Napak Tilas Cinta Candi Plaosan

Napak Tilas Cinta Candi Plaosan

Candi Plaosan bisa diprediksi akan menjadi candi yang populer karena membawa cerita cinta yang luar biasa. Candi ini akan banyak dikunjungi para wisatawan terutama mereka yang mendambakan sebuah cinta yang indah.

Napak Tilas Cinta Candi Plaosan
Dalam Artikel Ini

Pagi ini langit Yogyakarta cerah. Langit semacam ini seakan merestui perjalanan cinta dari Sri Maharaja Rakei Pikatan yang beragama Hindu dan permaisurinya yaitu Sri Kahullunan (Pramoddawardhani) yang beragama Budha. Perjalanan cinta itu yang terjadi di abad 9, diabadikan dalam bentuk Candi Plaosan yang letaknya dekat Prambanan, yang mengalami pemugaran kembali yang salah satunya ditandai dengan acara pagi ini.

Kekayaan budaya Indonesia ternyata memang luar biasa. Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah dua candi yang sangat dikenal di Indonesia. Bahkan Candi Borobudur sering disebut sebagai warisan budaya dunia.

Candi Borobudur adalah candi Budha sementara Candi Prambanan adalah candi Hindu. Kedua candi tersebut berada di sekitar kota Yogyakarta yang dahulunya menjadi pusat pemerintahan kerajaan Mataram Kuno. Kedua candi yang sangat indah itu meninggalkan sejarah masa lalu Indonesia yang sangat megah.

Peninggalan Cinta Candi Plaosan

Tidak jauh dari Candi Prambanan, ternyata terdapat sebuah candi yang memiliki riwayat yang sangat menarik, yaitu Candi Plaosan. Candi Plaosan ini adalah candi Budha yang dibangun oleh Raja Hindu.

Rakai Pikatan seorang raja yang beragama Hindu dari Dinasti Sanjaya yang mencintai Pramoddawardhani yang beragama Budha dari Dinasti Syailendra.

Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno pada pertengahan abad ke 9, berarti tidak jauh berbeda dengan masa berdirinya Candi Borobudur maupun Prambanan. Candi Borobudur dibangun pada akhir abad ke 8 dan diselesaikan pada awal abad ke 9. Sementara Candi Prambanan dibangun sejak pertengahan abad ke 9 oleh Rakai Pikatan yang merupakan Raja Mataram Kuno yang beragama Hindu. Tidak mengherankan bahwa kedua candi tersebut berada tidak jauh dari kota Yogyakarta yang pernah menjadi pusat kerajaan Mataram Kuno.

Petugas keamanan berada di kompleks wisata Candi Plaosan di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021). ANTARA FOTO/Aloysius Jarit Nugroho/aww.

Candi ini terdiri dari 2 candi induk yang kembar (Twin temples) dikelilingi oleh puluhan candi pendamping yang lebih kecil yang dikenal sebagai Perwara.

Candi Perwara ada yang berbentuk stupa dan disebut Perwara Stupa. Perwara Stupa yang jumlahnya semula ada 268 stupa tersebut mendaki unsur Budha dalam candi tersebut.

Sementara itu, Candi 2 Perwara ini merupakan persembahan dari wilayah-wilayah yang berada dalam naungan Kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan informasi di lapangan, pada masanya dulu jumlah Perwara yang mengelilingi candi induk tersebut terdapat 72 candi.

Namun, dalam perkembangan saat ini, ada 50 candi Perwara yang sedang dipugar kembali. Dari pemandangan fisik di lapangan, tampak sekali bahwa kompleks Candi Plaosan ini merupakan kawasan candi yang besar.

Dengan melihat pemandangan candi ini bisa dibayangkan kemampuan kerajaan Mataram Kuno pada zamannya dulu merupakan kerajaan yang makmur sehingga mampu membangun beberapa candi besar yang tentunya memerlukan sumber daya yang tidak main2.

