GIIAS 2026 Momentum Industri Otomotif Unjuk Inovasi

GIIAS yang telah diselenggarakan sebanyak 33 kali sepanjang sejarahnya ini memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif dalam negeri.

GIIAS 2026 Momentum Industri Otomotif Unjuk Inovasi
Pengunjung memadati area Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/07/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Daftar Isi

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 masih menjadi panggung bagi para pelaku industri otomotif untuk memamerkan hasil inovasi terbarunya. Tidak hanya menghadirkan deretan kendaraan mobil berbasis internal combustion engine (ICE), listrik, ataupun hybrid, ajang yang satu ini juga menjadi arena bagi industri komponen otomotif untuk menghadirkan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan, keselamatan, hingga kesehatan para pengguna kendaraan.

Berlangsung sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang berlokasi di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, pameran ini juga turut diramaikan oleh lebih dari 65 merek otomotif global dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Tiongkok, Vietnam, bahkan hingga Amerika Serikat dan juga Eropa. Selain itu, setidaknya ada 150 merek dari industri pendukung kendaraan.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, pada saat membuka GIIAS 2026 menilai, GIIAS yang telah diselenggarakan sebanyak 33 kali sepanjang sejarahnya ini memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Selain itu, kontribusi sektor ini juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

“Semester pertama tahun 2026 telah memberikan cukup bukti, di mana produksi kendaraan bermotor nasional mencapai 619 ribu unit, tumbuh 11,3%. Sementara penjualan wholesales meningkat 15,9% menjadi 436 ribu unit,” kata Agus di ICE BSD, Kamis (30/07/2026).

Pertumbuhan tersebut mencerminkan bahwa kondisi industri otomotif Indonesia masih menunjukkan daya tahannya yang kuat, meskipun kondisi global saat ini diselimuti dengan berbagai ketidakpastian. Dengan adanya event seperti GIIAS ini, diharapkan industri otomotif dalam negeri dapat tumbuh lebih kuat lagi ke depannya.

“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Gaikindo atas penyelenggaraan GIIAS. Menjaga sebuah pameran tetap relevan selama 33 kali penyelenggaraan bukanlah pekerjaan yang mudah, dan Gaikindo telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis yang terpercaya, baik di masa sulit maupun di saat pasar tumbuh baik,” jelasnya.

Senada dengannya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika menyatakan, industri otomotif Indonesia sampai saat ini juga masih menunjukkan daya tahan yang kuat, meskipun tengah dihantam berbagai tantangan ekonomi global. GIIAS 2026 pun dihadirkan demi membawa semangat dan optimisme baru demi meningkatkan daya saing industri otomotif nasional dengan bergerak lebih kuat dan cepat.

Apalagi, Indonesia saat ini dinilai sudah tidak lagi hanya sekadar sebagai pasar produk-produk otomotif dari luar negeri, melainkan produsen kendaraan yang memiliki daya saing untuk pasar internasional.

“Sekaligus membuktikan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan untuk pasar global,” tambah Putu.

Berbagai inovasi baru ditampilkan

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (31/07/2026), masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengunjungi pameran GIIAS 2026, terlihat pada siang hari saja hampir seluruh area pameran dipadati pengunjung.

GIIAS 2026 menjadi panggung utama bagi perusahaan merek otomotif baik global maupun dalam negeri untuk memperkenalkan deretan teknologi masa depan dan inovasi unggulan yang telah dirancang, seperti brand Lexus Indonesia yang meluncurkan mobil sedan listrik dan hybrid terbarunya yakni seri Lexus ES.

The All-New Lexus ES di Booth Lexus Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di International Convention Exhibition (ICE), Kabupaten Tangerang, Jumat (31/07/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).

General Manager Lexus Indonesia Ima Nurbani Rahmah menjelaskan, Lexus Indonesia dalam GIIAS 2026 mengusung tema “Discover the Evolution of Luxury”. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah peluncuran The All-New Lexus ES sebagai generasi terbaru luxury sedan Lexus. Selain itu, ada pula Lexus RZ F Sport Performance yang dihadirkan untuk merepresentasikan SUV battery electric vehicle (BEV) Lexus.

