Kisah Bung Karno Dalam Pengasingan, Bisnis 'BabyBox', & Superioritas

Kisah Bung Karno Dalam Pengasingan, Bisnis 'BabyBox', & Superioritas
British Babybox/ Unsplash
Daftar Isi

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Kisah Sidarto Danusubroto Temani Bung Karno di Pengasingan

Matahari sudah terbenam ketika pagar rumah Jalan Sriwijaya Raya No. 7 diketuk. Dari dalam, Guntur Soekarnoputra samar-samar melihat tamu yang datang dalam remang, sebab hanya lampu jalan yang jadi penerangan. Suasana petang hari itu tak ubahnya situasi politik Tanah Air bagi Presiden pertama RI, Sukarno.

Ketika itu, pidato pertanggungjawaban Presiden Sukarno yang ditolak Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakjat Sementara (MPRS) 12 Maret 1967 berujung pencopotannya dari jabatan kepresidenan. Dalam waktu 2 kali 24 jam, Sekretaris Negara memerintahkan Sukarno dan anak-anaknya meninggalkan Istana Merdeka Jakarta.

Karena tidak memiliki rumah pribadi, kediaman Fatmawati Soekarno di Jalan Sriwijaya itu menjadi tempat Sukarno menitipkan anak-anaknya. Dengan status sebagai tahanan politik, Sukarno hanya diizinkan menempati Istana Bogor, di bawah pengawasan ketat Polisi Militer Angkatan Darat.

Dalam situasi itu, kedatangan tamu terasa mencurigakan. Namun, saat Guntur mendekat, ia segera mengenali sosok yang datang diam-diam itu. "Lho, Kak Darto, ngapain malam-malam datang kemari?"

Tamu itu, Sidarto Danusubroto, sengaja datang tanpa mengenakan pakaian dinasnya sehari-hari sebagai anggota Angkatan Kepolisian Republik Indonesia.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) 2013-2014 Sidarto Danusubroto. (Foto: SUAR/Chris Wibisana)

Efisiensi Dewi Laras dalam Bisnis Penyewaan 'BabyBox'

Kehadiran buah hati memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi calon orangtua. Banyak dari mereka kemudian bersemangat menyiapkan segala perlengkapan bayi menyambut momen tersebut.

Namun, tak seperti perlengkapan rumah tangga lainnya, perlengkapan bayi justru memiliki masa pakai yang relatif singkat.

Seiring anak yang kian tumbuh besar, banyak perlengkapan bayi itu perlahan kehilangan fungsinya. Pada akhirnya, menumpuk di setiap sudut rumah. Padahal, sebagian besar barang tersebut masih berada dalam kondisi baik dan layak digunakan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dewi Laras, 28 tahun, mendirikan BabyBox, sebuah usaha penyewaan perlengkapan bayi pada 2022. BabyBox mengusung konsep efisien sekaligus ramah lingkungan.

"Para orang tua itu kan kalau sama anaknya itu all out banget kan, pasti pengen berikan fasilitas yang terbaik. Nah, tapi gimana caranya itu bisa kita dapatin dengan harga yang relatif terjangkau, karena kan kita juga tahu kalau produk bayi itu lumayan mahal gitu, dan kepakainya juga cuma sebentar."
Dewi Laras pemilik UMKM BabyBox yang menyediakan layanan sewa stroller dan perlengkapan bayi. Foto: Dokumen Pribadi

Perayaan Malam Puncak HUT ke 499 Menuju 5 Abad Jakarta: Jakarta akan merayakan usia ke-499 dengan pesta besar di Bundaran HI pada Sabtu, 27 Juni 2026, mulai pukul 15.30 hingga 22.00 WIB. Malam itu akan dipenuhi konser musik, pertunjukan budaya, instalasi seni, hingga lighting show dan video mapping spektakuler, sekaligus peluncuran logo menuju lima abad Jakarta. Untuk kenyamanan pengunjung, rekayasa lalu lintas berlaku sejak pukul 14.00, dengan kantong parkir dan opsi angkutan umum yang sudah disiapkan.

Kemeriahan berlanjut pada Minggu pagi lewat acara “Jakarta Penuh Warna” yang menghadirkan pawai balon, marching band, tari massal Nusantara, hingga kolaborasi unik Gambang Kromong dengan balet. Sebagai penutup, Pemprov DKI menetapkan tarif MRT, LRT, dan Transjakarta hanya Rp1 selama 27–28 Juni, serta membuka akses gratis ke berbagai destinasi wisata dan museum.

Tangkapan layar Dishub DKI Jakarta

LOCALFEST Jakarta kembali hadir di Stadion Baseball GBK, Senayan, pada 27–28 Juni 2026 dengan semangat merayakan kreativitas lokal. Festival ini bukan sekadar konser musik, tapi juga ruang bagi generasi muda dan pelaku industri kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka lewat pameran fesyen, bazar kuliner, hingga eksibisi seni. Suasana festival akan dipenuhi energi segar dari musisi lintas genre, instalasi kreatif, serta aktivitas komunitas yang menghubungkan pengunjung dengan berbagai jenama lokal.

Antara Junior, Superioritas dan Mentoring

Bagi karyawan baru, memahami perbedaan antara senioritas dan superioritas sangat penting. Senioritas adalah kondisi objektif di mana seseorang memiliki pengalaman dan masa kerja lebih panjang, yang idealnya menjadi sumber pembelajaran dan aset bagi tim. Namun, ketika senioritas berubah menjadi superioritas, hubungan kerja bisa menjadi tidak sehat karena lebih menekankan hierarki sosial daripada pengembangan kemampuan.

Superioritas biasanya ditandai dengan perilaku merendahkan, seperti mengabaikan pendapat junior, mengkritik tanpa tujuan membangun, atau menggunakan pengalaman sebagai alat untuk membungkam diskusi. Dalam situasi ini, kontribusi junior jarang dihargai, sementara kesalahannya terus diingat. Akibatnya, relasi kerja lebih berfokus pada mempertahankan posisi simbolik senior sebagai pihak yang lebih tinggi, dan junior didorong untuk menerima posisi lebih rendah tanpa ruang berkembang.

Fenomena ini sering berakar pada apa yang dalam psikologi organisasi disebut sebagai status anxiety, yaitu kecemasan terhadap hilangnya pengaruh atau pengakuan. Ketika seseorang merasa identitas profesionalnya terlalu bergantung pada status sebagai orang lama, muncul kecenderungan mempertahankan jarak dengan karyawan baru, demi menjaga posisi tersebut.
Photo by Patrick Tomasso / Unsplash

Tumbuh dalam Cinta

Saudaraku, dari "falling in love"—jatuh dalam cinta—kita mesti beringsut menuju "growing in love"—bertumbuh dalam cinta. Jatuh cinta membawa gema hasrat memiliki, seolah cinta adalah jerat yang menaklukkan, mengubah dua jiwa menjadi medan tarik-menarik kekuasaan.

Namun bertumbuh dalam cinta adalah menapaki jalan menjadi: suatu tarian resiprokal antara dua jiwa yang saling peduli, saling belajar, saling berbagi, dan saling menumbuhkan—seperti dua pohon yang akar-akarnya saling bersentuhan dalam tanah kasih yang sama.

Seperti aku dan bunga-bunga di tamanku, tumbuh bersama dengan semangat saling memberi. Aku belajar memahami tabiatnya dan penuh gairah merawatnya. Makin baik pemahaman dan pemeliharaanku, makin sehat dan subur bunga itu bersitumbuh.
Cendekiawan Muda, Yudi Latif (Foto: AI/ Tim SUAR)

Baca selengkapnya