Posisi Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Dunia hingga Kerjasama Indonesia-Rusia

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Posisi Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Dunia hingga Kerjasama Indonesia-Rusia
Foto: Nana/Suar.id
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi langkanya telat. Sedangkan orang bodoh enggak mikir, dia langsung melangkah. Terlalu banyak pikiran malah tidak jalan. Yang penting berani jalan dulu." (Bob Sadino - Pengusaha Indonesia)

Misi Menjaga Status Emerging Market, BEI Buka Dialog Intensif dengan S&P DJI

  • Setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI), kini giliran S&P Dow Jones Indices yang menempatkan pasar saham Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi turun kasta ke dalam kategori pasar perbatasan (frontier market). Melalui dokumen ”Country Classification–2026/2027 Watchlist”, S&P DJI merilis daftar pantauan pasar-pasar saham yang berpotensi mengalami perubahan klasifikasi pada 2027. Setidaknya terdapat tiga negara yang masuk ke dalam daftar ini, yakni Indonesia, Turki, dan Nigeria. Adapun pasar saham Indonesia menjadi salah satu kandidat yang berpotensi turun kelas, dari statusnya saat ini sebagai pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan. Salah satu pertimbangannya ialah perkembangan regulasi, terutama terkait dengan transparansi kepemilikan saham.
  • Merespon ini, BEI mulai mengintensifkan komunikasi dengan S&P DJ. Langkah itu dilakukan untuk menjelaskan berbagai reformasi yang telah dijalankan BEI sekaligus membahas sejumlah aspek yang masih menjadi perhatian penyedia indeks global, dengan tujuan mempertahankan posisi Indonesia sebagai emerging market.

Indonesia Kuatkan Kerja Sama Dagang dengan Rusia, Pintu Masuk ke Pasar Eurasia

  • Indonesia semakin mempererat kerja sama perdagangan dan industri dengan Rusia. Sebagai langkah strategis untuk memperluas dan menembus penetrasi produk nasional ke pasar global. Ini artinya peluang kerja sama industri Indonesia di kawasan Eurasia semakin terbuka lebar, khususnya untuk sektor manufaktur atau industri pengolahan (IP).
  • Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir juga memperlihatkan perkembangan yang signifikan, terlihat dari nilai total perdagangan bilateral kedua negara yang tumbuh sebesar 5,4% hingga mencapai USD 4,8 miliar pada tahun 2025 lalu. Begitu juga dengan nilai ekspor produk Indonesia ke Rusia, yang mengalami peningkatan sebesar 7,5% menjadi USD 1,8 miliar di tahun yang sama.
  • Adapun komoditas unggulan Indonesia yang secara rutin diekspor ke Rusia antara lain karet, kopi, coklat, teh, alas kaki, komponen elektronik, hingga produk kimia. Dari Rusia, Indonesia juga mengimpor sejumlah produk seperti pupuk, besi, baja, kimia organik, hingga pesawat terbang.

AI Kian Diandalkan, Data Resmi Tetap Jadi Fondasi Pengambilan Keputusan

  • Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk dalam mencari data. Jika sebelumnya pencarian informasi dengan membuka kliping, koran, majalah, belakangan kehadiran internet mempermudah pencarian informasi cukup lewat ponsel dengan bantuan mesin pencari. Kini, perubahan kembali terjadi seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bagi Badan Pusat Statistik (BPS), fenomena tersebut bukan dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperluas pemanfaatan data statistik resmi. Pengusaha dan periset pun masih mencari data dari sumber resmi untuk memastikan keakuratan dan kredibilitasnya.

Supply-Demand di Triwulan Dua Melemah, Dunia Usaha Butuh Kebijakan yang Mendorong

  • Berbagai indikator yang mencerminkan dua aspek ekonomi yakni aspek produksi/penawaran (supply) dunia usaha dan aspek konsumsi (demand) masyarakat tercatat alami pelemahan. Dari sisi penawaran, Bank Indonesia (BI) mengumumkan Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Juni 2026 melanjutkan tren penurunan 3 bulan berturut-turut. Melemahnya IPR dalam tiga bulan sejalan dengan kontraksi indeks Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 50,0 ke 46,9. Sementara sisi penawaran tertekan akibat kinerja usaha dan penjualan riil yang turun sepanjang kuartal, sinyal permintaan yang goyah tampak dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang juga mengalami penurunan mulai bulan April, Mei, dan Juni 2026. Pengusaha berharap respons kebijakan diarahkan pada usaha jangka pendek dan jangka panjang secara simultan. Dalam jangka pendek, stabilitas nilai tukar, kelancaran pasokan bahan baku dan energi, serta memastikan tidak ada gangguan logistik yang menambah beban biaya industri menjadi semakin mendesak.

Akselerasi Kemitraan Strategis Bersama India

  • Sebanyak 16 kesepakatan antara Indonesia dan India menjadi komitmen kedua negara dalam upaya optimalisasi perdagangan komersial dan investasi industri. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, neraca perdagangan Indonesia selalu membukukan angka positif. Pada tahun 2024, ekspor Indonesia ke India mencapai 20.380,9 juta dolar AS dengan nilai impor sebesar 5.685,5 juta dolar AS, sehingga surplus neraca dagang yang sangat tinggi sebesar 14.695,4 juta dolar AS. Di tahun 2025 tercatat nilai ekspor terkoreksi sebesar 10,09% menjadi 18.324,7 juta dolar AS dan nilai impor juga mengalami penurunan sebesar 14,94% ke angka 4.836 juta dolar AS. Meski terjadi penyusutan, Indonesia tetap mencatatkan surplus perdagangan yang cukup besar senilai 13.488,7 juta dolar AS pada akhir tahun 2025, membuktikan posisi tawar Indonesia yang kuat di pasar India.

Masa Depan Data Center Indonesia Sebagai Episentrum Digital ASEAN

  • Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kini terdepan untuk menjadi pusat hub pangkalan data regional. Tercatat Indonesia memiliki 200 data center dan menjadikannya menduduki posisi pertama di ASEAN.  Berdasarkan data dari laman Data Center Map per Juli 2026 yang mencatat bahwa Indonesia saat ini memimpin sebaran dengan total 200 unit data center aktif. Jumlah ini melampaui yang dimiliki negara tetangga, seperti Malaysia dengan 116 unit dan Singapura dengan 68 unit. Pesatnya pembangunan data center di Indonesia didorong oleh berbagai faktor fundamental, mulai dari ketersediaan lahan luas yang melimpah, kapasitas pasokan energi, hingga infrastruktur penyokong industri yang sangat mudah diakses oleh para investor global.

Pameran Nusantara Food Hotel 2026 diselenggarakan pada 9-12 Juli 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Ini merupakan pameran industri food and beverages untuk perhotelan. Adapun terdapat 12 kategori makanan-minuman yang dipamerkan yaitu meat & poultry, milk & dairy, seafood & cold chain, frozen & process food, coffee & tea, food ingredients & seasoning, natural & organic products, bakery & pastry, beverages, hospitaly & supplies, horeca equipment, hotel technologies & operations.

INDOBUILDTECH PART 1 2026 diselenggarakan pada 8-12 Juli 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Ini merupakan pameran terpadu mulai dari bahan bangunan, arsitektur, dan interior terbesar di Indonesia. Ajang ini mempertemukan para pembeli, pabrikan, dan pengunjung dari seluruh dunia. Sepanjang 2026, INDOBUILDTECH diselenggarakan empat kali yang pertama pada 7-10 Mei 2026 di Bandung, 8-12 Juli di ICE BSD, 17-20 September di Surabaya, dan 25-29 November di PIK.

Selamat beraktivitas, Chief

Tim SUAR

Baca selengkapnya