Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Potensi ekspor komoditas sumber daya alam Indonesia, mulai dari hasil laut hingga hortikultura, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kualitas produk hingga ke pasar mancanegara. Indonesia membutuhkan infrastruktur rantai dingin yang optimal agar kompetitif.
Pemerintah Indonesia kini tengah bersiap memberikan jawaban atas penyidikan United States Trade Representative (USTR) terkait praktik produksi komoditas yang diekspor ke negaranya.
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz bisa memicu krisis pangan akibat kelangkaan pupuk. Negara-negara agraris seperti India mulai mencari akses pasokan tambahan untuk kebutuhan pupuk urea mereka. Indonesia menjadi salah satu tumpuan.
Setelah Jepang, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan diplomasinya ke Korea Selatan pada awal April 2026. Kunjungan ke Seoul menjadi langkah strategis untuk memperdalam integrasi ekonomi di Kawasan Asia Timur, terutama memperluas akses pasar dan menarik investasi.
Pemerintah Indonesia harus melakukan terobosan untuk memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dengan Jepang. Pasalnya, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap Jepang dalam lima tahun terakhir mulai tergerus.
Indonesia produsen kakao dan mengekspor produk olahan kakao dalam jumlah yang cukup besar ke pasar global. Namun, untuk kebutuhan industri, impor biji kakao masih dominan.
Dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai meluas, tak terkecuali bagi komoditas ekspor unggulan Indonesia, yakni minyak sawit. Negara-negara di kawasan Timur Tengah merupakan pasar strategis minyak sawit Indonesia, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Penutupan Selat Hormuz akibat perang di Timur Tengah memengaruhi perdagangan internasional. Sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan pasar internasional, gangguan pada jalur ini secara langsung mengancam arus barang dari ke negara-negara di kawasan tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjadwalkan pertemuan khusus dengan para pelaku usaha untuk memetakan navigasi ekspor jalur konflik.
Sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya laut yang melimpah, sektor kelautan dan perikanan Indonesia sejatinya bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Di tengah ketegangan terkait tarif dagang di tahun 2025, dinamika perdagangan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan Uni Eropa menunjukkan kemiripan. Di kedua pasar tersebut, volume ekspor minyak sawit Indonesia menurun, namun dari sisi nilai angkanya meningkat.
Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan di tengah guncangan perdagangan global. Meskipun berfluktuasi, beberapa komoditas berhasil mendongkrak surplus di tahun 2025.
Menampilkan 12 dari 93 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.