Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Ketidakpastian ekonomi global selama ini telah memicu tantangan besar bagi industri karet dari hulu ke hilir. Produktivitas karet domestik yang cenderung menurun berpengaruh terhadap produksi ban, komponen dalam mendukung pengembangan industri otomotif, terutama kendaraan listrik.
Indonesia saat ini justru sedang memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang melalui kebijakan yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperbesar penerimaan negara.
Kontrak ekspor yang telah berjalan dipastikan tetap berlaku sehingga tidak mengganggu kepastian usaha dan hubungan dagang dengan mitra internasional.
Industri nikel Indonesia bergantung pada China sebagai pasar dan sumber investasi. Namun, kini investor China mulai melirik industri di Afrika.
Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren surplus yang terus berlanjut. Namun, rekor surplus yang telah berlangsung cukup lama ini dibayangi oleh penyusutan nilai yang kian besar.
Kebijakan pengelolaan DHE sumber daya alam dinilai akan memberikan dampak positif terhadap industri perbankan nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan keberhasilan Indonesia mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan atau enam tahun berturut-turut sejak Mei 2020. Meski demikian, angka surplus neraca dagang RI tercatat merosot tajam menjadi USD 89,1 juta pada April 2026.
Pada tahap awal, kebijakan tersebut mencakup tiga komoditas utama, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD66,13 miliar atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional.
Pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan menetapkan agar ekspor Sumber Daya Alam menjadi satu pintu dari perusahaan ini. Apakah ini bisa mendongkrak kinerja ekspor?
Pemerintah terus mensosialisasikan tata kelola ekpor SDA yang baru. Pengusaha belum punya pijakan aturan teknis.
Kebijakan sentralisasi ekspor komoditas batubara akan berjalan di tengah volatilitas harga batubara di pasar global yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Pemerintah memperketat keran ekspor komoditas andalan nasional, khususnya kelapa sawit, batu bara, dan paduan logam (ferro-alloy). Kebijakan ini mewajibkan seluruh aktivitas ekspor komoditas tersebut dilakukan secara terpusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh pemerintah.
Menampilkan 12 dari 63 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.