Kinerja pasar keuangan Indonesia mulai diakui lembaga pemeringkat global. Reformasi pasar saham tak boleh berhenti.
Pasar saham Indonesia mengalami penguatan di tengah ketidakpastian global. Kembalinya kepercayaan investor atas inisiatif reformasi di sektor keuangan.
Di tengah gairah pasar yang mulai membaik, penawaran perdana saham beberapa perusahaan beberapa waktu lalu mengalami titik klimaks
Setelah sempat tertekan hingga menyentuh level terlemahnya tahun ini, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Apresiasi rupiah kali ini berlangsung beriringan dengan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 5.342,14 melemah 4,52% atau turun 252,63 poin dari posisi sebelumnya 5.594,77. Sebanyak 701 saham melemah, 78 saham menguat, dan 180 saham stagnan.
Dalam waktu relatif singkat, investor asing beramai-ramai melepas aset baik yang berupa kepemilikan saham maupun surat berharga. Di bursa saham, asing mencatat net sell Rp 61,3 triliun sejak awal tahun. Sementara di pasar obligasi, kepemilikan SBN oleh asing berkurang Rp 15,5 triliun dalam 5 bulan.
Pelemahan rupiah yang signifikan dan turunnya nilai saham secara tajam di pasar bursa dalam negeri perlu disadari sebagai tanda adanya kesalahan dalam tata kelola kebijakan.
Merosotnya IHSG dipicu sentimen eksternal dari outlook dari S&P dan peringkat kredit Moody's Rating. Sentimen internal dalam negeri juga memicu merosotnya IHSG.
Pergerakan IHSG di zona merah terjadi selama delapan hari berturut-turut dua pekan lalu dan mencapai level terendah di bawah 6.000. Kemerosotan IHSG selama empat bulan terakhir menempatkan pasar saham Indonesia di posisi terbawah, baik di tingkat ASEAN, Asia Pasifik, maupun dunia.
Benang merah dari penyelenggaraan Indonesia IRF (Investor Relations Forum) 2026 pada 11 Mei 2026 menegaskan bahwa tanpa reformasi struktural yang kredibel, daya tarik pasar keuangan domestik berisiko tergerus oleh volatilitas yang kian meningkat.
Regulator dan otoritas pun sudah menggulirkan dan tengah meneruskan agenda reformasi di lantai bursa. Kini semua pemangku kepentingan tengah bekerja keras mewujudkan era baru pasar modal.
Bagaimana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan? Apakah bakal kembali jeblok? Atau apakah justru akan bangkit dan melesat? Barangkali kita bisa temukan jawabannya dengan berkaca pada sejarah.
Menampilkan 12 dari 22 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.