Realisasi Investasi, Kerjasama Indonesia-Filipina, dan Kredit UMKM Perbankan

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Realisasi Investasi, Kerjasama Indonesia-Filipina, dan Kredit UMKM Perbankan
Foto: Jakub Żerdzicki / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Realisasi Investasi Q1 2026 Rp498,8 Triliun, Waspada di Q2

  • Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada triwulan I-2026 sebesar Rp 498,8 triliun. Angka ini meningkat 7,2% dibanding periode yang sama tahun lalu, atau meningkat 0,4% dibanding triwulan IV-2025. Realisasi investasi pada triwulan I-2026 ini menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang, atau tumbuh signifikan 18,9% secara tahunan.
  • Untuk realisasi investasi di kuartal II tahun 2026, Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani memperkirakan kemungkinan besar akan berbeda, karena Indonesia sudah benar-benar terpapar dengan beban-beban konflik yang terjadi. Apalagi, inflasi beban usaha yang bisa terjadi akibat konflik ini kemungkinan masih akan meningkat karena konfliknya sendiri masih terus bergejolak atau semakin parah dan semakin meningkatkan cost of doing business secara global dan nasional.
Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM )

Kemitraan RI–Filipina, Poros Baru Pertumbuhan ASEAN

  • Pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) antara Indonesia dan Filipina kembali menegaskan penguatan kemitraan strategis kedua negara, di tengah dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Forum bilateral ini menjadi wadah penting untuk memperluas kerjasama lintas sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, hingga isu-isu kawasan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (23/4/2026) di Kementerian Luar Negeri RI. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan, kedua negara sepakat memperdalam kolaborasi di berbagai bidang prioritas. "Dalam kerjasama ekonomi, kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi antara lain melalui local currency settlement (LCS), sitem pembayaran yang lebih kuat dan konektivitas yang lebih baik antara kota-kota berbatasan seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos," katanya.

Perbankan Berharap pada Kredit UMKM

  • Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), ternyata masih memperlihatkan kedigdayaannya di saat kondisi perekonomian Indonesia dan dunia mengalami ketidakpastian, imbas konflik geopolitik yang mendisrupsi sektor riil sepanjang triwulan pertama 2026.

Cukai Emisi Kendaraan BBM Berpotensi Tambah Rp40 Triliun ke Kas Negara

  • Pengamat mendorong pemerintah menerapkan kebijakan cukai emisi terhadap kendaraan bermotor berbasis bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan penerimaan negara sekaligus mengendalikan dampak lingkungan. Kebijakan ini dinilai relevan mengingat tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Potensi penerimaan negara dari penerapan cukai emisi ini diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun. Angka tersebut dinilai signifikan dan dapat menjadi sumber pendapatan baru yang stabil bagi negara, terutama di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan dan transisi menuju ekonomi hijau yang semakin mendesak.

Perempuan Indonesia Masih Dominan Bekerja di Sektor Pertanian dan Perdagangan

  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Februari 2021 hingga Agustus 2025, jumlah pekerja perempuan berumur 15 tahun ke atas mengalami pertumbuhan sebesar 12,9%, meningkat dari 51,79 juta menjadi 58,47 juta orang pada periode penghitungan bulan Agustus. Jika menilik lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja perempuan terbesar. Namun, sektor ini menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun cenderung stagnan dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan sektor jasa. 

Pendidikan Penentu Aksesibilitas dan Status Pekerjaan Perempuan

  • Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, perempuan lulusan pendidikan tinggi (DIV/S1/S2/S3) memiliki peluang terbesar untuk segera terserap di dunia kerja, dengan 61,29% di antaranya berhasil mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Angka tersebut secara signifikan lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan pendidikan lebih rendah, seperti lulusan SD ke bawah, di mana hanya 19,68% yang mampu mengakses pekerjaan dalam waktu singkat, sementara mayoritas (71,44%) membutuhkan waktu lebih dari dua tahun. Akses perempuan ke dalam pasar tenaga kerja di Indonesia sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan. Data menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pendidikan dengan kecepatan mendapat pekerjaan.  

Forum Bisnis dan Investasi Ternate Tidore. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Pemerintah Kota Ternate, dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan menyelenggarakan Forum Bisnis dan Investasi Ternate Tidore pada Kamis 24 April 2026 pukul 13.00 - 16.00 WIB di Timor Room, Hotel Borobudur Jakarta. Adapun acara ini mengambil tema Transformasi Jalur Rempah: Hilirisasi, Ekonomi Biru, dan Kolaborasi Investasi Berkelanjutan dalam rangkaian Discover the Natural Treasure Ternate Tidore. Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan peluang investasi di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan kepada calon mitra dari dalam maupun luar negeri, sekaligyas membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemilik proyek dan pihak yang memiliki minat untuk berpartisipasi.

"Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya." (Peter Drucker - Bapak Manajemen Modern)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya

Ω