Ringkasan Eksekutif: Sejahterakan Rakyat dengan Kebijakan Pendidikan
Pemerintah mereformasi sistem pendidikan Indonesia dengan berbagai program. Dari Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda hingga Kampus Berdampak.
Pemerintah mereformasi sistem pendidikan Indonesia dengan berbagai program. Dari Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda hingga Kampus Berdampak.
Sekolah Rakyat menjadi ikhtiar bagi usaha mencerdaskan bangsa dan mendorong kesejahteraan. Negara hadir demi pemerataan pendidikan yang murah dan berdampak. Hingga 2025, Pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16 ribu murid.
Pemerintah mendorong akses pendidikan murah dan inklusif bagi masyarakat miskin.
Dua pendekatan utama:
Langkah serius Pemerintah ini merupakan program nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Program ini juga menjangkau keluarga siswa. Selain menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, bantuan sembako, dan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), keluarga siswa juga didorong mengikuti program pemberdayaan sosial ekonomi agar mampu mandiri dan meningkatkan taraf hidup.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di 166 titik dengan kapasitas 15.945 siswa. Program ini didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Kebijakan pendidikan Pemerintahan Prabowo Subianto juga masuk ke ranah pendidikan tinggi. Kampus-kampus mulai didorong untuk lebih banyak lagi memberi kontribusi buat bangsa, melalui program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini menjadi kelanjutan dari program Kampus Merdeka, dengan penekanan lebih kuat pada kontribusi nyata kampus terhadap masyarakat.