Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Petani kopi belum punya kesadaran terkait ketertelusuran atas komoditasnya. Selain memperlancar pemasaran, ketertelusuran bisa jadi alat kontrol kualitas
Setelah mencatat defisit perdagangan dengan Thailand selama periode 2021-2025, Indonesia berharap perubahan menjadi surplus melalui kemitraan strategis yang baru.
Kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di dalam negeri bisa berdampak ke industri. Keuangan perusahaan bisa terganggu
Jepang berpotensi jadi pasar besar kopi Indonesia. Perlu penguatan dalam hal ketelusuran dan sertifikasi
Pemerintah Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Katalis 2.0 (13/7/2026) di Jakarta sebagai kelanjutan dari keberhasilan kerjasama fase pertama (2021–2025). Upaya ini sebagai langkah strategis memperkuat ikatan kerjasama bidang perdagangan kedua negara.
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Vietnam dalam forum Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) ke-6 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta pada 14 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan integrasi ekonomi kedua negara anggota ASEAN ini.
Sebanyak 16 kesepakatan antara Indonesia dan India menjadi komitmen kedua negara dalam upaya optimalisasi perdagangan komersial dan investasi industri.
Pertemuan bilateral bertajuk Leaders' Retreat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka pada 6 Juli 2026 menjadi momentum untuk penguatan pilar ekonomi kedua negara.
Tren surplus kinerja perdagangan luar negeri Indonesia akhirnya menghadapi titik balik. Efek lonjakan harga minyak dunia dan nilai Rupiah yang tertekan jadi tantangan.
Industri mi instan Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa besar di pasar global. Ironisnya, bahan bakunya berupa gandum masih bergantung pada impor dari negara lain.
Defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 dikarenakan kinerja ekspor yang menurun, sementara impor bertumbuh.
Ketidakpastian ekonomi global selama ini telah memicu tantangan besar bagi industri karet dari hulu ke hilir. Produktivitas karet domestik yang cenderung menurun berpengaruh terhadap produksi ban, komponen dalam mendukung pengembangan industri otomotif, terutama kendaraan listrik.
Menampilkan 12 dari 74 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.