Efisiensi Operasi Cegah PHK hingga Restitusi Pajak

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Efisiensi Operasi Cegah PHK hingga Restitusi Pajak
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Efisiensi Operasional Jadi Strategi Utama Dunia Usaha Tekan Risiko PHK

  • Di tengah situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pelaku usaha Tanah Air mulai memperketat berbagai langkah efisiensi operasional untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mempertahankan tenaga kerja. Opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) pun menjadi pilihan yang terakhir untuk menjaga keberlanjutan usaha. Ancaman gelombang PHK ini menjadi perhatian serius banyak pihak seiring tekanan yang terus menghadap sektor industri khususnya padat karya. Tekanan datang dari faktor pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan biaya produksi, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga lesunya permintaan ekspor dari luar negeri.
  • Dunia usaha perlu menjadikan opsi PHK sebagai langkah terakhir yang baru diambil jika benar-benar terpaksa. Strateginya adalah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan stabilitas tenaga kerja. Sebagian besar perusahaan saat ini fokus melakukan efisiensi operasional dan penguatan produktivitas. Langkah yang dilakukan adalah pengendalian biaya nonesensial, optimalisasi kapasitas produksi, penyesuaian rantai pasok, diversifikasi pasar, serta memperkuat pasar domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor maupun impor bahan baku

Semua Enak Karena Bijak di Restitusi Pajak

  • Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, pengeluaran negara untuk pembayaran restitusi pajak, mengalami lonjakan signifikan. Berdasar laporan Keuangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan, pada 2007, nilai pengembalian pajak tercatat Rp36,3 triliun. Angka ini terus meningkat, hingga pada 2025, pemerintah mengembalikan pajak tidak kurang dari Rp361,2 triliun. Laju pertumbuhan restitusi ini ternyata menunjukkan perkembangan yang kontras saat disandingkan dengan pertumbuhan penerimaan pajak. Pada tahun 2007, dari penerimaan pajak kotor tercatat Rp461,7 trilun, porsi restitusi pajak hanya mencapai 7,86% dari porsi pajak bruto.

Menanti Arah IHSG Usai Libur Panjang di Tengah Bayang-Bayang Global

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah menjelang libur panjang Idul Adha 2026 dan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Kondisi ini berbeda dibandingkan momentum serupa tahun lalu ketika pasar saham domestik masih mampu menguat meski dibayangi aksi jual investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup turun 1,23% atau 76,16 poin ke level 6.130,19. Pelemahan dipicu tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, aksi ambil untung investor menjelang libur panjang, serta sentimen geopolitik global yang masih membayangi pasar keuangan. Pola perdagangan menjelang Idul Adha tahun ini berbeda dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu, IHSG justru ditutup menguat 0,63% pada perdagangan Kamis (5/6/2025) menjelang libur panjang Iduladha.

Pemerintah Revisi Aturan Perdagangan Digital, DPR Kritik Iklan E-Commerce

  • Pemerintah berencana merevisi aturan perdagangan digital di tengah ramainya keluhan pedagang di dunia maya, terkait beban biaya yang dikenakan di pasar daring atau marketplace. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung DPR Senayan, Jakarta (26/5/2026). Revisi aturan ini akan dilakukan melalui penyempurnaan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Langkah ini disiapkan untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang dinilai lebih adil bagi pelaku usaha kecil. "Juga mampu memperkuat posisi produk dalam negeri," kata Mendag.

Fleksibilitas Dalam Mendiversifikasi Sumber Energi Nasional

  • Untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah akan memberi ruang fleksibilitas dalam memilih sumber energi didasarkan pada pertimbangan kualitas minyak mentah (crude oil), efisiensi waktu distribusi, lokasi pengiriman, serta pergerakan fluktuasi harga internasional di pasar global. Tak terkecuali bagi sumber energi dari Rusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upaya memperluas akses ke pasar Rusia sangat beralasan jika melihat tren historis volume impor minyak bumi dan produk olahannya. Pada periode 2021-2022, volume impor sempat menurun dari 104,98 ribu ton menjadi titik terendah sebesar 70,39 ribu ton dengan kontribusi hanya 4,5% dari total impor bahan bakar mineral. 

Mengurai Pelemahan Awal Tahun dan Proyeksi Kebangkitan di Triwulan II-2026

  • Meskipun secara agregat aktivitas dunia usaha berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) masih berada pada zona ekspansi -karena masih berada di atas ambang batas nol persen- penurunan saldo bersih tertimbang (SBT) pada triwulan I-2026 menggambarkan adanya normalisasi aktivitas produksi dan konsumsi domestik pasca-libur Natal dan Tahun Baru. Penurunan kuartalan ini merupakan sinyal jeda bagi para pelaku usaha untuk mengambil langkah lebih berani melakukan ekspansi di momen yang tepat. Perlambatan yang terjadi pada triwulan I-2026 dipicu oleh kontraksi pada sektor-sektor strategis yang sangat sensitif terhadap siklus konsumsi dan anggaran. Berdasarkan data SBT lapangan usaha, sektor perdagangan besar & eceran, serta reparasi mencatatkan performa negatif sebesar -0,04%. Angka ini turun dari triwulan sebelumnya yang di angka 3,36% akibat melemahnya daya beli pasca-Nataru. 

Perdagangan bursa saham kembali beroperasi pada Jumat 29 Mei 2026 setelah sebelumnya pada 2 hari yakni Rabu 27 Mei dan Kamis 28 Mei tidak beroperasi karena libur Hari Raya Idul Adha.

Seminar The AI "Sustainability Paradox" akan diselenggarakan Jumat 29 Mei 2026 pukul 16.00 - 17.30 (GMT +7) secara daring. Acara yang diselenggarakann oleh DigitalHub BSD City Sinarmas ini mengambil tema "Balancing Innovation with Environmental Impact". Hadir sebagai pembicara adalah Director of Partnerships and Engagement at Times Higher Education Charlotte Coles, Associate Professor Data Science-Monash University indonesia Arif Perdana, Head of Sustainability XLSMART Ratu Ommaya, Technology Advisory & Business Group Division Head Sinar Mas Land & CEO OneSmartService Irvan Yasni, Chief of Asset Management BSD Office and Education Business Development Sinar Mas Land Sandra Kosasih.

"Usaha dan keberanian saja tidak cukup tanpa tujuan dan arah." (John F.Kennedy - Mantan Presiden Amerika Serikat)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya

Ω