Lolos dari Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Akan Tiba 23 Juli

Kapal raksasa yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah tersebut kini tengah melanjutkan pelayaran menuju Indonesia dan diperkirakan tiba di Kilang Cilacap pada 23 Juli 2026 mendatang.

Lolos dari Selat Hormuz, Kapal Pertamina Pride Akan Tiba 23 Juli
Pertamina Pride (Foto: Pertamina PIS)

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah dinamika geopolitik global yang tengah memanas.

Kapal raksasa yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah tersebut kini tengah melanjutkan pelayaran menuju Indonesia dan diperkirakan tiba di Kilang Cilacap pada 23 Juli 2026 mendatang.

Kapal Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai atau pukul 16.00 WIB. Tanker tersebut kemudian sukses melewati titik rawan di Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari pukul 00.15 WIB.

Keberhasilan ini menyusul jejak Kapal Gamsunoro yang sebelumnya juga telah lebih dulu bergerak dari Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak 24 Juni 2026 lalu.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa kelancaran pelayaran Pertamina Pride ini merupakan buah dari penerapan manajemen risiko yang komprehensif. Pihaknya melakukan koordinasi intensif secara terus-menerus dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, beserta seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Pertamina berterima kasih atas dukungan penuh Kemenlu dan KBRI Teheran. Berkat kerja sama tersebut, Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride bisa keluar dari kawasan Teluk Arab. Keberhasilan ini menunjukkan koordinasi dan kerja sama yang baik seluruh pemangku kepentingan serta kemampuan dalam mengelola risiko, sehingga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang nasional tetap terjaga," ujar Baron dalam press release di Jakarta, Kamis (9/7).

Baron menambahkan, operasional kapal dipantau secara ketat selama 24 jam penuh sepanjang perjalanan. Awak kapal di laut terus menjalin komunikasi dengan tim darat yang bersiaga di crisis center PT Pertamina International Shipping demi memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan optimal.

"Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia," katanya.

Pasokan minyak mentah yang dibawa oleh Pertamina Pride dinilai sangat krusial bagi ketahanan energi nasional. Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengamankan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui kesiapan armada serta sistem pemantauan yang terintegrasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvvone Mewengkang ditemui usai Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (9/7).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Kemlu RI menyambut baik keberhasilan kapal tanker Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli 2026. Kelancaran lintasan kapal ini memperlihatkan perkembangan positif di kawasan meskipun situasi di lapangan masih sangat dinamis.

"Kelancaran ini diperoleh melalui koordinasi erat antara Kemlu RI, PT Pertamina International Shipping, KBRI Teheran, serta komunikasi yang terjalin baik dengan otoritas terkait di Iran untuk memastikan keselamatan kapal dan seluruh kru," ujar Yvvone.

Artikel ini akan terus diupdate

Author

Baca selengkapnya