Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Gejolak di pasar keuangan sejak awal tahun diikuti dengan seksama oleh para eksekutif dan pemimpin di dunia usaha. Indikator-indikator makroekonomi tentunya berpengaruh langsung terhadap operasional industri/bisnis.
Dunia usaha menghadapi tekanan akibat melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah. Kekhawatiran akan keberlanjutan usaha tetap ada. Namun, membangun optimisme sembari memperkuat fundamental bisnis akan memperbaiki kondisi yang saat ini dinilai buruk.
Tren surplus kinerja perdagangan luar negeri Indonesia akhirnya menghadapi titik balik. Efek lonjakan harga minyak dunia dan nilai Rupiah yang tertekan jadi tantangan.
Industri mi instan Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa besar di pasar global. Ironisnya, bahan bakunya berupa gandum masih bergantung pada impor dari negara lain.
Transformasi struktural industri nasional perlu payung hukum yang lebih adaptif untuk menjawab tantangan global. Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri perlu disegerakan.
Jenjang pendidikan yang berhasil ditempuh memengaruhi besaran upah/gaji yang diterima saat bekerja. Data menunjukkan gaji pekerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi selalu lebih tinggi dibanding yang lain. Di tahun 2026 ini, gaji rata-rata sarjana adalah Rp 4,76 juta per bulan.
Penelitian Atlantic Council berupaya mengurai hubungan tingkat kebebasan suatu bangsa dengan kesejahteraan masyarakatnya. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia berada di papan tengah dengan Indeks Kebebasan di skor 64 dan Indeks Kemakmuran di skor 59,4.
Pasar energi global boleh bernapas lega setelah tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak mentah dunia, baik jenis Brent maupun WTI, menunjukkan tren penurunan setelah bertengger di atas 100 dolar AS per barel sepanjang Maret-Mei 2026.
Harga beras baik jenis premium maupun medium di paruh pertama 2026 naik dalam kisaran 1-1,5%. Ketahanan pangan khususnya komoditas beras dihadapkan pada kenaikan biaya produksi dan ancaman iklim.
Untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tidak terkontraksi di tengah disrupsi dan ketidakpastian, pemerintah kembali menggelontorkan stimulus ekonomi sebagai bantalan. Sepanjang 2026, pemerintah mengalokasikan dana stimulus ekonomi hampir Rp 40 triliun.
Indonesia telah lama menjadi raksasa produsen biji kakao di panggung dunia, bersanding dengan negara-negara produsen utama lainnya seperti Pantai Gading, Ghana, Ekuador, dan Brasil. Selanjutnya, produk cokelat asli Nusantara perlu dikembangkan untuk menguasai pasar domestik hingga mancanegara.
Akses hunian layak bagi masyarakat akan lebih luas menyusul penyesuaian batas pendapatan golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan pemerintah.
Menampilkan 12 dari 399 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.