Integritas Erry Riyana Hardjapamekas, Ego Menolak Cermin dan Kurikulum Cinta

Integritas Erry Riyana Hardjapamekas, Ego Menolak Cermin dan Kurikulum Cinta
Photo: Unsplash
Daftar Isi

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Integritas Harga Mati Erry Riyana Hardjapamekas

Berbeda dari kebanyakan mahasiswa yang gemar berhura-hura, Erry Riyana Hardjapamekas memilih bekerja sambilan saat berkuliah di Akuntansi Unpad pada 1968. Dari mengantar pesanan cetakan hingga membantu sewa sound system, Erry muda rajin mencari uang saku sekaligus memperluas relasi. Namun, sebuah insiden di mana temannya nekat meminta komisi atas bantuan tanpa pamrih Erry menjadi titik balik yang membekas hingga setengah abad kemudian—sebuah momen awal yang menempanya memahami arti integritas. Prinsip tak terkikis inilah yang kelak menuntun karirnya dari profesional BUMN, Wakil Ketua KPK periode pertama, hingga kini.

"Integritas adalah perjalanan seumur hidup. Ia harus diwujudkan secara konsisten. Mudah mempertahankan prinsip ketika keadaan nyaman, tetapi jauh lebih sulit ketika ada tekanan dan konsekuensi yang harus dihadapi," katanya.

Ketua Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAKI) dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas. (Foto Chris Wibisana/ SUAR)

Jakarta Watersport 2026: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan PODSI DKI Jakarta siap menghentak Danau Sunter, Jakarta Utara, lewat gelaran Jakarta Watersport 2026 bertema “Ride the Wave of Jakarta” pada 1–2 Agustus mendatang. Menjadi bagian dari pemanasan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ajang ini tidak hanya memacu adrenalin lewat kompetisi Dragon Boat, Stand Up Paddle, hingga Kayak Mini, tetapi juga memanjakan pengunjung dengan festival hiburan, bazar kuliner, deretan games keluarga, serta panggung musik yang dihidupkan oleh penampilan Moluccan Soul dan Angger Dimas.

Aston Villa vs Indonesian All Stars: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) siap memanaskan atmosfer sepak bola nasional saat Indonesia All Stars menjajal kekuatan klub Premier League, Aston Villa, dalam laga persahabatan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Bentrokan bergengsi ini menjadi sajian utama dalam rangkaian Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026, sekaligus ajang pembuktian bagi para bintang sepak bola Tanah Air untuk mengukur kemampuan melawan ketajaman skuad papan atas Liga Inggris.

Badminton Shuttle Open 2026 : Basket Hall GBK siap menjadi panggung reuni para raja bulu tangkis saat ajang Badminton Shuttle Open 2026 bergulir pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Turnamen ekshibisi berkelas ini bakal menyuguhkan duel nostalgia yang memanjakan para pecinta tepok bulu, mempertemukan jajaran legenda badminton dunia bertolak belakang dengan deretan maestro legendaris Tanah Air dalam satu lapangan.

Menghadapi Ego yang Menolak Cermin

Setiap orang punya tabiat berbeda. Pengalaman hidup, latar belakang keluarga dan lingkungan akan berpengaruh pada dirinya saat beriteraksi dengan orang lain. Ada yang rendah hati, membumi, ada yang selalu mengalah untuk tujuan yang lebih besar, toleransi.

Namun ada juga yang suka menerima pujian, lalu berlaku bak seorang pahlawan berkeliling ruangan sambil dielu-elukan atas keberhasilannya, tetapi mendadak defensif ketika menerima kritik.

Ia senang ketika keberhasilannya dibicarakan, tetapi merasa diserang ketika kekurangannya disentuh. Masukan yang seharusnya menjadi bahan evaluasi justru dianggap sebagai ancaman terhadap harga diri.

Di dalam organisasi, tabiat semacam ini bisa menjadi silent killer. Ia tidak selalu hadir dalam bentuk pertengkaran atau konflik terbuka. Justru bahayanya terletak pada sifatnya yang sunyi. Orang-orang mulai memilih diam, komunikasi menjadi tidak jujur, kesalahan berulang, dan perlahan kepercayaan antarkolega menghilang.
Photo by visuals / Unsplash

Kurikulum Cinta

Saudaraku, bayangkan sebuah ruang belajar, di mana wajah-wajah muda tak hanya menghapal rumus dan ayat, tapi merasakan denyut kasih di setiap pelajaran dan aktivitas. Guru tak sekadar pengajar, tapi pemantik api kasih di dada siswa.

Di ruang belajar, pendidikan menanam sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pengetahuan: cinta yang menghidupkan sebagai persemaian manusia seutuhnya.

Cinta bukan hanya gejolak hati, tapi tindakan yang hadir dalam kehidupan. Patut ditanamkan bahwa cinta itu aktif — hadir untuk memahami, merawat, dan menggerakkan, bukan sekadar merasa dan menerima secara pasif.
Cendekiawan Muda Yudi Latif (Foto: AI/ Tim SUAR)

Baca selengkapnya