Warga memilih minuman di salah satu toko ritel di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Dalam Artikel Ini
Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Puas diri adalah musuh dari kemajuan." (Toby Lütke-Pendiri & CEO Shopify)
Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026 Tumbuh 5,47%, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 mencapai 5,47% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 sebesar 5,29% (yoy), atau tumbuh 1,59% secara kuartalan.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakt dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi. Sementara itu dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan jadi sektor dengan kontributor terbesar pada pertumbuhan ekonomi.
Tingkat Pengangguran Terbuka Turun, Proporsi Pekerja Informal Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang pada Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85,73 juta orang atau 57,93% bekerja pada sektor informal. Sementara itu, pekerja formal tercatat sebanyak 62,25 juta orang atau 42,07%.
Proporsi pekerja informal tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 57,8% atau setara 84,70 juta orang. Dengan demikian, terdapat penambahan sekitar 1,03 juta pekerja informal dalam setahun terakhir. Sebaliknya, jumlah pekerja formal hanya bertambah sekitar 410.000 orang dari 61,84 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 62,25 juta orang pada Agustus 2026.
Industri Pengolahan Mineral Kritis Butuh Peta Jalan Terpadu
Industri pengolahan mineral kritis memerlukan kerangka arsitektur kebijakan terintegrasi tata kelola dan pembiayaan. Pasalnya, pesatnya investasi dan pembangunan industri hilirisasi belum sepenuhnya menjawab persoalan tata kelola mulai dari dampak lingkungan, perlindungan hak masyarakat adat, keselamatan pekerja, hingga pemerataan manfaat.
Adanya arsitektur kebijakan yang terintegrasi melalui peta jalan yang disebut roadmap mineral to metal diharapkan dapat mendorong pengelolaan sumber daya mineral untuk tidak berhenti pada pengolahan bahan mentah saja, tetapi berlanjut hingga penguasaan teknologi dan industri manufaktur bernilai tambah.
Penyadapan Ilegal, Dunia Usaha Butuh Tindak Lanjut
Dunia usaha menantikan aksi mitigasi dan tindak lanjut pemerintah terkait skandal penyadapan terhadap presiden, pejabat negara, tokoh politik, tokoh media, tokoh organisasi masyarakat, hingga pengusaha. Selain langkah hukum, upaya perbaikan infrastruktur keamanan data juga perlu ditingkatkan. Persoalan keamanan data dan privasi digital dinilai dapat menghambat aktivitas bisnis Indonesia, termasuk dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan mitra internasional. Kebocoran data serta lemahnya mitigasi setelah insiden penyadapan berpotensi mengurangi kepercayaan mitra asing terhadap pelaku usaha di dalam negeri.
Pada awal tahun (Januari), yield SBN tenor 10 tahun (Y10) berada di level 6,35%, tenor 5 tahun (Y5) di 5,75%, dan tenor 2 tahun (Y2) di 5,13%. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya tekanan pasar, yield terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada November 2026, di mana Y10 menyentuh 7,74%, Y5 sebesar 7,66%, dan Y2 melonjak tajam ke 7,32%. Fluktuasi yield memperlihatkan semakin tipisnya selisih imbal hasil antara SBN tenor panjang dan tenor pendek, sebuah kondisi yang disebut sebagai kurva imbal hasil mendatar (flattening yield curve). Pada Januari 2026, jarak antara yield tenor 10 tahun dan 2 tahun masih cukup lebar sekitar 1,22%. Namun, memasuki November 2026, ruangnya menyempit secara drastis menjadi hanya 0,42%. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa pasar memandang risiko jangka pendek dari pelemahan rupiah dan tekanan inflasi sama tingginya dengan ketidakpastian jangka panjang. Penawaran yield yang tidak terlalu jauh antar tenor tersebut diharapkan tetap bisa menjaga arus dana masuk domestik maupun asing.
Statistik Cadangan Devisa Oktober 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Jumat, 6 November 2023. Laporan selengkapnya dapat diunduh dan dibaca di situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Selain itu, BI juga akan merilis Laporan Survei Harga Properti Residensial Triwulan III 2026 dan Laporan Jumlah Uang Beredar (Uang Primer (M0) Adjusted) Oktober 2026.
Info Franchise Business Concept (IFBC) Expo Jakarta 2026 akan diselenggarakan pada 6-8 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Ini merupakan acara rutin tahunan yang telah memasuki tahun ke-19. Pada acara ini hadir ratusan peluang waralaba.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR