APBN tidak bisa hanya diukur dari pernyataan normatif pejabat pemerintah, melainkan harus dilihat melalui sejumlah indikator yang benar-benar mencerminkan daya tahan fiskal.
Pemerintah mengakselerasi pertumbuhan moneter dan fiskal dengan kolaborasi Pemerintah, swasta dan Danantara. BI meluncurkan PINISI wadah kolaborasi pembiayaan bersama.
Bagi dunia usaha, kondisi fiskal pemerintah tidak hanya dipandang sebagai indikator keuangan negara, tetapi juga sinyal penting terhadap stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan.
Pemerintah perlu membuat kebijakan efektif dalam penggunaan energi terbarukan. Cukai emisi bisa hasilkan Rp40 triliun per tahun.
Pemerintah memaparkan kredibilitas fiskal Indonesia kepada jajaran investor global dalam perjalanan dinas ke Amerika Serikat selama sepekan terakhir. Adapun para investor raksasa global itu antara lain Goldman Sachs, Fidelity Investments, dan BlackRock.
Artikel ini merupakan opini dari Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Mohamad Ikhsan
Kebijakan menaikkan bea keluar batubara tidak hanya sekadar instrumen meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi mekanisme kendali agar eksploitasi sumber daya alam memberikan kontribusi maksimal bagi kas negara di masa krisis.
“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19. Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” ucap Presiden Prabowo.
Wacana pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas 3% dari produk domestik bruto (PDB) mulai menjadi perbincangan di tengah meningkatnya kebutuhan belanja pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global.
percepatan belanja pemerintah sebesar Rp809 triliun menjadi salah satu upaya menjaga momentum pertumbuhan Kuartal-I yang diharapkan mencapai 5,5%.
Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings pada Kamis (5/2/2026) malam yang resmi menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. IHSG pun merespon negatif. Bagaimana ke depan?
Realisasi penerimaan negara mencapai Rp 172,7 triliun hingga 31 Januari 2026. Angka ini tercatat tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan
Menampilkan 12 dari 20 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.