Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Ekonomi Q1 Impresif, Pemerintah Akan Fokus di Kebijakan Fiskal
- Ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja impresif pada kuartal I-2026 dengan laju pertumbuhan meroket. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun 2026 ekonomi mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melampaui ekspektasi dan proyeksi pasar yang sebelumnya memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 5,4 persen. Capaian ini juga menegaskan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
- Sejumlah faktor menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut, di antaranya peningkatan konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi, belanja pemerintah yang terjaga, serta perbaikan kinerja sektor industri dan perdagangan. Selain itu, stabilitas makroekonomi dan kebijakan yang adaptif turut berperan dalam menjaga momentum pertumbuhan.


Pengangguran Menurun, Sektor Konvensional Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami penurunan pada Februari 2026, menjadi 7,24 juta orang turun 35.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja, meskipun jumlah penduduk usia kerja terus meningkat dari tahun ke tahun. Penurunan ini menjadi indikator bahwa pasar tenaga kerja nasional masih mampu beradaptasi di tengah berbagai tantangan ekonomi. Kondisi positif juga terlihat dari peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. Pada Februari 2026, jumlah pekerja bertambah 1,9 juta orang, dibandingkan Februari 2025, menandakan bahwa pasar kerja masih cukup kuat dalam menyerap tambahan tenaga kerja.

Pemerintah Gelontorkan Insentif Kendaraan Listrik Untuk 100 Ribu Unit, Ini Skemanya
- Pemerintah telah menyiapkan skema insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik. Insentif tersebut akan diterapkan sebagai bagian strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Untuk mobil listrik, pemerintah akan memberikan subsidi 100 ribu unit pertama. Bila sudah habis, pemerintah akan menambahnya, begitu seterusnya. Motor listrik pun sama. Insentif akan diberikan pada 100 ribu unit pertama sebesar Rp5 juta dan akan menambah kuota bila sudah habis. Meski belum menyebut jumlah pastinya, kebijakan ini akan mulai dijalankan pada Juni dan berlaku hingga Oktober 2026, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV tahun ini.

Coretax Dongkrak Penerimaan Pajak Q1 2026 Tembus Rp394,8 Triliun
- Penerimaan pajak pada kuartal I/2026 mencatat lonjakan signifikan seiring implementasi sistem Coretax yang dinilai semakin efektif. Penerimaan pajak neto tumbuh 20,7% year-on-year menjadi Rp394,8 triliun, naik dari Rp327 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Kemenkeu mencatat realisasasi PPh Badan mencapai Rp43,3 triliun atau naik 5,4%, PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mencapai Rp61,3 triliun atau naik 15,8%, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 mencapa Rp76,7 triliun atau naik 5,1%. Kemudian PPN dan PPnBUM mencapai Rp155,6 triliun atau naik 57,7%, dan pajak lainnya sebesar Rp57,9 triliun atau turun 5,7%. Purbaya juga melaporkan progres pelaoran SPT Tahunan PPh hingga 30 April 2025. Sebanyak 13.056.81 SPT telah dilaporkan. Rinciannya 10.743.907 orang pribadi karyawan, 1.437.498 orang pribadi non-karyawan, serta 874.476 badan.


Surplus Perdagangan di Triwulan I-2026 Menipis karena Kenaikan Impor
- Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan ketahanan di tengah fluktuasi ekonomi global. Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, secara kumulatif di triwulan I-2026 Indonesia masih mempertahankan surplusnya meski secara nilai mengalami penurunan dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya. Di periode triwulan I-2025, Indonesia mencatatkan nilai surplus perdagangan sebesar 10,914 miliar dolar AS. Sedangkan di triwulan I-2026 mengalami penyusutan surplus dengan nilai sebesar 5,548 miliar dolar AS atau hampir mengalami penyusutan sebesar 50% (secara tahunan atau y-o-y). Penyusutan ini mengindikasikan adanya tekanan dari sisi pengeluaran devisa untuk pemenuhan kebutuhan domestik dan bahan baku industri.

Kejar Target 5 Juta Barel, UEA Lepas dari OPEC
- Keputusan Uni Emirat Arab keluar dari keanggotaan OPEC menandai babak baru dalam peta geopolitik energi global. Dengan memiliki keleluasaan penuh dalam meningkatkan kapasitas produksi, UEA menargetkan peningkatan produksi minyak bumi hingga 5 juta barel per hari pada tahun 2027. Dengan melepaskan diri dari batasan kuota produksi yang ditetapkan dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC), Uni Emirat Arab (UEA) kini memiliki fleksibilitas penuh untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor migas. Dengan demikian UEA mampu mendanai transisi besar-besaran ke sektor teknologi canggih, industri pertahanan, dan kecerdasan buatan (AI).


Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) Ke-59. Acara ini diselenggarakan pada 3-6 Mei 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Adapun penyelenggaraan tahun ini mengambil tema besar ”Persimpangan Kemajuan: Memajukan Masa Depan Kawasan yang Terhubung”. Pertemuan ini mempertemukan para pemangku kepentingan, sektor swasta, dan mitra pembangunan tingkat global.

"Buta huruf di abad ke-21 bukanlah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan mereka yang tidak bisa belajar (learn), membuang pelajaran lama (unlearn), dan belajar kembali (relearn)." (Alvin Toffler - Penulis & Futuris)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR