IHSG dibuka menguat. Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Dalam Artikel Ini
Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Semakin sulit pertempuran, semakin besar kejayaan dari kemenangannya." (George Washington - Presiden Pertama Amerika Serikat)
Sehari Setelah Bicara dengan MSCI, IHSG Kembali Menguat dan Otoritas Lanjutkan Bersih-Bersih
Sehari setelah otoritas pasar modal berkomunikasi dengan firma global Morgan Stanley Capital International (MSCI), perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, (20/10/2026) ditutup menguat 5,65% pada level 5.278,88. Tak hanya ditopang sejumlah rencana pembelian saham kembali atau buyback oleh emiten jumbo, kenaikan IHSG ini juga menandakan pasar cukup merespon positif reformasi yang terus dilakukan otoritas pasar modal.
Namun, investor jangan lantas terlalu terburu-buru larut gembira. Nilai net sell pada Selasa capai Rp2,2 triliun. Artinya, asing belum sepenuhnya yakin apa yang dilakukan di pasar modal Tanah Air.Kendati demikian, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan komunikasi kepada publik pasar tentang berbagai langkah yang akan dilakukan ke depan.
Persetujuan Asian Development Bank (ADB) terhadap pinjaman USD 650 juta atau setara Rp11,68 triliun untuk proyek pendalaman pasar keuangan Indonesia membutuhkan tindak lanjut konstruktif. Dengan fokus penguatan likuiditas dan transisi green financing, komitmen regulator dan pelaku pasar menentukan sejauh mana guyuran dana efektif memperkuat sektor keuangan Tanah Air.
Pernyataan resmi ADB mengungkapkan, dukungan dana ini bertujuan membantu meningkatkan likuiditas pasar, transparansi, dan partisipasi investor dengan mendukung pinjaman sekuritas, penyedia likuiditas, serta pengembangan pasar obligasi.
Dunia Usaha Bawa Aspirasi Pembiayaan Iklim di COP31
Dunia usaha Indonesia mendorong agar Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 atau Conference of the Parties (COP31) yang berlangsung pada 9–20 November 2026 di Antalya, Turki, menghasilkan dukungan konkret bagi pelaku usaha dalam menjalankan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan, dunia usaha perlu memastikan agenda transisi hijau global turut mempertimbangkan kesiapan, kemampuan, dan daya saing pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan di negara berkembang.
Krisis iklim yang berlangsung berkepanjangan tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menekan pendapatan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu terutama dirasakan oleh nelayan, pekerja sektor gig, hingga pekerja lepas.
Hasil riset menunjukkan sebanyak 41% responden merasakan dampak krisis iklim terhadap pola konsumsi dan biaya pangan. Sebanyak 39% responden merasakan dampaknya pada produktivitas dan pendapatan, sedangkan 20% lainnya menyebut akses tempat tinggal dan biaya transportasi sebagai aspek yang terdampak.
Dalam tiga dekade terakhir, IHSG beberapa kali mengalami guncangan akibat banyak faktor. Pengalaman menunjukkan dari setiap kejatuhan, IHSG mampu bangkit kembali dalam kurun waktu 1-1,5 tahun. Pada rentang waktu 1990-1994, IHSG pernah mengalami tren penurunan berkepanjangan. Indeks jatuh dari level 638,80 menjadi 226,68. Dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk kembali ke titik tertinggi sebelumnya. Selanjutnya, saat krisis finansial Asia 1997-1999, IHSG pun terjun bebas. Pada 4/1990 IHSG berada di level 638,80 dan turun bertahap hingga di titik terendah di level 226,68 pada 10/1991. IHSG berangsur membaik dan kembali di level 600-an pada awal tahun 1994. Dibutuhkan 18 bulan untuk pulih kembali dari titik tertinggi sebelumnya. Pola serupa juga terjadi saat krisis keuangan global melanda pada 2008. Indeks yang berada di 2.721,94 pada awal 2008 terjun ke level 1.256,7 pada Oktober.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Oktober 2026 akan diselenggarakan Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB - selesai. Pengumuman dapat disaksikan melalui kanal Youtube resmi BI. Hasil penetapan suku bunga acuan menjadi penting bagi dunia usaha untuk melihat bagaimana dinamika pengelolaan moneter Tanah Air.
Indonesia menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Acara ini akan dihadiri oleh 1.395 partisipan dari 51 negara dan tujuh organisasi internasional. Konferensi ini juga akan menghadirkan 45 pembicara dari 12 negara untuk berbagi perspektif dan membahas arah perkembangan ekonomi kreatif dunia.