Dari Batik Sally Bersyukur, Kerja Tim Avengers dan Kesengsem Lasem
•
5 Menit Baca
Oleh:
Selamat berakhir pekan.
Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Hasil tidak mengkhianati usaha. Sally Giovanny membuktikannya. Bagi pendiri dan CEO Batik Trusmi Group itu, setiap lembar kain batik meninggalkan jejak tatkala ia masih bertungkus-lumus membesarkan usaha selama 20 tahun hingga menjadi salah satu ikon Kota Cirebon. Di antara goresan lilin malam, terjahit pula kelindan rasa syukur yang mengingatkannya: hidup di dunia cuma sementara.
Dua puluh tahun lalu, Sally mengambil salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. Sementara teman-teman seangkatannya bersiap-siap menjinjing ransel dan melanjutkan pendidikan tinggi ke universitas, Sally memilih naik ke puadai pelaminan di usia 17 tahun. Sang suami, Ibnu Riyanto, terpaut usia hanya enam hari lebih muda darinya.
Setiap keputusan memiliki konsekuensi. Enggan menyambung hidup dari makan gaji, keduanya sepakat merintis usaha menjual kain batik. Bukan bank, amplop pernikahanlah yang menyediakan modal untuk mereka merintis usaha bersama. Tak ada ilmu bisnis. Tak pakai teori manajemen. Hanya tekad sukses dan keberanian yang mereka miliki untuk memulai segalanya.
“Saya mengejar bola, menawarkan batik perorangan door-to-door, berjualan ke toko-toko, sampai bisa menjadi supplier batik. Effort-nya luar biasa,” tutur Sally berterus terang ketika ditemui di Batik Trusmi Store, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Kekayaan alam dan budaya Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, diperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat melalui kegiatan Jelajah Kemolekan Sorong Selatan yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, sepanjang 1-4 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengangkat potensi keanekaragaman hayati, kearifan lokal masyarakat adat, hingga pengembangan ekowisata sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Sorong Selatan secara lebih luas kepada masyarakat.
Berdasarkan catatan dari Konservasi Indonesia, tercatat ada sebanyak 416 jenis tumbuhan dan 372 jenis satwa yang telah teridentifikasi di Sorong Selatan. Ekosistem hutannya yang membentang serta terhubung dengan kampung-kampung yang dialiri sungai, membuka potensi Sorong Selatan sebagai destinasi ekowisata yang sayang untuk ditinggalkan.

Papua Program Director Konservasi Indonesia Robeth Mandosir menjelaskan, pengembangan ekowisata di Sorong Selatan pun dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat, tentunya dengan tanpa mengesampingkan upaya menjaga kelestarian alam dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
“Saya melihat untuk pengembangan adalah sebuah proses di mana menemukan titik partisipasinya, itu beririsan dengan nilai yang ada di dalam masyarakat, bagaimana mereka percaya, mendengar, dan menerima orang yang datang untuk mendampingi mereka,” kata Robeth.

Art Jakarta 2026: Pameran seni kontemporer berskala internasional Art Jakarta 2026 siap menyapa publik pada 3–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran. Mengandalkan partisipasi 75 galeri ternama dari berbagai penjuru Asia—mulai dari seniman lokal hingga galeri papan atas asal Tokyo, Seoul, Singapura, hingga Hong Kong—ajang ini menjadi ruang temu yang ideal bagi kolektor, komunitas, maupun penikmat seni awam untuk menikmati ragam kreativitas visual terkini. Dengan tiket seharga Rp150 ribu, Anda sudah bisa menjelajahi pameran megah ini yang dibuka untuk umum mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WIB.
Comic Con (ICC) 2026: Event untuk pecinta budaya pop Comic Con (ICC) 2026 siap digelar di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 3-4 Oktober 2026. Perayaan dekade kedua ini mengusung tema “A Decade of Pop Culture Fiesta”, helatan ke-10 ini memanjakan pengunjung dengan ekosistem pop kultur yang lengkap—mulai dari komik, film, gim, cosplay, hingga kehadiran tamu spesial asal Jepang, Mackenyu, sang pemeran Roronoa Zoro di serial live-action One Piece. Anda bisa menikmati keseruan ajang kumpul komunitas dan kreator terbesar ini cukup dengan merogoh kocek Rp130 ribu untuk tiket harian atau Rp225 ribu untuk terusan selama dua hari penuh.
Jakarta Biennale 2026: KEBAL resmi dibuka mulai 4 Oktober 2026 di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Mengangkat tajuk “KEBAL”, helatan seni rupa kontemporer bergengsi ini memajang deretan karya memikat di lokasi utamanya hingga 28 Oktober mendatang, sebelum dilanjutkan ke berbagai ruang kolektif di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Tanpa dipungut biaya tiket masuk, pameran ini menjadi destinasi ideal untuk menikmati sajian seni berkelas sekaligus menjelajahi dinamika ruang kreatif publik secara cuma-cuma.

Para penggemar film dan komik pasti tahu betul, di jagat superhero, ada dua grup super yang digemari jutaan penonton seluruh dunia yaitu Avengers dan Justice League. Tidak hanya seru ditonton, film-film ini sejatinya juga punya banyak nilai dan teladan yang bisa diadaptasi dan bermanfaat di lingkungan dunia kerja kita.
Kendati sama-sama merupakan grup superhero, tapi ada satu perbedaan mencolok antara keduanya. Dari dua grup super itu kita bisa ambil kesimpulan, Avengers butuh bekerja sama dengan kompak bahkan mau serta mampu berkorban satu sama lain untuk bisa mengalahkan musuhnya. Sedangkan Justice League meski beranggotakan pahlawan super, cukup mengandalkan Superman seorang untuk mengalahkan musuhnya.
Bila kita tarik ke konteks korporasi, agaknya hari ini era Superman sudah tidak lagi relevan. Sebaliknya, saat ini kita hidup dalam era yang menuntut kolaborasi ala Avengers—di mana setiap anggota tim membawa keahlian uniknya masing-masing, melengkapi kekurangan rekan kerja, dan bergerak bersama menuju tujuan yang sama.

Saudaraku, dari Universitas Jember, perjalananku berlanjut menuju Rembang, memenuhi undangan Peresmian dan Pembukaan Liem Heritage Museum, milik kamrad Udaya Halim. Kesempatan baik untuk menjelajahi Lasem, "Tiongkok Kecil" yang lama kuidamkan.
Kawasan Pecinan seluas sekitar 26 hektar ini memiliki keluasan dan kekayaan sedimentasi lapisan budaya melampaui Malaka. Tambang emas warisan peradaban yang terabaikan.
Lasem adalah kisah yang diukir angin di antara jendela-jendela kayu tua, aroma laut bertaut bau tembakau, dan warna merah bata yang tak lekang oleh waktu.
Ia bukan sekadar kota, tapi puisi yang ditulis ulang setiap fajar oleh mentari yang menyentuh dinding pecinan, oleh gemericik sungai yang mengalir pelan membawa kenangan.
Di setiap sudutnya, aku menemukan bisikan sejarah. Pada kelenteng tertua di Jawa, Cu An Kiong, berdiri sejak abad 16, bisa kucium aroma dupa yang berhembus melintasi rangkaian abad.
