Pengunjung mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym.
Dalam Artikel Ini
Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Ujian sejati seorang pemimpin adalah seberapa baik ia bertindak di masa krisis."(Brian Tracy-Motivator Kanada)
Dua Pekerjaan Rumah yang Tersisa agar Pasar Modal Tak Turun Kasta
Pasar modal Indonesia menghadapi tantangan untuk mempertahankan statusnya sebagai emerging market dalam klasifikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Di tengah proses konsultasi yang dibuka penyedia indeks global tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat dua pekerjaan rumah utama yang perlu dibenahi, yakni kebijakan valuta asing atau devisa dan keterbukaan informasi bagi investor global.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, berdasarkan evaluasi terhadap 18 kriteria MSCI, Indonesia telah memenuhi 10 kriteria secara penuh. Sementara itu, enam kriteria lainnya telah terpenuhi, tetapi masih memiliki ruang untuk perbaikan. Adapun dua kriteria masuk dalam kategori negatif dan membutuhkan pembenahan lebih lanjut.
Industri Minuman Ekspansif, Pemerintah Diminta Berikan Insentif dan Dorong Daya Beli
Momentum penguatan industri manufaktur nasional pada bulan Oktober 2026 perlu diimbangi dengan insentif kepada pelaku usaha dan kebijakan yang mendorong daya beli masyarakat guna mempertahankan industri tetap ekspansif menyambut momen akhir tahun.
Industri manufaktur nasional menunjukkan penguatan aktivitas usaha, tercermin dari kenaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Oktober 2026 yang tercatat berada di level 53,77, meningkat 1,84 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di level 51,93.
Penurunan Pengangguran Terbuka Belum Cerminkan Kualitas Pekerjaan dan Kesejahteraan Pekerja
Penurunan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,65% pada Mei 2026 belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan fundamental pasar tenaga kerja nasional. Meski menjadi salah satu capaian terendah dalam beberapa dekade terakhir, pengamat menilai penurunan tersebut belum merefleksikan kualitas pekerjaan dan kesejahteraan pekerja.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai, penurunan TPT patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perbaikan kemampuan ekonomi dalam menyerap angkatan kerja. Berdasarkan data BPS yang dikutipnya, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, dengan penduduk bekerja sebanyak 148,19 juta orang.
Standalone Markets dan Harga Mahal yang Harus Dibayar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua pekan sejak pengumuman lembaga Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkoreksi cukup dalam. IHSG turun 11,57% pada penutupan bursa 16 Oktober 2026 menjadi 5.185,11. Di perdagangan berikutnya, IHSG turun di bawah level 5.000.
Meski setelah itu indeks sempat merangkak bangkit hingga ke level 5.400, IHSG kembali terpuruk ke level 5.057,05 pada 30 Oktober 2026. Dibandingkan sejak awal tahun, IHSG terkoreksi ke level terendah sebanyak 43%. Jika dibandingkan dengan level tertinggi yang dicapai pada tahun ini (20 Januari 2026, di level 9.134,7), IHSG telah turun 45,3%.
Minerba Convex 2026 akan diselenggarakan pada 2-3 November 2026 di JI-Expo Jakarta. Acara yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu merupakan upaya memperkenalkan sektor mineral dan batu bara kepada masyarakat secara lebih luas.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian (rebalancing) konstituen indeks saham IDX30, LQ45, dan IDX80 yang mulai diberlakukan per 2 November 2026. Penyesuaian ini berfokus pada perlakuan bobot saham yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC).
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR