Review MSCI, Harga BBM, dan Kerjasama Strategis Indonesia-China

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Review MSCI, Harga BBM, dan Kerjasama Strategis Indonesia-China
Pekerja berjalan di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (30/4/2026). IHSG ditutup melemah ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4) terkoreksi 144,42 poin atau sebesar 2,03 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Cintamu membuatku kuat. Kebencianmu membuatku tak terhentikan." (Cristiano Ronaldo - Peraih 5 kali pemain terbaik dunia sepakbola)

Bertahan di Emerging Market, MSCI Beri Tenggat Reformasi Pasar Modal Indonesia hingga 2026

  • Firma global penyedia indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja kembali merilis laporan terbarunya yakni MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026), pada subuh WIB. MSCI memutuskan Indonesia tetap berada dalam klasifikasi emerging market. Namun, mereka memberi tenggat hingga November 2026 bagi regulator pasar modal Indonesia untuk membuktikan efektivitas reformasi yang telah diumumkan.
  • Dalam laporan itu, MSCI menegaskan bahwa perhatian investor internasional kini tidak lagi tertuju pada rencana reformasi, melainkan pada hasil nyata yang mampu ditunjukkan regulator dan pelaku pasar. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus dalam kajian tahunan MSCI. Sorotan tersebut berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat memengaruhi aksesibilitas pasar bagi investor institusional global.Jika kemajuan yang dinilai memadai tidak terlihat hingga periode evaluasi tersebut, penyedia indeks global itu membuka peluang untuk meninjau ulang klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market.

Harga Minyak Turun, Momentum Ringankan Beban Subsidi

  • Mengendurnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pasca tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menguatkan harapan terkait penurunan harga minyak dunia. Harga Pertamax yang saat ini berada di level Rp16.250 per liter berpotensi turun ke kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter pada penyesuaian berikutnya. Penyesuaian harga Pertamax penting untuk mencegah perpindahan konsumen ke Pertalite. Selain itu, saat ini diperlukan pembagian peran yang jelas antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Prinsip ini membuat perekonomian lebih terkendali. Sedangkan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak oleh fluktuasi harga energi.

Indonesia-China Prioritaskan Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Indonesia dan China terus membangun dan memperkuat kemitraan strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Kedua negara pun menginginkan hubungan kerja samanya berkembang dan lebih seimbang seiring berakhirnya Rencana Aksi Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-China 2022-2026.

Pemerintah pun menyodorkan empat bidang kerja sama yang paling praktis dan menjanjikan untuk dilakukan oleh kedua belah pihak. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Santo Darmosumarto mengatakan, memasuki babak baru ini, pemerintah membidik peluang kerja sama terkait ekonomi hijau dan hilirisasi mineral kritis, ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan kapasitas industri.

“Indonesia dan Tiongkok dapat bersama-sama menjadi pilar masa depan energi bersih melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai, daur ulang baterai, manufaktur panel surya, serta investasi energi terbarukan,” kata Santo dalam China-Indonesia Think Tank and Media Forum yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (24/06/2026).

Antisipasi Lonjakan Permintaan Rumah saat Ambang MBR Dinaikkan

  • Keputusan pemerintah menaikkan ambang batas penghasilan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berpotensi memicu lonjakan permintaan rumah dengan memanfaatkan fasilitas keringanan yang disediakan negara. Selain menghitung kapasitas fiskal guna mengantisipasi melebarnya penerima subsidi, pemerintah perlu memastikan kesiapan pengembang perumahan rakyat dari sisi supply.

Akselerasi Program 3 Juta Rumah Lewat Perluasan Kriteria MBR

  • Upaya akselerasi target Program 3 Juta Rumah dengan langkah penyesuaian batas pendapatan dirancang untuk mengatasi kemacetan kepemilikan rumah (backlog) yang telah menembus angka kisaran 9,9 juta rumah tangga. Langkah tersebut diambil Menteri Dalam Negeri dan juga Menteri Kawasan Perumahan dan Kawasan Pemungkiman dengan menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat, (19/6/2026). Melalui strategi tersebut, pemerintah berusaha memperluas cakupan penerima manfaat demi menjaring pekerja sektor produktif perkotaan yang selama ini kesulitan memenuhi kriteria ketat perbankan untuk memiliki hunian formal yang layak.

Dorong Produk Hilir Industri Cokelat Berjaya di Pasar Domestik

  • Indonesia telah lama menjadi raksasa produsen biji kakao di panggung dunia, bersanding dengan negara-negara produsen utama lainnya seperti Pantai Gading, Ghana, Ekuador, dan Brasil. Selanjutnya, produk cokelat asli Nusantara perlu dikembangkan untuk menguasai pasar domestik hingga mancanegara. Berdasarkan data dari Food and Agriculture Organization (FAO), dengan volume produksi kakao sekitar 632.117 ton (2023), Indonesia konsisten mengalirkan kurang lebih setengah dari total hasil panennya ke pasar internasional. Ketergantungan pasar global terhadap pasokan komoditas kakao menjadikan  Indonesia sebagai pemain utamag dalam pasok kakao dunia.

World Economic Forum (WEF) Annual Meetings of the New Champions (Summer Davos) digelar 23 Juni - 25 Juni 2026 di Dalian, China. Pertemuan ini mengambil tema "Innovating at Scale". Adapun agenda pada 25 Juni akan ada diskusi dengan pembicara President & CEO Agilent Padraig McDonnell, Founder and Executive Chair APCO Margery Kraus, Partner and Chair Emeritus Bain & Company Orit Gadiesh, Managing Director WEF Mirek Dusek, Co-Founder and Chief Technology Office Genbio AI Le Song, CEO Pheno Innovations Michael Liu. Acara ini akan berlangsung pukul 11:15-11:45 CST atau 00.15 WIB pada Jumat 26 Juni 2026.

Seminar Rule of Law and Economic Growth akan dilaksanakan Kamis 25 Juni 2026 pukul 09.00 - 12.00 WIB di RR Lantai 17, Gedung Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jalan M.H Thamrin, Jakarta. Hadir memberikan kata sambutan Ketua Dewan Ekonomi DEN Luhut B Pandjaitan. Selain itu juga hadir pembicara antara lain Assistant Director Atlantic Council Annie (Yu-Lin) Lee, Senior Fellow Atlantic Council Joseph Lemoine, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Topo Santoso, Partner Withers Khattarwong Joel Shen, Anggota DEN Heriyanto Irawan, Tenaga Ahli DEN Indriyane Vera Natalia. Turut hadir panel ahli Staf Khusus Ketua Mahkamah Agung Aria Suyudi, Staf Khusus Ketua DEN bidang Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Lambock V Nahattands, Ketua Koalisi Anti Korupsi Indonesia Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Ahmad Fikri Assegaf, Kepala Biro HUkum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Muhammad Yusfidli.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya