Ringkasan Eksekutif: Mencari Jalan Properti Berkembang
•
1 Menit Baca
Oleh:
Sektor properti menghadapi tekanan akibat penurunan daya beli masyarakat, namun tetap bertahan melalui strategi diversifikasi, insentif, dan inovasi pembiayaan.
Pemerintah sebetulnya sudah banyak memberikan insentif. Tapi, masih ada beberapa aturan yang dianggap kontra produktif terhadap kinerja sektor ini.
Beberapa persoalan yang dianggap kurang pas itu di antaranya soal penerapan kebijakan lahan sawah dilindungi (LSD) dan lahan baku sawah (LBS). Prasarana dan sarana umum, yang wajib dialih kelola ke pemerintah daerah, namun faktanya malah sering terbengkalai.
Baca ulasan tentang permasalahan tersebut di sini.
Selain itu, problem terbesar industri properti ada beberapa hal, seperti:
Berikut ringkasan upaya sektor properti Indonesia dalam menghadapi tantangan penurunan daya beli masyarakat pada 2025:
Pemerintah dan sektor swasta perlu bersinergi dalam menciptakan insentif fiskal dan regulasi yang mendukung daya beli, seperti subsidi bunga KPR atau pembebasan PPN untuk rumah pertama.
Perluasan akses terhadap pembiayaan syariah dan koperasi perumahan bisa menjadi alternatif inklusif di tengah tekanan ekonomi.
Lalu apa solusi yang sudah ditawarkan, simak ulasannya di sini juga di sini.