Nelayan mencari ikan di dekat Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/11/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Dalam Artikel Ini
Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
(Lakukan satu hal dan lakukan dengan sangat baik. Jan Koum - Pendiri Whatsapp)
Neraca Dagang September 2026 Lanjutkan Surplus USD 3,36 Miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan bulan September 2026 surplus sebesar USD 3,36 miliar, ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar USD 5,67 miliar dan defisit neraca perdagangan migas sebesar USD 2,31 miliar. Dengan demikian, secara kumulatif, neraca perdagangan RI tahun 2026 masih mencatat surplus USD 10,61 miliar.
Dalam Rilis Berita Statistik di Jakarta, Senin (2/11/2026), BPS mencatat surplus tersebut disebabkan nilai total ekspor Indonesia pada bulan September 2026 mencapai USD 27,59 miliar, tumbuh 11,87% (yoy).sementara nilai total impor Indonesia pada September 2026 mencapai USD miliar,tumbuh % (yoy).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2026 turun menjadi 3,23% secara tahunan (yoy), dengan inflasi month-to-month mencapai 0,22%, sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date) tercatat 2,40%. Angka ini menandakan tekanan inflasi telah mereda dibandingkan September 2026 sebesar 3,28% (yoy), meski lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober 2025 sebesar 2,86% (yoy).
Menakar Efektivitas BUK Migas untuk Urai Benang Kusut Perizinan
Rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) diharapkan dapat memangkas panjangnya proses perizinan di sektor hulu. Namun, efektivitas pembentukan lembaga baru ini memerlukan kejelasan pembagian kewenangan.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) Moshe Rizal menilai, persoalan perizinan masih menjadi salah satu hambatan yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia.
Resmi Tak Dihitung dalam IHSG, Keluarnya 82 Saham HSC Jadi Berkah bagi Deretan Blue Chip?
Peta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi berganti wajah mulai Senin (2/11/2026). Keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tak lagi memperhitungkan 82 saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), menjadi titik balik krusial. Dengan keluarnya HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan. Karena saham-saham HSC tersebut hanya dikeluarkan dari perhitungan IHSG.
Mengoptimalkan Tingkat Utilisasi Lahan Industri yang Masih Rendah
Pemanfaatan kawasan industri di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan tingkat utilisasi yang relatif rendah, yakni 57,2% per tahun 2026 ini. Kapasitas lahan industri yang menganggur masih cukup besar. Pengembangan kawasan industri diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total luas lahan kawasan industri di Indonesia mencapai 109.369,71 hektar (Ha). Ekosistem industri ini merangkum total 181 kawasan industri yang tersebar di 24 provinsi. Lanskap industri nasional kini tidak lagi didominasi oleh Pulau Jawa, di mana sekitar 63,8% atau setara dengan 69.738,46 Ha lahan industri berada di luar Jawa. Sementara itu, Pulau Jawa saat ini mencatatkan luas kawasan industri sebesar 39.631,25 Ha atau sekitar 30-an% dari total sebaran lahan industri yang tercatat.
Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2026 akan diselenggarakan pada Selasa, 3 November 2026 pukul 16.00 WIB - selesai di Gedung Thamrin Lt4 Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI) Jakarta. Hadir pada kesempatan itu Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Policy Dialogue Sustainable Transformation in Indonesia The Future of ESG Policy and Leadership akan diselenggarakan pada Selasa, 3 November 09.00 - 12.00 WIB di Gedung Yustinus Lt 15 Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Hadir memberikan keynote speech Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Turut hadir pula sebagai narasumber Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK Joko Siswanto, Vice Chairperson Sustainable and Business Governance KADIN Elim Sritaba, Dekan Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya Irenius Dwinanto Bimo, Vice President Sustainability Business Pratice Specialist of CIMB Niaga Mariska Sukmajaya, dan dimoderatori Jurnalis Kontan Asnil Bambani Amri.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR