Neraca Dagang September 2026 Lanjutkan Surplus USD 3,36 Miliar

Nilai ekspor kumulatif meningkat 5,58% secara tahunan, sementara nilai impor kumulatif meningkat 19,67% secara tahunan

Neraca Dagang September 2026 Lanjutkan Surplus USD 3,36 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan bulan September 2026 surplus sebesar USD 3,36 miliar, ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar USD 5,67 miliar dan defisit neraca perdagangan migas sebesar USD 2,31 miliar. Dengan demikian, secara kumulatif, neraca perdagangan RI tahun 2026 masih mencatat surplus USD 10,61 miliar.

Dalam Rilis Berita Statistik di Jakarta, Senin (2/11/2026), BPS mencatat surplus tersebut disebabkan nilai total ekspor Indonesia pada bulan September 2026 mencapai USD 27,59 miliar, tumbuh 11,87% (yoy). sementara nilai total impor Indonesia pada September 2026 mencapai USD miliar, tumbuh % (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, pada September 2026, komposisi ekspor nonmigas yang tumbuh 12,39% (yoy) sebesar USD 26,64 miliar terutama ditopang ekspor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang tumbuh 15,89% (yoy) dengan andil 8,47% terhadap total kenaikan ekspor.

Secara terperinci, nilai ekspor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 16,78% (yoy) dengan nilai USD 23,27 miliar dan memberikan andil 13,56% terhadap kenaikan total ekspor. Di sisi lain, ekspor pertambangan turun -9,37% (yoy) dengan nilai USD 2,86 miliar, sementara ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun tajam -18,14% menjadi USD 0,51 miliar.

Dari sisi komoditas unggulan, kenaikan nilai ekspor tertinggi disumbangkan komoditas CPO dan turunannya, dengan pertumbuhan 16,14% secara tahunan dan nilai ekspor kumulatif mencapai USD 21,07 miliar sepanjang Januari-September 2026. Total volume ekspor kumulatif CPO pun naik 8,10% dari USD 17,58 miliar menjadi USD 19 miliar.

Tiongkok, Amerika Serikat, dan India bertahan sebagai tiga negara tujuan ekspor utama Indonesia. Nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok menduduki tempat tertinggi sebesar USD 54,17 miliar, dengan komoditas besi dan baja mendominasi 26,29% dari total ekspor ke negeri tirai bambu senilai USD 14,24 miliar.

Ekspor nonmigas ke AS dan India masing-masing mencapai USD 25,39 miliar dan USD 15 miliar dengan komoditas dominan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya ke AS dan bahan bakar mineral ke India, masing-masing memberikan andil 15,88% dan 31,50% terhadap total ekspor ke masing-masing negara tersebut.

Sementara itu, dari nilai total impor sebesar USD 24,23 miliar pada September 2026, BPS mencatat impor migas mencapai USD 3,27 miliar atau naik 23,94% (yoy), sementara impor nonmigas tercatat USD 20,96 miliar, tumbuh 17,59% secara tahunan.

"Seluruh impor menurut golongan penggunaan mengalami peningkatan. Nilai impor barang konsumsi naik 15,98% dibandingkan September 2025. Sementara itu, bahan baku naik 24,65% secara tahunan menjadi USD 17,19 miliar pada kondisi September 2026," tutur Ateng.

Tiga besar negara asal impor Indonesia adalah Tiongkok, Jepang, dan Australia. Dari Negeri Tirai Bambu, impor nonmigas mencapai USD 76,16 miliar, didorong impor mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar USD 16,86 miliar. Ini diikuti komoditas mesin/peralatan mekanis yang mendominasi impor asal Jepang sebesar USD 1,99 miliar, sementara impor nonmigas Australia didominasi impor logam mulia sebesar USD 1,5 miliar.

Secara kumulatif, BPS mencatat perdagangan Indonesia-Amerika Serikat masih menjadi penyumbang surplus neraca perdagangan terbesar, senilai USD 14,26 miliar. Sementara itu, perdagangan Indonesia-Tiongkok kembali mencatatkan defisit terdalam hingga USD 21,2 miliar.

"Surplus perdagangan dengan Amerika Serikat ditopang surplus mesin dan perlengkapan elektrik sebesar USD 3,35 miliar. Meski demikian, komoditas yang sama memicu defisit perdagangan dengan Tiongkok sebesar USD 16,33 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan nonmigas menyumbang surplus USD 34,21 miliar sepanjang Januari-September 2026," tutur Ateng.


Artikel ini akan dilengkapi dengan pengayaan kemudian

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Makro