Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Seberapa Efektif Danantara Bisa Dongkrak Kinerja Ekspor?
- Ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) beserta produk turunannya tercatat menyumbang sekitar 62 persen terhadap total ekspor Indonesia. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sektor SDA tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap berbagai indikator makroekonomi nasional, termasuk penerimaan negara dan aktivitas industri berbasis ekspor.
- Pemerintah lalu membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan menetapkan agar ekspor SDA menjadi satu pintu dari perusahaan ini. Apakah ini bisa mendongkrak kinerja ekspor?


Ini Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Proyek Pemerintah
- Pelemahan rupiah mulai menimbulkan tekanan terhadap proyek pemerintah, terutama di sektor infrastruktur yang bergantung pada pasokan energi. Salah satunya dirasakan pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah. Meski pembangunan strategis nasional masih berjalan relatif aman, sejumlah penyedia jasa konstruksi mulai mengeluhkan keterbatasan solar untuk distribusi material, termasuk terkait bahan bakar minyak (BBM) yaitu solar.

Etanol 5% Mulai Juli 2026, Bahan Baku dan Pendanaan Jadi Kendala
- Pemerintah berencana menerapkan mandatori bensin campur etanol 5 persen atau E5 mulai Juli 2026. Kebijakan ini akan berjalan bersamaan dengan implementasi biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya transisi energi. Namun, sejumlah pakar menekankan bahwa kebijakan ini masih menghadapi hambatan besar dari sisi pasokan bahan baku dan pendanaan.

Ada Potensi Industri Mamin dan Pangan Lokal Dibalik MBG
- Polemik terkait dugaan distribusi susu formula bayi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan perdebatan baru mengenai arah kebijakan program prioritas pemerintah tersebut. Di tengah kritik organisasi profesi kesehatan terhadap potensi penggunaan produk pengganti ASI secara massal, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut MBG tetap mengacu pada prinsip perlindungan ASI eksklusif. Di tengah polemik tersebut, MBG dinilai tetap memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah apabila diarahkan pada penguatan rantai pasok pangan lokal.


Dilema Impor Sapi 2026,Terhimpit Defisit Pasokan dan Guncangan Kurs Rupiah
- Pemenuhan protein hewani dari daging sapi domestik masih bergantung pada pasokan luar negeri. Tahun 2026 ini, produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar separuh dari kebutuhan nasional. Beban impor bertambah karena jatuhnya rupiah. Ketergantungan pemenuhan pangan nasional terhadap pasokan luar negeri masih menjadi pekerjaan rumah di sektor peternakan Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan produksi daging sapi dalam negeri pada tahun 2026 hanya mampu mencapai kisaran 479.000 ton. Proyeksi tersebut diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 50% dari total kebutuhan nasional yang akan melonjak hingga 964.000 ton.

Mengerem Keterpurukan IHSG
- Pergerakan IHSG di zona merah terjadi selama delapan hari berturut-turut dua pekan lalu dan mencapai level terendah di bawah 6.000. Kemerosotan IHSG selama empat bulan terakhir menempatkan pasar saham Indonesia di posisi terbawah, baik di tingkat ASEAN, Asia Pasifik, maupun dunia. Jika IHSG dibandingkan dengan saat saham mencatatkan angka tertinggi yang dicapai, yakni 9.174,47 pada 20 Januari 2026, IHSG telah terkoreksi lebih dalam, yaitu sebanyak 32,83%. Seiring dengan merosotnya IHSG, modal yang keluar dari penjualan oleh investor asing sejak awal tahun telah mencapai 2,349 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 41,631 triliun.


Publikasi Statistik Harga Konsumen Beberapa Barang Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau 150 Kabupaten/Kota di Indonesia 2025 akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin 25 Mei 2026. Laporan selengkapnya dapat disimak dengan mengunduh dari situs BPS yakni www.bps.go.id. Adapun laporan ini menjadi penting bagi dunia usaha untuk melihat bagaimana perkembangan harga barang konsumen ritel khususnya pada komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang tersebar di 150 kabupaten/kota di Indonesia.
Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 akan diselenggarakan pada Senin 25 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Turut hadir sebagai narasumber pada acara itu Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

"Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya." (Peter Drucker - Bapak Manajemen Modern)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR