Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada Triwulan I 2026 ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain panen raya, momentum Ramadan dan Idulfitri, meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi yang terus tumbuh, serta percepatan realisasi belanja pemerintah. Di tengah ketidakpastian dan tekanan ekonomi global, BPS menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid, meski tetap membutuhkan penguatan dan pengawasan agar momentum pertumbuhan dapat terjaga. Selain itu, BPS tengah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan sekitar 251 ribu petugas untuk mendata dan memetakan aktivitas ekonomi nasional secara menyeluruh, termasuk perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diyakini akan menjadi landasan data yang sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang tepat, sekaligus menjadi acuan untuk mengidentifikasi berbagai peluang usaha dan investasi.