Pelukis Akbar Linggaprana, Terus Bergulir & Spiritualitas Olahraga
•
3 Menit Baca
Oleh:
Selamat berakhir pekan.
Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Bagi Marsma TNI (Purn) M. Akbar Linggaprana, A.Md., melukis bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Ketertarikannya terhadap seni rupa telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar dan semakin kuat ketika memasuki sekolah menengah atas pada tahun 1972. Saat itu, ia mulai membayangkan masa depan sebagai seniman atau menekuni profesi yang masih berkaitan dengan dunia seni.
Pria kelahiran Yogyakarta 16 Oktober 1956 itu mengaku kerap dimintai bantuan teman-temannya ketika harus menggambar. Ketertarikan itu kemudian membawanya menempuh pendidikan seni rupa hingga melanjutkan studi ke STSRI “ASRI” Yogyakarta, Jurusan Seni Lukis, angkatan 1976.
“Pengalaman melukis memang kayaknya bakat deh. Pada waktu SMA saya sudah dianggap memiliki bakat sama teman-teman. SD pun kalau saya menggambar sering dimintai bantuan sama teman-teman,” kata Lingga, sapaannya, kepada SUAR di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (18/8/2026).


IIPE 2026: Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 kembali hadir di ICE BSD pada 4–6 September 2026 untuk memanjakan kamu dan anabul kesayangan. Pameran industri hewan terbesar ini tak hanya menghadirkan deretan produk, makanan, hingga aksesori terbaru, tetapi juga diramaikan oleh berbagai kompetisi seru, kontes hewan yang menggemaskan, serta menjadi ajang kumpul komunitas satwa dari berbagai penjuru.
Amartha 10X Run : Amartha 10X Run 2026 akan diselenggarakan pada hari Minggu, 6 September 2026. Event lari tahunan ini mengusung konsep lari dan festival pasar tradisional yang berlokasi di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Peserta yang berhasil mencapai garis finish akan disuguhi konsep unik berupa festival pasar tradisional. Anda bisa membawa pulang berbagai produk khas seperti sayur-mayur hingga souvenir unik (seperti ikan cupang di edisi sebelumnya) sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap UMKM lokal.

Ada paradoks dalam kehidupan manusia, dimana kehadiran sering terasa biasa, sementara kehilangan, membuatnya menjadi luar biasa. Kita tidak pernah menghitung berapa kali seseorang menyapa di pagi hari, tidak pernah mencatat berapa kali dia membantu menyelesaikan pekerjaan, tidak pernah menyadari bahwa candaan seseorang telah menjadi bagian dari ritme kehidupan di kantor.
Sampai suatu pagi, orang itu pergi. Mungkin itulah mengapa perpisahan tak perlu disesali dan bukan sekadar dilewati. Karena perpisahan memberi kita kesempatan melakukan sesuatu yang sering gagal kita lakukan, mengucapkan terima kasih.
Dalam ekosistem manusia yang dinamis, perpisahan adalah sebuah kepastian yang sunyi—fase di babak akhir yang selalu datang menyapa, seperti juga saat awal ketika dulu pintu pertama kali dibuka.

Saudaraku, rutinitas kerja membuat manusia lupa diri. Melupakan tubuh sebagai anugerah. Bukan untuk dipuja dalam gairah pamer diri, namun untuk disadari bahwa jiwa dan tubuh itu tak terpisah.
Dengan olah raga, kita menemukan kesadaran kembali pada jati diri, mensyukuri tubuh sebagai pangkalan eksistensi. Dengan menghela nafas dalam cucuran keringat, jiwa-raga menyerap energi semesta, lalu menghembuskannya kembali sebagai ekspresi penyatuan diri dengan kosmos agung.
Itu berarti, olahraga adalah doa dalam gerak, sebuah meditasi yang merasuk ke dalam tubuh dan jiwa. Setiap langkah, setiap tarikan napas, adalah zikir yang mengalir tanpa suara, menghubungkan manusia dengan kekuatan yang lebih besar dari dirinya.