Nutup Sungkup Candi Plaosan

Hari ini tanggal 9 September 2026, di Candi Plaosan diselenggarakan sebuah acara Nutup Sungkup atau "topping off" dari puncak salah satu Candi Perwara. Acara tersebut dilakukan oleh Bapak Fadly Zon sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia menandai lanjutnya upaya renovasi yang diprakarsai oleh Djarum Foundation.

Jumlah Candi Perwara yang sudah berhasil dikembalikan pada masa kejayaannya sudah ada beberapa. Yang akan diresmikan hari ini adalah deret pertama dan kedua Candi Perwara. Dari apa yang tampak dilapangan masih akan ada lagi puluhan Candi Perwara yang akan dibangun kembali.

Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadly Zon di Kompleks Candi Prambanan. Foto: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan.

Masing masing candi Perwara yang dibangun tersebut sudah tersedia bahan materialnya sebagaimana hasil penelitian yang sudah dilakukan. Jika masih terdapat kekurangan atau ada bagian yang hilang, maka bagian tersebut akan digantikan dengan batu andesit yang berasal dari kawah Gunung Merapi yang memiliki karakter bebatuan yang sama.

Upaya pemugaran Candi Plaosan tidak hanya memiliki arti dari sisi pelestarian sejarah saja. Sebab untuk pemugaran Candi Plaosan ini banyak tenaga ahli yang terlibat. Mereka ada yang memiliki keahlian mencari batu yang menjadi bagian candi tertentu, juga ada mereka yang memiliki keahlian memasang batunya dan sebagainya. Ini berarti pemugaran tersebut memiliki dampak penyerapan tenaga kerja yang besar.

Dampak Ekonomi Terbangunnya Candi Plaosan

Jika kompleks Candi Plaosan ini telah berhasil dilakukan, maka akan terdapat 3 kompleks candi yang besar yang ada disekitar Yogya, yaitu Borobudur yang merupakan candi Budha, Prambanan yang merupakan candi Hindu dan Plaosan yang merupakan candi campuran.

Candi Plaosan bisa diprediksi akan menjadi candi yang populer karena membawa cerita cinta yang luar biasa. Pada saat ini pun candi Plaosan sudah menjadi tempat banyak pengambilan foto pre-wed. Tetapi jika pembangunan sudah selesai maka candi ini akan banyak dikunjungi para wisatawan terutama mereka yang mendambakan sebuah cinta yang indah.

Infografik ini ditambahkan oleh redaktur Suar.id untuk memperkaya artikel.

Di India, peninggalan cinta antar agama semacam ini terwujud dalam peninggalan yang bernama Taj Mahal. Itu dibangun pada abad ke 17. Ternyata di Indonesia, kisah cinta di abad 9 diwujudkan dalam bentuk Candi Plaosan.

Jika renovasi Borobudur pada masanya dulu dilakukan dengan dukungan pendanaan dari UNESCO dengan bantuan pendanaan dari 15 negara, renovasi Candi Plaosan ini didukung pendanaannya oleh Djarum Foundation yang merupakan salah satu Dewan Penyantun Kebudayaan
Ini sekaligus menjadi pertanda semakin dewasanya dunia usaha di Indonesia, sehingga juga menandai semakin berkembangnya perekonomian Indonesia.

Pemugaran Candi Plaosan ini merupakan salah satu bagian dari Revitalisasi Cagar Budaya di Indonesia yang akan menjadi bagian penting dari perluasan ekonomi berbasis wisata dan budaya.

Baca juga artikel opini lainnya:

Kurikulum Cinta
Cinta bukan hanya gejolak hati, tapi tindakan yang hadir dalam kehidupan
Mengapa DVD Hilang, Blockbuster Bangkrut, tetapi Film Tidak Pernah Mati?
Artikel ini merupakan opini dari Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) dan Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Mohamad Ikhsan
ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Rekomendasi SUAR