Era Baru Ekspor Sumber Daya Alam di Bawah Danantara dan Kerjasama Indonesia-Prancis

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Era Baru Ekspor Sumber Daya Alam di Bawah Danantara dan Kerjasama Indonesia-Prancis
Foto: Antara/Muhammad Adimaja/bar.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Danantara Sumberdaya Indonesia Mulai Beroperasi, Pemerintah Siapkan Transisi Ekspor SDA hingga 2027

  • Pemerintah mulai menjalankan masa transisi operasional PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) per 1 Juni 2026 sebagai badan yang akan mengonsolidasikan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui satu pintu. Pada tahap awal, kebijakan tersebut mencakup tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD66,13 miliar atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional.
  • Selain pembentukan DSI, pemerintah mulai menerapkan ketentuan baru terkait penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Eksportir SDA wajib merepatriasi DHE ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100%. Untuk sektor nonmigas, eksportir diwajibkan menempatkan 30% DHE SDA pada rekening khusus di dalam negeri selama minimal tiga bulan.

Indonesia-Prancis Perkuat Kemitraan Strategis, Hilirisasi hingga Energi Bersih Jadi Fokus

  • Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis menghasilkan sejumlah capaian penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Dalam rangkaian agenda kenegaraan tersebut, kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan. Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Forum tersebut turut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Adapun presiden telah tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu (30/5/2026).

Kepastian Pencairan Restitusi Pajak Semakin Mendesak

  • Dunia usaha mengharapkan Kementerian Keuangan dapat segera memberikan lampu hijau ihwal pencairan lebih bayar pajak atau restitusi untuk tahun buku 2025. Lebih dari persoalan nominal, kepastian pencairan restitusi telah mempertaruhkan kepercayaan sektor swasta pada instansi pemerintah serta komitmen melibatkan dunia usaha sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Harga CPO Tinggi, Tapi Masih Banyak Pabrik Kelapa Sawit Tekan Harga TBS

  • Di tengah tingginya harga dan permintaan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global, pemerintah melalui Kementerian Pertanian masih menemukan banyaknya pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli tandan buah segar (TBS) di bawah harga yang telah ditetapkan sehingga menekan para petani khususnya petani sawit.

Video Pilihan: Dalam Turbulensi, Ekonomi Masih Kuat Tapi Perlu Terus Dijaga

Dalam Turbulensi, Ekonomi Masih Kuat Tapi Perlu Terus Dijaga
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada Triwulan I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain panen raya, momentum Ramadan dan Idulfitri, meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi yang terus tumbuh, serta percepatan realisasi belanja pemerintah. Di tengah ketidakpastian dan tekanan ekonomi global,

Buka Peluang Penguatan Sektor Baru Lewat Kerjasama Indonesia-Prancis

  • Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada pekan terakhir Mei lalu disebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp 56 triliun. Tren pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) asal Prancis menunjukkan performa yang bagus dalam beberapa kuartal terakhir. Berdasarkan data realisasi investasi, komitmen pelaku usaha Prancis di Indonesia naik dari Rp 1.773,2 miliar pada kuartal III-2025 menjadi Rp 3.003,3 miliar pada kuartal IV-2025, dengan pertumbuhan kuartalan (q-to-q) mencapai 69,4% dan pertumbuhan tahunan (y-o-y) yang besar sebesar 242,6%. 

Optimalisasi Pendidikan Vokasi sebagai Penggerak Utama Pasar Tenaga Kerja Indonesia

  • Karakteristik utama pendidikan vokasi yang fokus pada keahlian praktis dinilai mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang dinamis. Melihat data makro ketenagakerjaan yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), daya serap lulusan SMK menunjukkan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Pada Februari 2021, jumlah penduduk bekerja yang merupakan lulusan SMK tercatat sebesar 16,16 juta orang. Angkanya meningkat hingga menyentuh angka 20,36 juta orang pada Agustus 2025. Di sisi lain, lulusan Diploma I/II/III cenderung menunjukkan tren pergerakan yang fluktuatif ,namun stabil di kisaran 3 juta pekerja. Serapan tenaga kerja lulusan Diploma I/II/III tercatat berada di angka 3,59 juta pada Februari 2021 dan sedikit menurun ke angka 3,25 juta pada Agustus 2025.

Rilis Perkembangan Ekspor-Impor dan Inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis sejumlah Berita Resmi Statistik (BRS) pada Selasa 2 Juni 2026 pukul 11.00 WIB di Gedung BPS. Adapun BRS yang akan dirilis antara lain perkembangan ekspor-impor per April 2026 dan perkembangan inflasi pada Mei 2026. Selain itu juga akan ada rilis data perkembangan jumlah wisatawan, nilai tukar petani, dan lain-lain.

Rilis Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia Mei 2026. Perusahaan riset S&P Global biasanya menjadwalkan publikasi resmi PMI selalu dilakukan pada hari kerja pertama tiap bulannya. Informasi PMI Manufaktur Indonesia kerapkali jadi acuan pelaku usaha untuk melihat bagaimana tren geliat dan perkembangan usaha di Tanah Air.

Waktu dan dunia tidak akan berhenti. Perubahan adalah hukum kehidupan. Dan mereka yang hanya melihat ke masa lalu atau masa kini pasti akan kehilangan masa depan. (John F.Kennedy)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya