Pencapaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap impor bahan baku.
Ditemui di kantor pusat perusahaan, Selasa (9/6/2026), Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Suryopratomo berbicara mengenai masa depan industri ban, tantangan yang dihadapi manufaktur nasional, pentingnya pengembangan sumber daya manusia.
Industri pengolahan nonmigas atau manufaktur akan tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan
Lebih dari 95% kebutuhan bahan baku obat nasional masih bergantung pada pasokan luar negeri. Kimia Farma menjadi perusahaan farmasi pertama yang berhasil menerapkan program change source dengan mengganti sejumlah bahan baku impor menggunakan bahan baku produksi dalam negeri.
Perekonomian manufaktur Indonesia selama bulan Mei 2026 masih mengalami tekanan, lantaran produksi yang terhambat oleh kenaikan harga bahan baku hingga keterbatasan ketersediaan input.
Strateginya adalah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan stabilitas tenaga kerja. Sebagian besar perusahaan saat ini fokus melakukan efisiensi operasional dan penguatan produktivitas.
Pemerintah mewajibkan eksportir menyimpan DHE di bank-bank yang merupakan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama 12 bulan, dengan ketentuan konversi ke rupiah maksimal 50%.
Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada April 2026 turun ke level 49,1, masuk ke zona kontraksi setelah bulan sebelumnya berada di 50,1.
Kinerja triwulan pertama ditopang banyaknya hari besar keagamaan. Ini melanjutkan perform dari triwulan sebelumnya. Namun, dunia usaha perlu mewaspadai tekanan kenaikan berbagai biaya produksi di triwulan II-2026 dampak konflik berkepanjangan gejolak di Timur Tengah.
Industri tekstil sudah mempersiapkan modernisasi mesin-mesin produksi yang hemat energi bekerja sama dengan berbagai negara.
Proyek yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini mencatatkan total investasi sekitar USD 600 Juta atau setara Rp10,2 triliun, sekaligus menjadi tonggak penting dalam percepatan hilirisasi industri kimia nasional.
Kenaikan harga energi tersebut berdampak langsung pada biaya produksi, terutama untuk bahan baku utama seperti plastik yang masih bergantung pada turunan minyak bumi.
Menampilkan 12 dari 38 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.