DPR Usulkan Pangkas Anggaran MBG dan Kunjungan PM Singapura

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

DPR Usulkan Pangkas Anggaran MBG dan Kunjungan PM Singapura
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Kalau impianmu tak bisa membuatmu takut, mungkin karena impianmu tak cukup besar." (Muhammad Ali - Petinju Legendaris)

DPR Usulkan Anggaran MBG 2027 Bakal Terpangkas, Hingga Rp174 Triliun

  • Alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp174 triliun dari tahun ini Kalau dari Rp268 triliun. Penurunan pagu anggaran tersebut diperkirakan terjadi seiring rencana pemerintah mengurangi jumlah dapur atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari pelaksanaan program.
  • Besaran anggaran final program MBG baru akan ditetapkan setelah proses pembahasan APBN 2027 rampung, yang ditargetkan selesai pada September 2026. Karena itu, seluruh angka yang saat ini beredar masih bersifat indikatif dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah maupun DPR. Sebagai perbandingan, pada APBN 2026 anggaran program Makan Bergizi Gratis juga mengalami penyesuaian. Pagu anggaran yang semula direncanakan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun. Dengan proyeksi penurunan kembali pada 2027, pemerintah dan DPR diharapkan tetap memastikan efektivitas pelaksanaan program serta keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat sasaran.

Saling Percaya, Indonesia - Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Berbagai Bidang

  • Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyaksikan pertukaran nota kesepahaman (MoU) dan dokumen kerja sama strategis dalam rangkaian pertemuan bilateral tahunan Leaders' Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (06/07/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan 18 kesepakatan bilateral dan 8 kerja sama business-to-business, menegaskan kerjasama kedua negara yang semakin erat sekaligus mengakhiri sentimen negatif image pasar keuangan Tanah Air selama beberapa waktu terakhir.

Mendorong Koperasi Terjun ke Industri Hilir Sawit

  • Kementerian Koperasi mulai mendorong koperasi naik kelas dari sekadar pengelola kebun menjadi pelaku industri sawit. Langkah itu dilakukan melalui kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk membangun ekosistem, termasuk membangun pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) sendiri. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi tawar petani sawit melalui kelembagaan koperasi, baik di sektor hulu maupun hilir. Dalam program ini, pemerintah akan membangun model kemitraan dengan PT Agrinas Palma Nusantara sebagai perusahaan inti, sedangkan koperasi sawit berperan sebagai plasma. Sedikitnya 20 persen lahan produktif nantinya akan dikelola koperasi.

Relaksasi SLIK, Jalan Baru UMKM Menuju Kepemilikan Rumah

  • Relaksasi kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperoleh akses kredit pemilikan rumah (KPR). Penyempurnaan sistem informasi kredit tersebut diharapkan mempercepat proses pengajuan pembiayaan sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Optimalisasi SLIK yang mulai berlaku 1 Juli 2026 mencakup percepatan pembaruan informasi kredit atau pembiayaan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan setelah sebelumnya, proses pembaruan data dapat berlangsung hingga satu bulan atau lebih. Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Kiki ini menambahkan, kini penerapan threshold informasi debitur untuk nominal di atas Rp1 juta sehingga informasi yang disajikan tetap proporsional dan relevan dalam proses analisis kredit. Ketersediaan informasi debitur yang lebih terkini, akurat, dan relevan tentunya akan membantu lembaga jasa keuangan dalam melakukan penyaluran pembiayaan perumahan dan KPR bersubsidi secara lebih cepat dan prudent, termasuk dalam kerangka Program 3 Juta Rumah.

Beda Posisi Indonesia Dari Tolok Ukur PDB Nominal dan PDB Paritas Daya Beli

  • Produk Domestik Bruto (PDB) Nominal Indonesia tumbuh dari 0,4 triliun dolar AS pada tahun 2006 menjadi 1,54 triliun dolar AS pada proyeksi tahun 2026. Pertumbuhan ini mencatatkan kenaikan sebesar 285%. Namun, lompatan yang jauh lebih mencengangkan terlihat pada metrik PDB yang disesuaikan dengan Paritas Daya Beli atau Purchasing Power Parity (PPP), di mana nilainya melejit dari 1,31 triliun dolar AS menjadi 5,45 triliun dolar AS pada periode yang sama atau tumbuh 316%. Angka pertumbuhan PDB yang disesuaikan dengan PPP mengindikasikan bahwa akselerasi aktivitas ekonomi domestik bergerak lebih cepat dibandingkan pelemahan nilai tukar mata uang di pasar internasional. Hal ini membuktikan bahwa fondasi ekonomi dalam negeri Indonesia memiliki daya tahan yang fleksibel (agile) dan kekuatan konsumsi yang masih terjaga.

Dampak Kunjungan Wisatawan Mancanegara untuk Tingkatkan Devisa Pariwisata

  • Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, diharapkan dapat menambah dampak berganda bagi perekonomian nasional. Terutama meningkatkan devisa pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara bulanan cenderung meningkat sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2026. Jika pada Januari 2024 jumlahnya sebanyak 927,7 ribu kunjungan, pada Agustus 2025 angkanya mencapai puncak sebanyak 1,481 juta kunjungan. Memasuki awal tahun 2026, kunjungan sempat terkoreksi ke level 1,088 juta kunjungan pada Maret 2026, sebelum akhirnya kembali bangkit secara signifikan sebesar 27% secara bulanan menuju angka 1,382 juta kunjungan pada Mei 2026. Pertumbuhan angka kunjungan yang impresif tersebut memberikan angin segar bagi target performa pariwisata nasional. Kuantitas kunjungan wisman melonjak dari 5,89 juta (2022) menjadi 15,39 juta perjalanan pada tahun 2025. 

Rapat Paripurna DPR ke-24 Masa Persidangan V Tahun 2025-2026 akan dilaksanakan pada Selasa 7 Juli 2026 pukul 10.00 WIB di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Adapun agendanya rapat mengenai Pandangan Fraksi atas Rancangan Undang-Undangan (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2025.

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Juni 2026 pada Selasa 7 Juli 2026 secara virtual pada 14.00 - 16.30 WIB. Pada kesempatan ini, masing-masing dewan komisioner OJK akan memaparkan perkembangan terkini kinerja industri jasa keuangan.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya