Bernilai Rp1,5 Triliun, Sira Village Bali Resmi Beroperasi

Sira Village mengusung konsep perkampungan terbuka dengan menghadirkan lebih dari 100 merek premium dalam 130 gerai ritel dan kuliner.

Bernilai Rp1,5 Triliun, Sira Village Bali Resmi Beroperasi
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang dan Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya Saat Peresmian Sira Village di Bali (31/7) (Sekretariat KEK)
Daftar Isi

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali resmi mengoperasikan Sira Village–Grand Outlet Bali pada 31 Juli 2026. Outlet village pertama dan terbesar di Pulau Dewata ini menyerap nilai investasi hingga Rp1,5 triliun.

Pusat perbelanjaan seluas ruang terbuka ini dikembangkan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) bersama Mitsubishi Estate. Kehadiran fasilitas komersial ini diproyeksikan membuka lebih dari 1.000 lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyatakan fasilitas berkelas internasional ini disiapkan untuk memperkuat daya tarik investasi dan mendorong ekonomi daerah.

“Pengembangan fasilitas komersial berkelas internasional di dalam KEK menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi dan wisatawan berkualitas,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (5/8)

Selain membuka peluang kerja di sektor ritel dan jasa, kawasan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan usaha pendukung, mulai dari logistik, transportasi, hingga industri kreatif lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok kawasan.

Sira Village mengusung konsep perkampungan terbuka dengan menghadirkan lebih dari 100 merek premium dalam 130 gerai ritel dan kuliner. Selain merek internasional, kawasan ini turut memberi ruang bagi UMKM, seniman, dan produk kreatif lokal.

Tidak hanya berfokus pada merek internasional, Sira Village juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, serta produk kreatif lokal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis budaya, sehingga pertumbuhan investasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas lokal serta peningkatan daya saing produk dalam negeri.

“Di tengah dinamika ekonomi global, sektor pariwisata dinilai tetap memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kehadiran Sira Village–Grand Outlet Bali diharapkan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi ritel dan gaya hidup berkelas dunia, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja, menggerakkan sektor usaha dan rantai pasok lokal, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap dia.

Wisatawan mancanegara berkunjung di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Senin (3/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/agr)

Menawarkan Pengalaman Khas Bali

Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, menegaskan bahwa Sira Village dikembangkan bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan, melainkan sebagai sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman khas Bali. Konsep tersebut menggabungkan aktivitas ritel, budaya, kuliner, serta ruang publik yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Menurut Tantowi, pengembangan Sira Village berangkat dari keinginan untuk menciptakan sebuah kawasan yang mengedepankan kenyamanan dan interaksi sosial, bukan hanya transaksi ekonomi. Karena itu, desain kawasan mengusung konsep village atau perkampungan terbuka yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana santai sambil merasakan kekayaan budaya dan keindahan alam Bali.

"Kami tidak ingin sekadar membangun sebuah outlet. Kami ingin menghadirkan sebuah village, tempat orang bisa berjalan santai, menikmati matahari terbenam bersama keluarga sebelum menuju bandara, membawa secangkir kopi, dan pulang dengan kenangan yang indah dari Bali," ujar Tantowi. 

Menurutnya, pengalaman emosional yang tercipta selama berkunjung menjadi nilai tambah yang membedakan Sira Village dari pusat perbelanjaan pada umumnya.

Konsep tersebut juga diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Bali sekaligus meningkatkan belanja wisata (tourist spending). Dengan menghadirkan perpaduan antara ritel premium, ruang terbuka, kuliner, dan pertunjukan budaya, Sira Village diharapkan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi sebelum wisatawan meninggalkan Pulau Dewata.

Lebih jauh, Tantowi optimistis kehadiran Sira Village akan memberikan manfaat ekonomi yang luas, tidak hanya bagi pelaku usaha di kawasan tersebut, tetapi juga bagi UMKM, seniman, dan komunitas lokal yang dilibatkan dalam ekosistem kawasan. Dengan demikian, Sira Village diharapkan menjadi contoh pengembangan destinasi yang mampu menggabungkan investasi, pariwisata, dan pelestarian budaya dalam satu konsep yang berkelanjutan.

Pengunjung memilih produk kerajinan saat pembukaan Sira Village Grand Outlet Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Bali, Jumat (31/7/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye)

Integrasikan investasi internasional dan potensi Lokal

Executive Officer Mitsubishi Estate, Toru Hayamizu, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Mitsubishi Estate dan BTID dilandasi visi bersama untuk menghadirkan destinasi yang mampu mengintegrasikan investasi internasional dengan potensi lokal, tanpa mengesampingkan nilai budaya dan keberlanjutan.

“Hari ini bukan hanya tentang pembukaan destinasi ritel baru, tetapi juga perwujudan dari visi bersama, kemitraan yang kuat, dan komitmen untuk membangun masa depan Bali. Kami ingin menciptakan destinasi di mana investasi internasional dan kreativitas lokal dapat berkembang bersama dengan tetap menghormati budaya, masyarakat, dan lingkungan,” ujarnya.

Hingga Semester I Tahun 2026, KEK Kura Kura Bali telah mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,79 triliun dengan serapan 2.173 tenaga kerja dan 3 pelaku usaha. 

Kehadiran Sira Village diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi di KEK Kura Kura Bali, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha baru, serta memperluas penyerapan tenaga kerja. Dengan semakin lengkapnya fasilitas yang tersedia, KEK Kura Kura Bali diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali sekaligus mendukung penguatan sektor pariwisata nasional.

Baca juga:

KEK Kura Kura Bali, Mimpi Pemerintah Bangun Pusat Keuangan Dunia
Indonesia segera memiliki pusat keuangan global, yang akan dibangun di Bali. Diharapkan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru

Penulis

Ridho Sukra
Ridho Sukra

Wartawan ekonomi makro dan DPR

Baca selengkapnya