Lolos dari Hormuz, Ini Kisah Kru Pertamina Pride saat Tiba di Cilacap

"We are happy to be finally out of Hormuz,"

Lolos dari Hormuz, Ini Kisah Kru Pertamina Pride saat Tiba di Cilacap
Kapal Gamsunoro Milik PT Pertamina International Shipping (PIS) Melewati Selat Hormuz (Humas Pertamina)
Daftar Isi

Ucapan singkat, "We are happy to be finally out of Hormuz," menggambarkan kelegaan yang dirasakan para awak kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) setelah berhasil melewati salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus penuh tantangan di dunia.

Kalimat itu disampaikan, Second Officer kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride Rizqi Rafif, saat menyapa jajaran manajemen PIS yang menyambut kedatangan kapal tersebut setelah kembali ke Tanah Air.

Selama berbulan-bulan bertugas di kawasan Teluk Arab, Rizqi bersama 22 awak kapal lainnya menghadapi dinamika operasional di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Setelah berhasil melintasi selat tersebut pada 8 Juli, Pertamina Pride akhirnya tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli. Kepulangan mereka disambut hangat melalui konferensi video oleh manajemen PIS, bersama para kru kapal Gamsunoro yang lebih dahulu sukses melewati Selat Hormuz dan kini kembali menjalankan layanan bagi pelanggan pihak ketiga di perairan Singapura.

Dalam suasana penuh kehangatan,  senyum para awak kapal yang kini telah meninggalkan kawasan Teluk tampak terpancar. Tersimpan cerita tentang berjam-jam penuh ketegangan ketika mereka harus melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus paling berisiko di dunia, Selat Hormuz.

Bagi para pelaut, ombak besar, angin kencang, dan cuaca ekstrem merupakan bagian dari keseharian. Namun kali ini, tantangan yang mereka hadapi jauh berbeda. Konflik geopolitik di kawasan membuat setiap keputusan navigasi harus diambil dengan penuh kehati-hatian.

Diliputi kekhawatiran

Third Officer di kapal Gamsunoro Daryl Josua Makaminang, mengaku situasi perang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh awak kapal. Gamsunoro melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan US Navy.

Bahkan, hanya sehari setelah kapal berhasil melintas, terjadi serangan terhadap kapal lain di kawasan tersebut.

"Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat," ujar dia dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (5/8)

Selama pelayaran, kapal membutuhkan sekitar delapan jam untuk menyelesaikan lintasan, termasuk sekitar empat jam melewati titik paling kritis di Selat Hormuz. Pertamina Pride juga menghadapi durasi pelayaran yang relatif sama.

Para kru kapal menceritakan tantangan berbeda yang mereka alami, mulai dari pemilihan jalur di tengah kondisi yang dinamis hingga gangguan terhadap sistem GPS yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh tim navigasi.

"Kami sempat khawatir. Dalam situasi seperti itu muncul pertanyaan harus mengikuti pihak yang mana. GPS juga mengalami jamming. Bisa dibilang kami sangat beruntung dapat melewati semuanya dengan selamat," kata Rifqi.

Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Surya Tri Harto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh awak kapal yang dinilai berhasil mengelola situasi dengan tenang dan profesional di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

"Keberhasilan ini bukan hanya soal disiplin operasional, tetapi juga tentang kemanusiaan. Sejak kapal memasuki kawasan Teluk, kami terus memantau perkembangan kondisi para kru. Keselamatan seluruh awak kapal selalu menjadi prioritas utama kami, bahkan sebelum kargo dan aktivitas operasional," ujar Surya.

Ia secara khusus menyampaikan pesan agar seluruh kru senantiasa mengutamakan keselamatan selama bertugas.

"Bagi kami, kalian adalah pahlawan. Dalam kondisi normal saja para pelaut sudah harus menghadapi ombak, angin, dan lautan. Di Selat Hormuz, kalian menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Semoga seluruh kru selalu diberikan keselamatan dalam setiap pelayaran berikutnya dan situasi dunia dapat segera membaik," tambahnya.

Foto udara kapal kontainer bersandar di dermaga Pelabuhan Kendari New Port, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/7/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/hma)

Rasa syukur

Komisaris Utama PT Pertamina International Shipping Anwar Saadi turut menyampaikan rasa syukur karena seluruh awak kapal berhasil melewati situasi tersebut dengan selamat.

"Selama beberapa bulan terakhir kami terus mengikuti perkembangan dan sangat mengkhawatirkan keselamatan para kru. Hari ini kami bersyukur melihat seluruh awak Pertamina Pride maupun Gamsunoro dalam keadaan sehat dan kembali dapat tersenyum." ujar dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para nakhoda dan seluruh awak kapal yang telah menunjukkan kesabaran, profesionalisme, dan dedikasi tinggi dalam menjaga keselamatan kapal, kru, maupun muatan selama melintasi Selat Hormuz.

Baca juga:

Lolos dari Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Akan Tiba 23 Juli
Kapal raksasa yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah tersebut kini tengah melanjutkan pelayaran menuju Indonesia dan diperkirakan tiba di Kilang Cilacap pada 23 Juli 2026 mendatang.

Setelah berhasil melewati kawasan Teluk, kedua kapal  fokus memulihkan performa armada untuk mendukung pelayaran berikutnya. MT Gamsunoro telah menjalani hull cleaning  yang akan mendorong peningkatan kecepatan kapal. Sementara Pertamina Pride melakukan underwater hull cleaning  sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelayaran selanjutnya.

Bagi para awak kapal, keberhasilan melintasi Selat Hormuz bukan sekadar menyelesaikan sebuah rute pelayaran. Di balik perjalanan tersebut tersimpan ketangguhan, keberanian, dan dedikasi para insan maritim Indonesia yang tetap menjalankan amanah menjaga distribusi energi nasional, bahkan ketika dunia tengah menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Penulis

Ridho Sukra
Ridho Sukra

Wartawan ekonomi makro dan DPR

Baca selengkapnya