Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Kesiapan ini dinilai penting, mengingat EUDR mewajibkan seluruh produk hasil hutan maupun perkebunan yang masuk ke pasar Uni Eropa selain mampu memenuhi aspek legalitasnya.
Indonesia punya peluang ekspor hasil pertanian khususnya pisang dan nanas ke Jepang. Masih kalah sama Filipina
Hambatan yang dapat memengaruhi kinerja ekspor komoditas mineral yang memiliki kandungan mineral ikutan yang juga bernilai tinggi harus segera diatasi.
Pengusaha UMKM didorong meningkatkan mutu produknya agar bisa berdaya saing global. Ekspor kini bisa dilakukan melalui e-commerce
Ekspor mineral yang mengandung tanah jarang bisa dibebaskan. Pemerintah masih menghitung besaran kadar yang nantinya dapat menjadi batas dalam kegiatan ekspor.
Ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia baru berkontribusi sekitar 2,2% terhadap total ekspor Indonesia. Potensi pasar besar karena pertumbuhan kelas menengah Asia.
Perlu upaya meningkatakan ekspor untuk bisa menggenjot pertumbuhan. Sektor riil masih menghjadapi tekanan
Petani kopi belum punya kesadaran terkait ketertelusuran atas komoditasnya. Selain memperlancar pemasaran, ketertelusuran bisa jadi alat kontrol kualitas
Setelah mencatat defisit perdagangan dengan Thailand selama periode 2021-2025, Indonesia berharap perubahan menjadi surplus melalui kemitraan strategis yang baru.
Kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di dalam negeri bisa berdampak ke industri. Keuangan perusahaan bisa terganggu
Jepang berpotensi jadi pasar besar kopi Indonesia. Perlu penguatan dalam hal ketelusuran dan sertifikasi
Pemerintah Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Katalis 2.0 (13/7/2026) di Jakarta sebagai kelanjutan dari keberhasilan kerjasama fase pertama (2021–2025). Upaya ini sebagai langkah strategis memperkuat ikatan kerjasama bidang perdagangan kedua negara.
Menampilkan 12 dari 93 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.