“Melalui Discover the Evolution of Luxury, kami ingin mengajak setiap pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan bagaimana Lexus terus berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Bagi kami, evolusi luxury tidak hanya diwujudkan melalui produk, tetapi juga layanan, dan pengalaman yang semakin personal serta relevan dengan gaya hidup pelanggan,” kata Ima melalui siaran persnya.

Untuk pertama kalinya, dalam GIIAS 2026, The All-New Lexus ES tersedia dalam dua pilihan elektrifikasi yaitu hybrid electric vehicle (HEV) dan BEV. Kehadiran dua pilihan ini pun melengkapi line-up elektrifikasi Lexus di Indonesia.

Inovasi yang ditampilkan di GIIAS 2026 tidak hanya datang dari peluncuran kendaraan baru. Industri pendukung otomotif juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan berbagai teknologi dan produk yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara bagi para konsumen, seperti yang dilakukan oleh PT Astra Otoparts Tbk.

Demo filter Cabin Aspira

Astra Otoparts menghadirkan serangkaian kegiatan sepanjang GIIAS 2026 berlangsung, seperti Live Demo Filter Cabin Aspira yang diselenggarakan pada Jumat (31/07/2026). Astra Otoparts menjadikan GIIAS 2026 sebagai momentum yang tepat untuk memasarkan produknya dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap betapa pentingnya menjaga kualitas dan memakai produk-produk komponen pendukung kendaraan yang baik.

Product Marketing Department Head PT Astra Otoparts Tbk Bima Aryo, mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap kualitas udara di kabin mobil. Pihak Astra Otoparts pun membagikan berbagai informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap melakukan perawatan kendaraan. Sebab, dengan melakukan perawatan, juga berdampak terhadap kenyamanan dan kesehatan pengendara.

“Selama ini yang kita coba riset, masyarakat itu sudah aware banget dengan perawatan berkala, seperti ganti oli, ganti filter oli, tapi sebagian besar masyarakat itu belum aware dengan adanya kehadiran filter cabin sendiri atau untuk AC, padahal komponen itu sangat penting untuk di kendaraan,” kata Bima.

0:00
/0:16

Live Demo Filter Cabin Aspira di Booth Astra Otoparts di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, International Convention Exhibition, BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/07/2026).(Video:Gema Dzikri/Suar.id).

Cabin filter ini berfungsi untuk menyaring udara yang bersirkulasi di dalam kabin mobil sebelum masuk ke dalam evaporator sistem pendingin udara. Sehingga, udara di dalam kabin yang terus bersirkulasi akan melewati cabin filter terlebih dahulu demi menyaring debu hingga partikel kotoran sebelum udara didinginkan dan dialirkan kembali ke dalam cabin.

Dengan demikian, udara yang dihasilkan AC kendaraan pun menjadi lebih bersih dan berdampak pada kesehatan pengemudi dan penumpang.

“Tentunya udara yang kita hirup akan jauh lebih sehat dan lebih bersih dibandingkan dengan tidak menggunakan cabin filter atau yang sudah ada tapi rusak dan tidak terawat,” jelasnya.

Selain untuk kenyamanan dan kesehatan pengendara, cabin filter juga berperan dalam menjaga usia komponen AC khususnya evaporator. Dengan adanya cabin filter yang kotor, tersumbat, atau jarang diganti, dapat mempercepat kerusakan komponen tersebut. Di satu sisi, biaya penggantian evaporator juga tergolong mahal dan mencapai jutaan rupiah.

Baca juga:

Astra Sebar Dividen Rp15,6 Triliun di Tengah Tekanan Global
Dari laba bersih konsolidasian Perseroan 2025 sebesar Rp32,8 triliun, sebesar Rp15,6 triliun akan dibagikan menjadi dividen dengan nilai Rp390 setiap saham.

Filter Cabin Aspira ini telah disediakan oleh Astra Otoparts untuk mayoritas jenis mobil penumpang yang beredar di Indonesia. Seiring berkembangnya pasar untuk kendaraan listrik, lini produk pun diperluas dengan menghadirkan cabin filter untuk sejumlah mobil listrik seperti merek BYD dan Wuling.

