perjalanan dan senantiasa mematuhi aturan lalu lintas setempat.

Tangkapan layar Dinas Perhubungan Jakarta.

Avenged Sevenfold Jakarta Tur Asia 2026: Band metal legendaris Avenged Sevenfold siap mengguncang Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam konser tersebut, M. Shadows dan kawan-kawan dipastikan akan membawakan salah satu lagu hit mereka, "Dear God", yang memiliki tempat istimewa bagi para penggemar di Indonesia sebagai "lagu wajib" yang kerap berkumandang di warung internet (warnet) era 2000-an. Para personel Avenged Sevenfold sendiri menyadari fenomena unik tersebut dan memahami betul bahwa trek dari album self-titled mereka yang dirilis pada 2007 itu telah menjadi trek favorit nasional bagi para penikmat musik di Tanah Air.

Jangan Takut Istirahat!

“Saya biasanya hanya tidur sekitar 0 sampai 3 jam semalam. Saya bekerja, bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja…”

Demikian perkataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi beberapa waktu lalu yang cukup menggegerkan seperti dikutip dari berbagai media seluruh dunia. Ini jadi menggegerkan karena menggambarkan betapa Takaichi itu sungguh gila kerja.

Ada yang pro dan ada yang kontra. Kalangan pro memujinya karena sebagai pejabat publik, dia mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan dirinya sendiri, bahkan kesehatannya. Dia seakan-akan betul-betul telah “mewakafkan” jiwa dan raganya untuk negaranya.

Gejala kerja berlebih bahkan gila kerja ini agaknya sudah mulai menjamur di kalangan pekerja bahkan eksekutif perusahaan di Indonesia. Secara sadar maupun tidak sadar, makin banyak dari kita yang bekerja lebih keras bahkan hingga masuk tahap gila kerja.

Ilustrasi orang yang tetap bekerja di tempat liburan. Kreasi AI-Suar.id/Krisna

Budidaya Pendidikan

Saudaraku, dunia sedang berubah bukan karena dunia telah tua, tetapi karena ia terus menemukan cara baru untuk menjadi muda kembali—dengan teknologi sebagai penyulut, dan disrupsi sebagai percikan-percikan petir yang menyambar.

Zaman batu tak berakhir karena habis batunya. Zaman besi tak datang karena perunggu sirna. Semua berubah bukan karena kekurangan, tapi karena penemuan. Maka, jangan takut pada badai perubahan. Takdir kita adalah menjadi layar yang lentur di tiupan angin tak tentu arah.

Tugas pendidikan bukanlah mencetak bata-bata keterampilan yang kaku, tapi menggali tanah liat pikiran yang bisa dibentuk ulang—lentur, tapi kokoh. Karena di dunia yang terus berubah, yang bertahan bukan yang paling kuat, tapi yang paling bisa menyesuaikan.

Manusia pembelajar haruslah seperti bambu: meliuk dalam angin, tapi tak patah; berakar dalam tanah, namun menjulang ke langit.
Cendekiawan Muda Yudi Latif (Foto: AI/ Tim SUAR)
ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Viewsletter

Rekomendasi SUAR