Wartawan merekam layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/sgd
Dalam Artikel Ini
Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Rasa takut adalah penyakitnya. Kerja keras dan pergerakan cepat adalah penawarnya." (Travis Kalanick -Pendiri Uber)
Usai Rapat dengan MSCI, BEI Akan Keluarkan Saham HSC dari IHSG
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengecualikan seluruh saham yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keputusan ini keluar usai BEI bertemu perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam konferensi daring pada Senin (19/10/2026) petang. Pengecualian saham HSC dari perhitungan IHSG tidak sama dengan penghapusan pencatatan saham atau delisting. Saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan, tetapi perubahan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.
Keputusan BEI mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi/HSC dari perhitungan IHSG merupakan langkah tepat, tetapi belum cukup untuk memperbaiki integritas pasar modal Indonesia. kemajuan reformasi tersebut dinilai belum konsisten. Dugaan perdagangan terkoordinasi masih menjadi perhatian, sementara bukti penindakan yang berarti belum terlihat dalam evaluasi yang disampaikan kepada investor. Karena itu, Indonesia perlu menunjukkan bahwa reformasi menghasilkan perubahan nyata dan berjalan secara merata di seluruh pasar, bukan hanya berupa pengumuman kebijakan.
Ke Pasar Lebih Likuid, Semua Dana Kini Berduyun-duyun
Turbulensi ekonomi global memicu perilaku investor yang mulai mencairkan instrumen jangka pendek mereka. Membaca sinyal dari berbagai pasar, para pemilik dana segar kian mencari pasar yang lebih likuid, andal, dan terpercaya. Fleksibilitas regulator menentukan daya serap pasar atas fenomena yang terjadi sekali dalam berdasawarsa ini.
Hadapi CBAM, Industri Baja Perlu Percepat Dekarbonisasi
Penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026 mendorong industri Indonesia mempercepat dekarbonisasi agar tetap kompetitif di pasar ekspor.
Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan, potensi kewajiban karbon terhadap produk Indonesia mencapai USD 208,1 juta dan dapat meningkat menjadi USD 288,4 juta apabila cakupan CBAM diperluas. Karenanya, IESR merekomendasikan dekarbonisasi industri.
Danantara Bidik Investasi Berbasis Teknologi dan Inovasi di Enam Sektor
Danantara tengah membidik peluang investasi berbasis inovasi dan teknologi di enam sektor strategis, di antaranya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, infrastruktur mobilitas, hingga industri keuangan, menjadi salah satu strategi dari Danantara untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing nasional dalam mendukung program pemerintah.
Sektor pangan menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Visi pemerintah mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi salah satu program Asta Cita ini mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar. Pada tahun 2024, pada awal masa pemerintahan Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 14,66 triliun. Namun, arah kebijakan anggaran Kementan berubah drastis dan mengalami peningkatan untuk mengakselerasi program Asata Cita. Pada tahun 2025, alokasi anggaran Kementan melonjak hingga 100,3%, mencapai angka Rp 29,37 triliun. Peningkatan anggaran berlanjut pada tahun 2026 sebesar 36,7%, dengan total anggaran menembus Rp 40,15 triliun. Namun, dampak dari kebijakan efisiensi anggaran, dalam APBN yang telah disahkan (29/9/2026), anggaran Kementan mengalami penyesuaian, yakni turun 30,2% menjadi Rp 28,02 triliun untuk tahun 2027.
Allpack Indonesia Expo 2026 akan diselenggarakan pada 20-23 Oktober 2026 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini mempertemukan lebih dari 1.600 perusahaan dari 42 negara di bidang pengemasan, automasi, hingga plastic processing machinery.
Nigerian–Indonesian Investment and Trade Forum (NIITF) 2026 akan berlangsung pada 20-21 Oktober 2026 di Hotel Borobudur Jakarta. Memasuki edisi kelima, forum investasi dan perdagangan Nigeria–Indonesia ini akan mempertemukan calon mitra bisnis untuk mengeksplorasi berbagai peluang investasi di antara kedua negara.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR