Industri otomotif Indonesia berpeluang melanjutkan tren pertumbuhan pada semester II 2026 dengan dukungan penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut dinilai dapat menjadi katalis peningkatan penjualan kendaraan bermotor, seiring tingginya minat masyarakat terhadap produk baru dan berbagai program promosi yang ditawarkan para agen pemegang merek. Momentum ini semakin penting setelah industri mencatatkan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Angka tersebut tumbuh 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan kendaraan mulai pulih dan menjadi fondasi yang kuat bagi industri untuk mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun.
Peningkatan daya saing otomotif nasional
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, selain pasar domestik, performa ekspor kendaraan buatan Indonesia juga terus menguat. Hingga Juni 2026, ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) mencapai 251.705 unit atau meningkat 7,7 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2025 sebanyak 233.648 unit.
“Peningkatan ekspor tersebut mencerminkan daya saing industri otomotif nasional yang semakin baik di pasar internasional sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan di kawasan,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (28/7/2026).

Ia menuturkan kombinasi pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan industri otomotif nasional. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong produsen untuk terus meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, serta menghadirkan model-model baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dengan demikian, industri otomotif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor manufaktur.
Dalam konteks tersebut, GIIAS 2026 menjadi ajang strategis bagi produsen kendaraan untuk memperkenalkan berbagai model terbaru, teknologi ramah lingkungan, fitur keselamatan modern, hingga inovasi kendaraan elektrifikasi.
Pameran yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City diharapkan mampu menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian, terutama karena umumnya diikuti dengan penawaran harga khusus, skema pembiayaan yang lebih kompetitif, serta program insentif dari lembaga pembiayaan.
“GIIAS 2026 juga dipastikan menghadirkan beragam produsen otomotif dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat, Cina, hingga Vietnam,” ujar dia.
Kehadiran berbagai merek global tersebut tidak hanya memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen, tetapi juga memperketat persaingan yang pada akhirnya mendorong inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan.
Dengan dukungan tren penjualan yang positif pada semester pertama, GIIAS 2026 diyakini dapat menjadi motor penggerak peningkatan penjualan mobil nasional sepanjang semester II 2026 sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
Berpeluang tembus 1 juta unit
Kementerian Perindustrian optimistis penjualan kendaraan di Indonesia berpeluang kembali menembus angka 1 juta unit. Optimisme tersebut didorong oleh pertumbuhan produksi dan penjualan otomotif nasional yang terus menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026.
Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kemenperin, Patia Junjungan Monang Do mengatakan, di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, industri alat angkut masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Kita patut bersyukur bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, industri alat angkut secara konsisten menyumbang 1,2 persen terhadap PDB nasional. Angka tersebut merepresentasikan nilai tambah ekonomi bersih lebih dari Rp284 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia," ujar dia dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (28/7).

Patia menjelaskan, kinerja positif industri otomotif nasional juga tercermin dari capaian produksi kendaraan sepanjang semester pertama tahun ini. Menurut dia, produksi kendaraan domestik mencapai sekitar 615.000 unit, atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi produksi, permintaan pasar domestik juga mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari capaian penjualan secara wholesales yang tumbuh 15,9 persen secara kumulatif hingga mencapai 436.000 unit.
Melihat tren tersebut, Kemenperin meyakini target awal penjualan kendaraan nasional sebesar 850.000 unit pada 2026 dapat tercapai. Bahkan, jika pertumbuhan terus terjaga hingga akhir tahun, angka penjualan kendaraan nasional berpeluang kembali mendekati 1 juta unit, yang terakhir kali dicapai pada 2023.
Inovasi produk pabrikan otomotif Korea
Sementara itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang akan digelar mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Dalam gelaran tahun ini, Hyundai berupaya memperlihatkan inovasi produk, mulai dari jajaran kendaraan ICE, Hybrid, dan EV yang dirancang untuk berbagai kebutuhan mobilitas.
Melalui inovasi yang dihadirkan, Hyundai menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat industri otomotif Indonesia. Tak hanya itu, Hyundai juga menawarkan berbagai program dan layanan yang memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih bernilai.
Dalam ajang tahunan ini, Hyundai menghadirkan model-model andalannya seperti Creta, Stargazer, Staria, Santa FE, hingga Palisade.

Di GIIAS 2026, Hyundai juga menghadirkan berbagai inovasi terbaru, termasuk EV Prototype 7-Seater yang akan diproduksi di Indonesia, IONIQ 3, serta sejumlah model terbaru yang semakin memperkaya pilihan," papar manajemen HMID dalam keterangan resmi yang diterima SUAR di Jakarta (28/7).
Di booth Hyundai dalam GIIAS 2026, perusahaan juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif untuk seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat mencoba langsung pengalaman berkendara melalui sesi test drive, mengeksplorasi teknologi myHyundai Care dan Bluelink melalui berbagai demonstrasi interaktif, serta mengenal lebih dekat ekosistem layanan myHyundai Care yang mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh.
Misalnya, roadside assistance yang memberikan layanan derek, jumper, ganti ban, isi bensin, hingga diagnostik memungkinkan pelanggan melanjutkan perjalanan setelah menghadapi situasi darurat.
Lalu, ada Extended Warranty yang memungkinkan para pelanggan berkendara lebih jauh tanpa khawatir. Selain itu, Hyundai juga menghadirkan berbagai permainan dan tantangan yang dapat diikuti setiap hari, seperti Precision Power Shot, Pix Em Up, Score Your Goal, Hyundai x Asphalt Challenge, Sticker Photo Booth, hingga Hyundai Cup Corner yang terinspirasi dari semangat sepak bola.
Khusus di akhir pekan, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas spesial di panggung utama, mulai dari permainan interaktif, kompetisi berhadiah, hingga sesi bersama bintang tamu yang akan semakin memeriahkan pengalaman berkunjung ke booth Hyundai. Seiring dengan itu, Hyundai juga menyiapkan berbagai program penjualan dan promo eksklusif selama GIIAS 2026 untuk memberikan kemudahan serta nilai tambah bagi pelanggan yang ingin memiliki kendaraan Hyundai.