Ringkasan Eksekutif: Modal Bagi Pimpinan Baru Bank Indonesia
Nahkoda baru BI ini melegakan pasar dan pelaku usaha karena sejatinya Destry merupakan wajah lama yang sudah lama malang melintang di jagat moneter.
Nahkoda baru BI ini melegakan pasar dan pelaku usaha karena sejatinya Destry merupakan wajah lama yang sudah lama malang melintang di jagat moneter.
Bank Indonesia (BI) baru saja memiliki nahkoda baru. Kini bank sentral dinahkodai oleh Destry Damayanti yang resmi dilantik menjadi Gubernur BI pada Rabu (2/9/2026). Selain Destry, juga dilantik Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.
Para pejabat baru dewan gubernur BI ini sejatinya masih merupakan wajah-wajah lama yang sudah lama berkiprah di jagat moneter. Seperti diketahui, segera setelah Perry Warjiyo diumumkan mundur pada 27 Juli 2026, Destry langsung didapuk menjadi Pejabat Gubernur Sementara BI. Sebelumnya, Destry juga sudah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.
Begitu juga dengan Aida dan Solikin yang juga bukan wajah baru di lingkungan bank sentral. Sebelumnya, Aida adalah Deputi Gubernur BI sejak 2022. Adapun Aida sendiri merupakan pegawai BI sejak 1991. Sedangkan Solikhin sebelumnya merupakan Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak 2023. Ia bertanggung jawab soal stabilitas sistem keuangan dan transformasi digitalisasi perumusan bauran kebijakan BI. Adapun Solikhin telah menjadi karyawan BI sejak 1994.
Tak keliru menyebut bahwa inilah wajah baru rasa lama dari pimpinan Bank Indonesia.
Nahkoda baru BI ini melegakan pasar dan pelaku usaha karena sejatinya Destry merupakan wajah lama yang sudah lama malang melintang di jagat moneter.

Pasar pun merespon positif terpilihnya Destry menjadi Gubernur BI. Sejak Perry mundur pada 27 Juli 2026 hingga Destry resmi dilantik pada 2 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alami tren penguatan. IHSG menguat 6,62% dari level 6.185 pada 27 Juli 2026, menjadi 6.595 pada 2 September 2026.
Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga alam tren penguatan. Pada saat Perry mundur 27 Juli, nilai tukar rupiah pada level Rp17.995. Keesokan harinya rupiah melemah pada level Rp18.088. Namun, pada saat Destry telah resmi dilantik menjadi gubernur BI, nilai tukar rupiah menguat pada level Rp17.770.

Semua ini jadi modal berharga para nahkoda baru ini membawa bank sentral mengarungi ketidakpastian global dan perekonomian domestik.