Gaya Koboi dan Gaya Tertib
Kita baru saja menyaksikan estafet kepemimpinan bendahara negara dari seorang bergaya bak koboi menjadi pemimpin bergaya tertib.
Kita baru saja menyaksikan estafet kepemimpinan bendahara negara dari seorang bergaya bak koboi menjadi pemimpin bergaya tertib.
Koboi. Itulah deskripsi umum publik tentang Purbaya Yudhi Sadewa. Gaya slengean. Bicara blak-blakan. Kerap bergerak keluar batas pakem lazim.
180 derajat berbeda dengan Purbaya adalah Suahasil Nazara. Sosoknya tenang. Bicaranya tertata dan santun. Suahasil bak murid teladan yang disiplin menaati koridor aturan sekolah.
Kita baru saja menyaksikan estafet kepemimpinan bendahara negara dari seorang bergaya bak koboi menjadi pemimpin bergaya tertib.
Tulisan ini dibuat tidak untuk menilai Purbaya atau memprediksi kebijakan Suahasil. Tidak. Tapi mari kita tarik ke konteks korporasi. Bila anda jadi pemimpin perusahaan, pendekatan gaya manajerial seperti apa yang anda pilih? Bergaya koboi atau gaya tertib?
Sejauh yang penulis ketahui, gaya manajemen koboi dan gaya tertib ini sejatinya tidak ada dalam buku teks ilmu manajemen. Lazimnya, buku-buku manajemen menyebut gaya manajemen itu antara lain seperti otokratik, demokratik, delegatif, transaksional, servant, coaching, dan lain-lain.
Penulis pun tidak berpretensi menjadi seorang ahli manajemen. Tulisan ini murni observasi penulis menjadi wartawan ekonomi selama belasan tahun mengamati berbagai pola manajemen dari para pengusaha hingga pengambil kebijakan.
Jadi, baik kepemimpinan bergaya koboi maupun kepemimpinan bergaya tertib, semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Konteks. Ya tergantung konteksnya. Keduanya bisa dioptimalkan tergantung kondisi dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
Ciri gaya kepemimpinan koboi itu kurang lebih begini: spontan dan cenderung reaktif, namun mengambil keputusan dengan sangat cepat. Berani mengambil risiko, berani mendobrak ketermampatan, dan bicara terus terang serta blak-blakan.
Sederhananya, kita lihat saja koboi yang hidup di era jahiliyah "Wild-wild west" yang penuh kekacauan. Koboi selalu digambarkan sebagai sosok yang tanpa basa-basi, luwes tidak birokratis, dan berani menerjang segala rintangan yang menghadangnya.
Dalam konteks korporasi hari ini, kepemimpinan gaya koboi sangat tepat untuk menyuntikkan tak hanya semangat baru namun juga gebrakan baru pada institusi konservatif.
Institusi yang sudah terlalu mapan sistemnya seringkali hanya bergerak otonom tanpa ada suntikan gairah dan inovasi baru. Maka diperlukan sang koboi untuk merangsang gebrakan pada institusi ini.
Di sinilah seorang pemimpin bergaya koboi akan membongkar struktur lama yang usang. Gaya blak-blakan si koboi juga memungkinkan beragam persoalan yang dulu seakan tabu dibahas atau sungkan diungkapkan, bisa terurai dan selesai. Si koboi akan meluruhkan ketermampatan yang jadi penghambat laju perusahaan.
Namun, kepemimpinan gaya ini bukan tanpa kelemahan. Gebrakan yang dilakukan kerap kali terlalu cepat berjalan, sehingga sulit diikuti seluruh awak lainnya. Sang pemimpin sudah berlari cepat sementara anak buahnya baru belajar berjalan. Akhirnya alih-alih sampai tujuan bersama, baik si koboi maupun anak buah sama-sama kelelahan karena kesulitan menyamakan langkah bersama.

Kepemimpinan gaya koboi juga mensyaratkan modal sosial yang kuat di ekosistem institusi tempatnya berada. Beragam gebrakan yang kerap menerabas tatanan lama akan berhadapan dengan kelompok status quo yang enggan beranjak karena telah menikmati kenyamanan yang selama ini telah berjalan. Pada akhirnya, perubahan yang diharapkan terjadi pada institusi itu malah akhirnya tidak berjalan.
Berkebalikan sepenuhnya dari gaya koboi adalah ciri gaya tertib. Dia akan mengedepankan stabilitas dan harmonis. Pemimpin bergaya tertib rajin berkomunikasi, berkoordinasi, bersinergis agar semuanya bisa berjalan seiring dan seirama.
Pemimpin bergaya tertib ini sangat cocok dan optimal bekerja di korporasi atau institusi dimana sistemnya yang telah berjalan mapan dan stabil. Pengambilan keputusan sudah berdasarkan sistem serta aturan yang jelas.
Etos kerja disiplin pemimpin gaya ini bisa mendorong tim bisa bekerja lebih optimal dalam eksekusi operasional sehari-hari. Misalnya saja, bon & kuitansi belanja tercatat lebih rapi. Pengumpulan tugas bisa lebih tepat waktu sebelum tenggat yang ditetapkan.
Kehadiran pemimpin ini pun bisa menghadirkan rasa aman dan nyaman. Ritme kerja tim pun bisa lebih stabil. Gerak dan tujuan perusahaan bisa dicapai setahap demi tahap, walau lambat tapi konsisten.
Namun, seperti halnya pemimpin bergaya koboi, pemimpin gaya tertib juga bukannya tanpa kekurangan. Pendekatan yang mengedepankan stabilitas dan harmonis menyulitkannya ketika ingin membuat gebrakan di perusahaan. Apalagi bila perusahaan tersebut dipenuhi pekerja status quo yang menghambat laju perusahaan.

Seiring berkembangnya volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA), maka pemimpin pun harus kian adaptif dalam menghadapi tantangan yang ada.
Kondisi yang penuh ketidakpastian ini membutuhkan pendekatan beragam. Maka, pemimpin harus fleksibel dan terampil memasang dua “wajah” gaya manajemen ini sekaligus. Suatu waktu menggunakan gaya manajemen tertib, waktu lainnya gaya koboi.
Ahli manajemen, John C Maxwell dalam bukunya berjudul Leader Shift, menyebut salah satu transformasi yang harus dilakukan pemimpin di era kini adalah menjalankan fleksibilitas peran. Pemimpin tidak bisa memaksakan gaya tertentu dan hanya memberi perintah saja, namun juga dituntut menyesuaikan diri sebagai teladan, pembimbing, dan pemberi dukungan.
Mengutip teori Charles Darwin. “Makhluk yang paling beradaptasi dengan lingkunganlah yang akan bertahan hidup, bukan yang terkuat.” Maka jadilah adaptif.