“Memang untuk cabin filter ini dengan adanya kendaraan EV itu juga masih dipakai, dan itu pasti Aspira akan ikut melengkapi,” ucap Bima.

Adapun umur cabin filter ini bergantung pada kondisi penggunaan kendaraan. Mobil yang lebih sering melintasi jalan berdebu, berpolusi, atau berkontur tanah umumnya memerlukan penggantian cabin filter lebih cepat. Pemilik kendaraan disarankan untuk memeriksa kondisi cabin filternya setiap kendaraan menempuh sekitar 10 ribu kilometer, sementara penggantian cabin filter yang berkisar seharga Rp40 hingga Rp50 ribu ini dilakukan setiap satu atau dua tahun pemakaian.

Dimintai tanggapannya, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai, GIIAS memegang peranan yang penting sebagai akselerator penjualan otomotif yang memudahkan masyarakat untuk membeli kendaraan setelah membandingkan berbagai merek yang tersedia. Para pengunjung dapat melihat dan bahkan mencoba kendaraan secara langsung, sekaligus mendapatkan penawaran pembiayaan dan promosi dari masing-masing merek.

Kemudahan ini membuat banyak calon konsumen yang sebelumnya telah berencana untuk membeli kendaraan akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian selama pameran berlangsung.

“Kontribusi GIIAS terhadap penjualan nasional juga terus meningkat dari sekitar 3% dari 2023 menjadi hampir 5% pada 2025. Saat pasar sedang melambat, perannya bahkan semakin penting karena banyak pembelian yang terkonsentrasi pada periode promo,” ucap Yannes.

Penyelenggaraan GIIAS memang menjadi momentum bagi produsen otomotif untuk memperkenalkan model-model terbaru mereka, termasuk di segmen EV. Meski demikian, Yannes menegaskan bahwa pameran otomotif pada dasarnya hanya menjadi katalis yang mempertemukan produsen dan calon konsumen, bukan sebagai faktor yang mendorong daya beli masyarakat.

“Kalau pendapatan masyarakat masih terbatas atau akses kredit masih ketat, GIIAS hanya mempercepat keputusan pembelian yang memang sudah ada, bukan menciptakan permintaan baru secara besar-besaran,” lanjutnya.

Berdasarkan pengamatannya, sejak beberapa tahun terakhir ini, ditambah dengan kondisi di tahun 2026 yang semakin dipenuhi ketidakpastian dan gejolak geopolitik, kemampuan daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan. Harga mobil yang dijual ke pasar semakin tinggi, di saat yang bersamaan dengan melemahnya daya beli masyarakat.

“Dalam beberapa tahun terakhir harga mobil khususnya produk Jepang terus naik karena berbagai faktor mulai dari regulasi, peningkatan fitur, hingga biaya produksinya. Di sisi lain, daya beli kelas menengah kita juga belum pulih sepenuhnya. Jumlah kelas menengah yang terus berkurang dibanding beberapa tahun lalu terbukti membuat basis konsumen otomotif ikut mengecil,” jelas Yannes.

Baca juga:

Gelar Astranauts 2026, Astra Dorong Inovasi Digital Bisnis
Dari 36 finalis, dewan juri menetapkan 12 pemenang yang menawarkan beragam solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), internet of things (IoT), dan analitik data

Tantangan tersebut terlihat dari penjualan mobil nasional yang masih berada di bawah level satu juta unit pada tahun 2025 lalu. Banyak masyarakat yang masih memilih untuk menunda pembelian kendaraan baru, memperpanjang masa pakai mobil yang dimiliki, atau beralih ke mobil bekas dengan harga yang lebih terjangkau.

Kehadiran mobil listrik asal China dengan harga yang lebih kompetitif memang memberikan alternatif bagi konsumen. Namun, pengaruhnya terhadap penjualan kendaraan nasional masih relatif terbatas karena keputusan pembelian ini tidak hanya ditentukan oleh harga kendaraan.

“Selama pendapatan riil kelas menengah belum membaik, saya melihat pemulihan permintaan kendaraan juga akan berlangsung secara bertahap,” tutupnya.

Baca selengkapnya