Mau Dibawa Kemana Ekspor Sumber Daya Alam?

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Mau Dibawa Kemana Ekspor Sumber Daya Alam?
ANTARA FOTO/Yudi Manar/wsj.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Pemerintah Rombak Prosedur Ekspor SDA, Pengusaha Perlu Kejelasan Teknis

  • Sejumlah pengurus asosiasi pengusaha sektor sumber daya alam (SDA) berkumpul di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemeko Perek) Kamis sore 21/5/2026. Mereka datang untuk menanyakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sehari sebelumnya mengumumkan diterbitkannya kebijakan ekspor komoditas strategis yang wajib lewat BUMN khusus ekspor. Presiden ke-8 RI itu menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), yang mewajibkan penjualan sejumlah komoditas strategis dilakukan melalui BUMN sebagai pengekspor tunggal. Dari pihak pemerintah hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
  • Menko menegaskan, kebijakan DHE SDA menjadi salah satu pilar utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, saat ini, pemerintah mendorong optimalisasi devisa agar hasil ekspor tidak hanya tercatat, tetapi juga masuk dan berputar dalam sistem keuangan Indonesia.

Jamin Likuiditas, BI Ajak Perbankan Inovatif Cari Alternatif Pendanaan

  • Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) bulan Mei 2026 yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25%, menunjukkan sinyal dari otoritas moneter dalam menjamin kecukupan likuiditas di pasar keuangan. Dengan menjaga pertumbuhan uang beredar M0, melakukan pembelian SBN, dan terus menjalankan operasi moneter. Dengan jaminan kecukupan likuiditas itu, bank sentral mendorong perbankan memperluas sumber pendanaan, dengan melonggarkan kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), serta peningkatan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang akan berlaku dalam waktu dekat.

Data Center, AI, dan Semikonduktor Jadi Andalan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

  • Pemerintah menjadikan pengembangan ekosistem digital sebagai salah satu strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam beberapa tahun ke depan. Penguatan industri data center, kecerdasan artifisial (AI), hingga semikonduktor atau chip dinilai akan menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perubahan ekonomi global dan percepatan transformasi teknologi.

Lantai Bursa Membara di Tengah Rencana Pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia

  • Wacana pembentukan BUMN khusus ekspor sumber daya alam yakni Danantara Sumberdaya Indonesia direspon negatif pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/5/2026) ditutup turun 233,599 poin atau 3,54% ke level 6.094,941. IHSG kian melemah di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) yang akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) secara terpusat. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kontrol terhadap praktik perdagangan yang selama ini dinilai bermasalah, seperti under-invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor. Dalam skema baru ini, BUMN yang ditunjuk akan berperan sebagai pengekspor tunggal, di mana hasil penjualan ekspor akan disalurkan kepada pelaku usaha terkait melalui entitas tersebut.

Tren Penguatan Harga Minyak Sawit dan Kebijakan Baru Ekspor Komoditas

  • Pemerintah memperketat keran ekspor komoditas andalan nasional, khususnya kelapa sawit, batu bara, dan paduan logam (ferro-alloy). Kebijakan ini mewajibkan seluruh aktivitas ekspor komoditas tersebut dilakukan secara terpusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh pemerintah.  Kebijakan baru yang diambil sebagai komitmen tegas untuk mengoptimalkan pendapatan negara sekaligus memberantas praktik manipulasi seperti penggelapan nilai faktur dan penetapan harga transfer oleh eksportir swasta nakal, yang diperkirakan telah merugikan Indonesia hingga 908 miliar dolar AS dalam kurun waktu 34 tahun terakhir. 

Kebijakan Ekspor Satu Pintu di Tengah Volatilitas Harga Batubara

  • Kebijakan sentralisasi ekspor komoditas batubara akan berjalan di tengah volatilitas harga batubara di pasar global yang telah berlangsung sejak awal tahun. Berdasarkan data pergerakan harga mingguan, harga komoditas batubara di awal Januari 2026 berada di level 107,3 dolar AS per ton. Perlahan, harga merangkak naik hingga mengalami lonjakan pada pertengahan kuartal pertama. Puncaknya terjadi pada tanggal 16 Maret 2026, di mana harga batubara melejit hingga mencapai angka 146,5 dolar AS per ton. Angka ini meningkat sekitar 36,5% dari posisi awal tahun. Setelah itu, harga melandai di kisaran 130-an dolar AS per ton. Per 20 Mei lalu, harga batubara berada di level 132,45 dolar AS per ton.

Rilis Perkembangan Uang Beredar April 2026. Bank Indonesia (BI) akan merilis laporan perkembangan uang beredar periode April 2026 pada Jumat 22 Mei 2026. Laporan selengkapnya bisa dilihat di situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Adapun laporan ini penting bagi dunia usaha karena menjadi indikator bagaimana laju perekonomian di Tanah Air.

Seminar "Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?" akan diselenggarakan oleh Universitas Harkat Negeri bersama Universitas Paramadina pada Jumat 22 Mei 2026 pukul 14.30 WIB di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, Ekonom Universitas Indonesia Mohammad Ikhsan, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, dan Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

"Risiko terbesar adalah tidak mengambil risiko apa pun. Di dunia yang berubah sangat cepat, satu-satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil risiko." (Mark Zuckerberg - Pendiri Meta/Facebook)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya

Ω