Erupsi Gunung Anak Krakatau yang dimulai sejak Kamis (4/9/2026) berdampak pada terganggunya operasional 8 bandara memicu efek domino. Perjalanan wisatawan yang terhenti tidak hanya mengganggu sektor perhubungan, tetapi juga sektor ekonomi lainnya seperti pariwisata.
Aktivitas penerbangan di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dihentikan untuk alasan keamanan.
Persoalan tidak hanya pada luas lahan, tetapi juga produktivitas dan rendemen tebu yang selama ini relatif tidak bergerak.
Penutupan Selat Hormuz yang telah mengganggu rantai pasok energi global berdampak pada industri penerbangan Indonesia. Harga avtur di berbagai bandara melonjak sekitar 60%.
Harga avtur sendiri berkontribusi hingga mencapai 40% dari total biaya operasional. Alhasil, pemerintah menaikkan fuel surcharge untuk seluruh jenis pesawat menjadi 38 persen.
Menampilkan 12 dari 5 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.