Waspadai Stagnan-Inflasi, Impor Tahu-Tempe, hingga Wawancara Khusus CEO Gajah Tunggal

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Waspadai Stagnan-Inflasi, Impor Tahu-Tempe, hingga Wawancara Khusus CEO Gajah Tunggal
 Foto: Yousef Espanioly / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Kredibilitas Makroekonomi Tentukan Kapasitas RI Cegah Stagflasi

  • Tekanan ekonomi berlapis dari sisi supply maupun demand yang dihadapi Indonesia berpotensi menjadi belati bermata ganda. Di satu sisi, pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak berpotensi mendorong kenaikan tingkat inflasi. Di sisi lain, kiat stabilisasi moneter berpeluang menahan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, Indonesia berpotensi menghadapi stagflasi. Situasi ini, mengacu definisi Kamus Merriam-Webster, terjadi saat tingkat inflasi cenderung naik, sementara permintaan pasar cenderung stagnan, dibarengi tingginya angka pengangguran dan lesunya sektor keuangan. 
  • Guru Besar Ekonomi Internasional Universitas Brawijaya Putu Mahardika menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman Argentina dan Turki. Namun, ia menekankan kondisi Indonesia saat ini belum dapat disamakan dengan kedua negara tersebut. “Indonesia saat ini belum berada pada pola ekstrem, meski indikator menunjukkan kewaspadaan perlu ditingkatkan," ujarnya pada Suar.id, Kamis (11/6/2026). Kenaikan harga Pertamax dan kenaikan BI Rate, lanjutnya, memang berpotensi menahan konsumsi maupun investasi, tetapi langkah tersebut diperlukan untuk mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Harga Tahu Tempe Ikuti Dolar, Tak Cukup Ditolong Subsidi

  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali memberi tekanan terhadap industri tahu dan tempe yang bergantung pada bahan baku kedelai impor. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor kedelai hingga 2,56 juta ton pada 2025. Jika berdasar negara asalnya, Indonesia paling banyak mengimpor kedelai dari Amerika Serikat (AS) yang mencapai 2,21 juta ton sepanjang 2025. Kemudian disusul negara lainnya seperti Kanada (290.416 ton), Uruguay (21.429,03 ton), Brasil (20.997,23 ton), dan Malaysia (5.630,51 ton). Demi membantu usaha kecil produsen tahu dan tempe, pemerintah memutuskan memberikan subsidi impor kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg) untuk alokasi 250.000 ton. Dengan skema tersebut, nilai anggaran subsidi diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar.

Suryopratomo, Dari Wartawan, Duta Besar Hingga Gerakkan Gajah Tunggal

  • Ditemui di kantor pusat perusahaan, Selasa (9/6/2026), Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Suryopratomo berbicara mengenai masa depan industri ban, tantangan yang dihadapi manufaktur nasional, pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Suryopratomo yang akrab disapa Tomi ini juga mengungkapkan harapannya agar pemerintah tidak hanya memberikan 'karpet merah' bagi investor baru, tetapi juga mendukung industri yang telah lama berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Dari profesi wartawan, duta besar, kini Tomi menjadi eksekutif perusahaan yang bertugas agar roda perusahaan tetap menggelinding.
Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Suryopratomo di kantor pusat perusahaan, Selasa (9/6/2026). Foto: Ahmad Afandi/Suar.id

Kebutuhan Dana Infrastruktur Membengkak, PU Hanya Kantongi Pagu Rp98,47 Triliun

  • Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk tahun 2027 mencapai Rp219,81 triliun. Namun, pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah baru sebesar Rp98,47 triliun, sehingga masih terdapat kebutuhan anggaran yang belum terakomodasi senilai Rp 121,34 triliun. Kesenjangan tersebut menjadi tantangan bagi Kementerian PU dalam upaya menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional pada tahun mendatang.

Video Pilihan: Gajah Tunggal Mantapkan Jejak Industri Ban Indonesia Berkelas Dunia di Era Mobil Listrik

Gajah Tunggal Mantapkan Jejak Industri Ban Indonesia Berkelas Dunia di Era Mobil Listrik
Persaingan pasar global yang semakin sengit dan membanjirnya produk impor menjadi ujian tersendiri bagi industri manufaktur nasional. Namun, sektor ini tetap memegang peranan strategis sebagai penggerak ekonomi, dengan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung pertumbuhan industri, dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. PT Gajah Tunggal Tbk menjadi salah satu

Was-Was Efek Domino Lonjakan BBM Non Subsidi

  • Setelah beberapa kali melakukan penyesuaian harga di awal tahun, kebijakan terbaru Pertamina kali ini menjadi yang paling meresahkan. Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax naik sebesar Rp 3.950 per liter, dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter atau melonjak 32,11% di bulan Juni. Tidak sendiri, jenis produk Pertamax Green juga turut dinaikkan sebesar 31,78% menjadi Rp 17.000 per liter. Keputusan ini diambil akibat tingginya tekanan eksternal dari fluktuasi harga minyak mentah dunia serta depresiasi nilai tukar rupiah. Dampaknya memaksa korporasi energi negara ini menyelaraskan harga keekonomian demi menjaga keberlanjutan fiskal dan pasokan domestik.

Unjuk Rasa di Jakarta. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia akan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (12/6/2026) pukul 10.00 WIB. Bersama BEM dari sejumlah perguruan tinggi lain, mereka akan menyuarakan lima tuntutan, termasuk mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Batas akhir pendaftaran Panen UMKM: Perluasan Keterlibatan UMKM dan Akselerasi Naik Kelas Ekonomi Nasional ''Dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis". Kementerian UMKM berencana akan melakukan pembimbingan peningkatan kapasitas UMKM untuk mendukung program MBG. Adapun pendaftaran kegiatan ini akan dilakukan sejak 2 Juni dengan hari terakhir 12 Juni 2026. Untuk pendaftaran dapat klik link berikut ini s.id/PanenUMKM2026

"Saya tidak percaya pada kata 'mustahil'. Kamu hanya harus berkendara menembus rintangan-rintangan tersebut. (Lewis Hamilton - Pebalap Formula 1)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya