BI Rate Naik hingga Terpilihnya Pimpinan Baru Bursa Efek Indonesia

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

BI Rate Naik hingga Terpilihnya Pimpinan Baru Bursa Efek Indonesia
 ANTARA FOTO/Hasrul Said/sgd
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Ketika kamu bermain dengan hati, tidak ada yang tidak mungkin." Diego Maradona - Pesepakbola Legendaris

BI Kembali Kerek Naik Suku Bunga, Efektivitas Transmisi Jadi Perhatian

  • Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poins (bps) menjadi 5,75% sebagai langkah lanjutan menstabilkan nilai tukar rupiah. Langkah ini diikuti kenaikan suku bunga deposit facility menjadi 4,75% dan suku bunga lending facility menjadi 6,5%. Belum genap satu bulan Juni ini, BI sudah dua kali menaikkan suku bunga acuan. Pertama pada pada 9 Juni lalu BI mengerek suku bunga acuan 25 basis poins, kedua terjadi pada hari ini BI Rate juga naik 25 basis poins. BI mengerek naik BI Rate dua kali dalam sebulan ini relatif jarang terjadi di Indonesia.
  • Meskipun kenaikan BI Rate telah ditempuh sebanyak 3 kali dalam 4 pekan terakhir, tekanan terhadap rupiah relatif masih tinggi. Ekonom memprediksi, apabila tekanan terhadap rupiah di pasar keuangan masih terus berlanjut menuju Rp18.500 atau Rp19.000 dalam waktu 1 bulan ke depan, tidak tertutup kemungkinan BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan hingga 50-100 basis poins.

Jajaran Pimpinan Lantai Bursa Segera Berganti, Jeffrey Hendrik jadi Dirut BEI

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap memasuki babak kepemimpinan baru setelah nama Jeffrey Hendrik muncul sebagai Direktur Utama untuk periode 2026-2030. Susunan direksi baru tersebut disebut telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tinggal menunggu pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026. Direktur Utama BEI terpilih Jeffrey Hendrik menyatakan jajaran direksi baru akan meneruskan agenda reformasi pasar modal yang telah dijalankan dalam empat bulan terakhir. Selain itu, BEI akan meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola di seluruh aspek operasional bursa.

Sensus Ekonomi 2026 Mencatat Kompleksitas dan Transformasi Ekonomi Indonesia

  • Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sensus yang istimewa. Dari segi waktu, SE2026 adalah yang kelima sejak dilaksanakan pertama kali tahun 1986, namun yang pertama pascapandemi. Dari segi metodologi, perkembangan teknologi dan penggunaan AI membantu BPS meningkatkan cakupan dan kualitas data. Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang menjadi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik. Regulasi tersebut membagi sensus menjadi tiga pilar, yaitu Sensus Penduduk (pada tahun berakhiran 0), Sensus Pertanian (pada tahun berakhiran 3), dan Sensus Ekonomi (pada tahun berakhiran 6).

KBLI 2025 Resmi Diterapkan, Tingkatkan Kepastian Hukum dan Kemudahan Berusaha

  • Mulai 15 Juni 2026, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 resmi diterapkan. Artinya, seluruh permohonan yang diajukan mulai tanggal tersebut wajib menggunakan kode terbaru. Sebagaimana diketahui, KBLI 2025 yang menggantikan KBLI 2020 ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) No.7 Tahun 2025, yang dirancang untuk mengakomodasi dinamika ekonomi baru termasuk perkembangan ekonomi digital.

Daya Tarik Indonesia Sebagai Tujuan Investasi Jangka Panjang Jerman

  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam kunjungannya ke Indonesia menegaskan daya tarik Indonesia tidak hanya terletak pada besarnya potensi pasar domestik, namun juga potensi sebagai lokasi investasi jangka panjang. Pada tahun 2016, realisasi investasi Jerman tercatat senilai Rp 1,83 triliun. Setahun kemudian angkanya naik pesat sebesar 110,6% secara tahunan (y-o-y) menjadi Rp 3,85 triliun (2017). Lonjakan terjadi sebelum fase kontraksi berturut-turut hingga ke angka Rp 2,07 triliun (-27,2% secara y-o-y) di tahun 2020 akibat perlambatan ekonomi global. 

Potensi Meningkatkan Daya Saing Pekerja Indonesia di Jerman

  • Kunjungan bilateral Presiden Jerman ke Indonesia pada pertengahan Juni 2026 membuka peluang baru bagi ketenagakerjaan Indonesia. Pemerintah ingin pekerja migran Indonesia di Jerman lebih banyak yang bekerja sebagai tenaga ahli di sektor teknologi tinggi ketimbang sebagai pekerja domestik.  Peningkatan daya saing pekerja migran Indonesia ini menjadi sangat relevan karena berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), struktur penempatan tenaga kerja kita di luar negeri masih terkonsentrasi pada sektor dengan kualifikasi keterampilan rendah (low-skilled). Pola ini tak terkecuali terjadi di Jerman. Pekerjaan sebagai house maid (asisten rumah tangga) masih tercatat dengan jumlah tertinggi, yakni 76.773 orang (2025). Diikuti oleh pekerjaan sebagai caregiver (perawat lansia) di kisaran angka 52-53 ribu orang per tahun serta sebagai plantation worker (pekerja perkebunan) yang tercatat sebanyak 27.828 orang. Tingginya angka pada sektor informal ini menjadi alasan utama untuk memperbaiki posisi tawar pekerja Indonesia di kancah internasional.

Indonesia Import and Export Branding Showcase (IIES) 2026 diselenggarakan Kamis-Sabtu pada 18 Juni 2026 - 20 Juni 2026 pukul 09.00 - 17.00 WIB di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Tidak hanya memamerkan beragam barang komoditas seperti tekstil, alas kaki, barang kulit, makanan-minuman, dan lainnya, acara ini mempertemukan pedagang dan calon pembeli serta investor.

Publikasi Statistik Perusahaan Peternakan Sapi Perah 2025 akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat 19 Juni 2026. Adapun laporan ini dapat dilihat di situs resmi www.bps.go.id.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya